
Setelah minum Sera pun merasa tenang lalu dia mengelus perut ratanya itu.Dia pun menoleh menatap keluarganya yang tengah mengkhawatirkan dirinya.
"Xavier sebaiknya kita mengucapkan selamat untuk Max dan Maureen," ucap Sera sambil tersenyum
"baiklah sqyang ayo," ujar Xavier
Sera pun berdiri lalu berjalan dan Xavier merangkul pinggang istrinya menuju kearah mempelai begitu juga dengan para orang tua.
Sera tersenyum melihat sajabatnya bahagia dan sekarang sudah menjadi seorang istri sama seperti dirinya.
"Maureen selamat ya atas pernikahanmu dengan max,," ucap Sera tersenyum bahagia
"Terimakasih Sera dan bagaimana keadaanmu sekarang atas kejadian tadi?" tanya Maureen cemas
"Aku baik baik saja Reen tadi aku hanya terkejut saja," ungkap Sera
Maureen pun merasa lega mendengar penjelasan dari sahabatnya itu.Dia pun langsung memeluk Sera dengan pelan lalu melepaskannya dan para pria pun tersenyum melihat istri istri mereka bahagia.Xavier pun melirik arlojinya menunjukkan angka O4.00 sore.Setelah para tamu bubar dan acara selesai Xavier dan Sera juga keluarganya berpamitan pada Max , Maureen dan juga keluarga Max.
"Baiklah kami pulang dulu ya Max Maureen , Bibi Rose dan paman Abraham," ucap Sera sambil tersenyum
"Hati hati ya kalian," balas Maureen
Sera pun mengangguk lalu merekapun berbalik dan melangkah keluar dari kediaman keluarga stefanus.Mereka pun masuk kedalam mobil masing masing.Mobil orang tua Xavier dan Sera mendahului mereka. Didalam mobil tangan Xavier menggenggam tangan Sera dengan erat.
"Hubby aku takut jika Eva akan datang lagi," ucap Sera
"Sayang tenanglah masih ada aku dan daddy Anthon juga daddy Aldrich yang akan melindungi kamu sayang," ujar Xavier dengan lembut
"Iya sayang," balas Sera sambil tersenyum
Xavier tersenyum tipis lalu kembali fokus menyetir.30 menit kemudian mereka telah sampai di mansion dan mereka pun keluar dari mobil.Xavier mengandeng tangan istrinya dan berjalan masuk kedalam mansion. Mereka pun berjalan menaiki tangga menuju ke kamar mereka.Cklek Xavier membuka pintu dan mereka pun masuk kedalam.
"Bagaimana kalau kita mandi berdua saja," tawar Xavier tersenyum nakal kearah istrinya
Xavier lngsung mendirong peln istrinya dan mereka pun dikamar mandi berdua.1 jam kemudian mereka baru keluar dari kamar mandi dan Sera pun segera memakai piyama. Setelah itu merebahkan tubuhnya pelan diatas ranjang.Xavier pun keluar dan segera memakai celana dan juga kaos setelah itu dia menyusul sang istri berbaring diranjang.Dia hanya terkekeh melihat istrinya yang tengah merajuk.
"Sayang kamu kenapa hemm?" tanya Xavier
"Hubby aku masih hamil muda dan masih dalam trimester awal jadi jangan terlalu sering melakukannya ya," tegur Sera dengan lembut
"Iya sayang maafin aku ya," sesal Xavier
"Oh ya sayang aku janji akan melindungi kamu dan calon anak kita ini meskipun harus mengorbankan nyawaku sekalipun," ucap Xavier dengan serius sambil mengelus perut rata istrinya
Deg..Sera terkejut mendengar ucapan dari suaminya.Dia menatap tajam sekaligus marah atas ucapan Xavier yang terlontar.
"Jangan berbicara seperti itu hubby jika kamu mengatakan hal itu lagi aku akan membencimu," bentak Sera sambil emosi
Dia pun bangun dan kemudian duduk lalu Sera pun langsung menangis.
Hal itu membuat Xavier panik dan hendak dipeluk namun Sera menepisnya.Sera menatap suaminya dengan berderai air mata.
"Kamu mudah sekali mengatakan hal itu sementara aku ketakutan karena takut kehilanganmu sayang," pekik Sera sambil menangis
Sera pun bangkit dari ranjang dan berjalan keluar dari kamar.Dia berjalan menuju ke kamar yang berada disebelahnya lalu menguncinya dari belakang.Sementara Xavier merutuki kebodohannya karena dia lupa istrinya sedang sensitif juga sedang ketakutan saat ini.
"Maafkan aku Sayang karena membuatmu marah," ucap Xavier dengan lirih
Dia pun segera bangkit dari ranjang dan berjalan keluar dari kamar.Dia mengetuk pintu kamar disebelahnya namun tak kunjung juga dibuka oleh Sera.
tbc