Say Love Me, Please

Say Love Me, Please
Episode 38



"Aku belum memutuskan kenapa kamu mengambil kesimpulan seperti itu max," pekik Maureen langsung mencubit paha Maximilano


"Aku sudah tahu jawabanmu pasti akan menolakku bukan dan keputusanku ini sudah final sayang kita akan menikah lima hari lagi," balas Max


MAureen menghela nafas kasar dan memilih diam. Dia menyandarkan tubuhnya di sofa dan memijit pelipisnya yang terasa pusing.Sementara Max terus memperhatikan Maureen sedari tadi.


"Apakah kamu tidak ada pekerjaan sehingga kamu kesini," sindir Maureen


"Ada sih yaitu memandangmu sampai aku bosan," ucap Max dengan senyum menggoda


Maureen memutar bola matanya malas mendengar ucapan dari Max.Maureen langsung berdiri dan keluar dari apartemen.Max langsung mengikutinya dari belakang setelah Maureen mengunci pintu apartemen.Dia terus berjalan tanpa memperdulikan Max yang terus mengikutinya.


"Bisakah kamu berhenti mengikutiku tuan apa yang kamu lakukan telah membuatku RISIH ,ucap Maureen dengan penuh penekanan


Max langsung berhenti mengikuti Maureen setelah mendengar ucapan darinya. Dia hanya memandang punggung Maureen yang kian menjauh dan menghilang dibelokan jalan.


"Hemm setidaknya aku akan menikah denganmu Maureen suka ataupun tidak karena aku peduli padamu," ucap Max dengan nada datar


Dia berbalik menuju ke apartemen Maureen dan masuk kedalam mobilnya. Dia langsung melajukannya kencang menuju ke mansionnya.Sementara Maureen kini berjalan masuk kedalam mini market.


Sementara Xavier merasa cemas dengan Sera yang sedari tadi ada di kamarnya.Mommy yang memperhatikan Xavier hanya menghela nafas kasar.


"Kamu khawatir pada keadaan Sera?" tebak Mommy Clarissa to the poin


"Iya daritadi dia belum keluar dari kamarnya," balas Xavier dengan raut wajah cemas


Sera merasa bosan dan memutuskan untuk keluar dari kamarnya.Xavier yang melihat Sera berjalan kearahnya dia pun segera menghampirinya.


Xavier langsung memeluk Sera dengan erat dan membuat Sera terkejut sekaligus bingung. Xavier merasa lega melihat keadaan Sera dan melepaskan pelukannya.


"Kamu baik baik saja kan Sera?" tanya Xavier khawatir


"Aku baik baik saja," balas Sera sambil tersenyum tipis.


Xavier pun mengajak Sera ke ruang tamu dan langsung duduk di sofa.Sera menghela nafas dan menatap Xavier juga orang tua Xavier dengan wajah Serius.Xavier semakin bingung da penasaran dengan raut wajah Sera yang terlihat Serius.


"Keputusan apa Sera?" tanya Xavier dengan perasaan deg deg an


"Aku besok ingin berangkat ke Paris dan melanjutkan kuliahku disana?" ucap Sera dengan serius


kedua orang tua Xavier juga Xavier terkejut mendengar ucapan Sera.Xavier tiba tiba emosi memuncak mendengar nya dan mengepalkan kedua tangannya. Mommy dan Daddy yang melihat reaksi puteranya seperti itu pun mengerti.


"Aku kesana hanya ingin melanjutkan kuliahku dan melupakan masa lalu," ungkap Sera dengan nada sendu


"Apakah tidak bisa disini saja nak?" tanya Mommy Clarissa


"Maaf tante keputusanku sudah final," jawab Sera sambil tersenyum canggung


"Kalau itu kemauanmu Sera terserah padamu, aku membencimu gadis egois," teriak Xavier penuh emosi


Xavier langsung berdiri dan berbalik dan berjalan menaiki menuju ke kamarnya. Sementara Sera tersenyum kecut mendengarnya lalu kembali menatap kedua orang tua Xavier.Mommy dan Daddy menghela nafas kasar melihat reaksi puteranya.


"Tante ,Om aku permisi dulu ya aku mau pulang," pamit Sera dengan sopan


"Apakah mau om antar pulang?" tawar Daddy Aldrich


"Tidak usah om aku mau naik taxi saja," tolak Sera dengan halus


"Baiklah kalau itu maumu nak hati hati ya sampaikan salam kami pada orang tuamu," ucap Mommy Clarissa


"Kamu enggak berpamitan pada Xavier dulu," usul Daddy Adrich


"Tidak Om dan maafin aku yang membuat Xavier kecewa," sesal Sera


orang tua Xavier mengangguk lalu Sera berdiri dan berbalik berjalan menjauhi ruang tamu.


TBC