Say Love Me, Please

Say Love Me, Please
Episodes 41



Maureen terkejut mendengar kabar Sera yang telah berangkat ke Paris tanpa berpamitan padanya.


"Kenapa kamu tidak berpamitan padaku Sera," ucap Maureen dengan tatapan kecewa


Max yang memperhatikan Maureen merasa kasihan padanya. Dia menghampiri Maureen dan langsung memeluknya erat.Tangis Maureen langsung pecah dalam pelukan Max.


"Mungkin Sera lupa memberitahumu Maureen dan nanti juga dia akan menghubungi mu," ucap Max dengan lembut


"Dia pergi pasti karena ingin menjauhi Xavier," ungkap Maureen dengan lirih


"Sudahlah Maureen dia pasti baik baik saja di Paris," balas Max sambil tersenyum


Maureen mengangguk dan dia kembali memeluk Max. Tentu saja Max membalas pelukannya dan memciumi puncak kepala Maureen.


Sementara pagi ini dikediaman keluarga Grissham , Selesai sarapan Xavier langsung berpamitan pada kedua orang tuanya.


"Mom, Dad aku berangkat dulu," ucap Xavier dengan nada datarnya


"Hati hati nak," balas Mommy dengan lembut


Xavier mengangguk lalu dia pun berdiri berbalik melangkah menjauhi meja makan.Sementara kedua orang tuanya menghela nafas kasar melihat perubahan sikap puteranya.Semenjak kepergian Sera ke Paris seminggu yang lalu membuat sikap Xavier berubah drastis.


"Aku hanya ingin putera kita seperti dulu Dad yang senang bercanda bukan seperti sekarang yang dingin , datar dan workaholic," keluh Mommy Clarissa dengan suara lirih


"Sudahlah mommy Daddy juga ingin Xavier seperti dulu namun bagaimana lagi sekarang hatinya sudah tertutup rapat," ucap Daddy Aldrich sambil mengingat sikap Xavier belakangan ini


Xavier masuk kedalam mobilnya dan melajukan nya kencang menuju ke kantor.20 menit kemudian dia telah tiba didepan kantor dan lalu dia memarkirkan mobilnya.Setelah itu dia keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam Kantor. Para karyawan menyambutnya dan menyapanya namun Xavier hanya bersikap dingin dan datar lalu melewatinya mereka.Ceklek pintu ruangan terbuka dan dia masuk kedalam ruangannya. Dia langsung duduk dikursi dan fokus pada laptopnya.Cklek pintu terbuka Jenny langsung masuk kedalam dan menemui Xavier.


"Memangnya kamu tidak lihat apa saat ini yang aku lakukan," ucap Xavier dengan nada dinginnya


"Kenapa kamu begitu dingin padaku sayang?" keluh Jenny


Xavier menghela nafas lalu dia menatap tajam Jenny.Sementara Jenny sangat takut dengan tatapan tajam Xavier.


"Keluarlah dari ruanganku dan jangan mengangguk," ungkap Xavier dengan nada tegas


"Oh ya satu lagi jangan memanggilku dengan sebutan sayang karena itu menjijikkan," lanjut Xavier menatap tajam Jenny


Xavier kembali fokus pada laptopnya Mengabaikan keberadaan Jenny.


Hal itu membuat Jenny sangat marah dan mengepalkan keda tangannya. Setelah itu dia berbalik dan berjalan keluar dari ruangan Xavier.Brak Jenny membanting pintu dengan keras dan membuat Xavier menghela nafas kasar.


"Dasar gadis menjijikan," maki Xavier dengan raut wajah datarnya


Setelah itu dia kembali bekerja dan fokus pada laptop juga berkas laporannya. Dia menghilangkan rasa kekesalannya pada tingkah Jenny yang membuatnya muak.


Sementara di apartemen Bibi Helena, di dikamarnya dia masih bergadang dan belum bisa memejamkan matanya.Lalu dia melirik alarm menunjukkan angka 02.20 menit pagi.Sera menghela nafas kasar dan dia teringat dengan Xavier. Dia begitu merindukan pria itu dan ingin memeluknya namun mustahil sekarang dia pasti membencinya.


"Aku begitu merindukanmu Xavier dan maafkan aku," gumam Sera lirih


"Maafkan aku yang selalu menyakiti hatimu dan mengecewakanmu," ungkap Sera