Say Love Me, Please

Say Love Me, Please
Episode 21



Sementara Max saat ini berada di apartemen Maureen.Maureen terpaksa mengijinkan nya masuk karena max terus memaksanya.


"Duduklah di sofa terlebih dahulu aku mau mandi ,"Ucap Maureen


"Bolehkah aku mandi bersama mu," goda Max tersenyum nakal


"Dasar pria mesum," balas Maureen kesal


Maureen yang ingin pergi ke kamar mandi di kamar nya tidak jadi karena Max mengikutinya sampai ke kamar dan menahan tangan nya.Dia langsung menarik nya hingga duduk di pangkuan Max. Maureen terkejut dengan tindakan Max.


"Kenapa kamu mengikutiku sampai ke kamarku," gerutu Maureen kesal


"Lepasin Max aku ingin mandi sekarang," ungkap Maureen kesal


"Ku ingin melihatmu telanjang sayang makanya kau megikutimu," ungkap Max vulgar


Maureen melotot dan menatap tajam Max.Sementara max mengabaikan tatapan Maureen. Dia terus memperhatikan bibir tipis Maureen yang sedari tadi menggodanya.Dia langsung mencium Maureen dengan lembut dan sedikit rakus.Maureen melotot dan hanya diam hal itu membuat Max menggigit bibir bawah Maureen.


"Balas ciumanku Maureen Sayang," ucap Max disela sela ciuman mereka


Maureen membuka mulut nya membiarkan Max mengabsen setiap giginya.Maureen mengalungkan kedua tangannya di leher Max dan membalas ciuman nya.5 menit kemudian Max menyudahi ciuman mereka karena Maureen kehabisan nafas.


"Maureen menikahlah denganku?" ucap Maximilano


"Kamu jangan bercanda Max kita baru saling mengenal," protes Maureen terkejut


"Aku serius ingin menjadikanmu nyonya Stefanus dan menginginkanmu mengandung anak kita," ungkap Max serius


Blush Maureen merona mendengar anak kita.Sementara Max terkekeh melihat reaksi dari Maureen yang malu malu.Max merangkul pinggang Maureen dan menatapnya dalam.


"Max sebaiknya kita menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih dulu ya," bujuk Maureen sambil mengelus rahang max


"Baiklah sayang aku setuju dan aku akan segera membuatmu jatuh cinta padaku oke," ucap Max sambil mencium bibir Maureen sekilas


Max melepaskan ragkulan nya pada pinggang Maureen.Dia membiarkan Maureen turun dari pangkuan nya. Maureen langsung berjalan menuju ke kamar mandi.Sementara Max terus memperhatikan nya dari belakang.


"Sial kenapa aku berfikir mesum tentang tubuh Maureen," umpat Max


Maureen langsung membersihkan tubuhnya di kamar mandi.30 menit dia keluar dari kamar mandi dan berharap Max sudah pulang. Max yang memainkan ponselnya terkejut melihat penampilan Maureen yang menggoda hasratnya.Dia menaruh ponselnya dan menghampiri Maureen.Maureen terkejut dengan Max yang menghampirinya.Max langsung meraih pinggang Maureen dan mendekapnya.


"Kamu mau menggodaku ya hemm," ucap Max dengan tatapan nakalnya


"Kenapa kamu belum pulang max dan siapa juga yang menggodamu?" tanya Maureen gugup


Max tersenyum melihat kegugupan dari Maureen kekasihnya. Sementara Maureen pipinya sudah seperti kepiting rebus.Max menatap Maureen hingga ke bawah membuatnya menelan ludahnya kasar.


"Tahan donk sayang jika kamu melakukan nya sekarang aku akan membencimu.Jadi lepaskan tanganmu dari pinggangku," ucap Maureen dengan penuh ancaman


Max mengangguk lalu membiarkan Maureen menjauhi nya dan mengambil pakaian di lemari.Maureen membawanya ke dalam kamar mandi. Setelah memakai pakaian nya Maureen keluar dan sudah tidak melihat Max lagi.


"Dasar pria mesum," gerutu Maureen


Max langsung keluar dari kamar Maureen dan bergegas keluar dari apartrmen kekasihnya itu.Dia langsung masuk ke dalam mobil dan masih teringat dengan tubuh Maureen yang menggodanya.


"Kenapa aku mesum begini," protesnya


Max langsung melajukan mobilnya menuju ke mansion nya.Sementara Di dalam kamar Maureen masih bingung dengan perasaan nya terhadap Max.


Dia melirk alarm di atas nakas


menunjukkan angka 05.00 sore.


TBC