Say Love Me, Please

Say Love Me, Please
Episode 113



Sementara Max dan Maureen kini sudah berada didalam pesawat.Max pun tersenyum lalu mengelus perut buncit istrinya Maureen. Maureen sangat menyukai ketika sang suami mengelus perutnya.


"Sayang aku sudah enggak sabar melihat anak kita lahir," ucap Max tersenyum sumringah


"Sabar sayang 4 bulan lagi kita akan melihatnya," ungkap Maureen tersenyum manis


"Iya sudah sayang sebaiknya kamu beristirahat dulu ya soalnya perjalanan masih panjang," tegur Max


"Aku antar kamu dikamar ya," ucap Max


Maureen mengangguk lalu mereka pun berdiri dengan pelan dan berjalan menuju kesebuah kamar didalam pesawat pribadi milik Max.Max langsung membaringkan istrinya diatas ranjang dengan pelan dan duduk disebelahnya.Dia mengelus perut buncit istrinya lalu menciumnya sekilas.


"Kamu istirahatlah sayang aku tidak mau kamu kelelahan," tegur Max


Maureen tersenyum lalu mengangguk kemudian diapun memejamkan kedua matanya.Sementara Max tersenyum melihat istrinya yang kini tengah tertidur pulas.Max mencium kening istrinya setelah itu Max keluar dan memilih duduk dikursi.


Beberapa jam kemudian Max membuka matanya karena ketiduran dikursi.Dia melirik arlojinya menunjukkan angka 17.00 sore.Dia pun mengingat perjuangan cintanya dulu pada maureen istrinya.


"Aku janji aku akan membahagiakanmu dan juga melindungi kamu dan calon anak kita," gumam Max


Sementara dikamar Maureen terbangun dan dia segera bangkit dari ranjang.Dia pun berjalan pelan menghampiri suaminya yang sedang melamun dikursi pesawat.


"Sayang," panggil Maureen


"Eh honey kamu sudah bangun ayo duduk disebelahku," ujar Max tersenyum tipis


Maureen mengangguk lalu Dia pun duduk dikursi dengan pelan.Max langsung mengelus perut buncit istrinya dengan lembut dan sayang.


"Sayang kapan kita sampai di Jakarta?" tanya Maureen


"Sebentar lagi kok sayang sabar ya," bujuk Max lalu mencium bibir istrinya sekilas


2jam kemudian pesawat pun mendarat dibandara Soekarno Hatta.Max menuntun Maureen menuruni tangga pesawat dengan pelan.Sementara Max telah menyuruh orang mengambil koper mereka.Max mengambil hapenya dan menghubungi Daddynya untuk menjemput mereka dibandara.Mereka berdua berjalan menuju ke bandara dan diikuti seorang pengawal yang menyeret koper Max dan Maureen.Sopir menghentikan mobilnya dan langsung memasukkan koper kopernya kedalam bagasi.Max dan Maureen langsung masuk kedalam mobil dengan pelan.Sopir pun langsung melajukan mobilnya dan dari belakang pengawal menaiki mobil lain mengikuti mereka.


Didalam Mobil Max merangkul istrinya dari samping dan meletakkan tangannya diperut buncit istrinya.


"Sayang apakah kamu sangat bahagia?" tanya Max tiba tiba


"Iya sayang aku sangat bahagia apalagi sekarang aku mengandung calon anak kita," ujar Maureen sambil memgelus perut buncitnya


Sementara Sopir mengeluarkan koper milik majikannya dan lalu membawanya masuk kedalam.Max menuntun istrinya langsung menuju ke kamar.Cklek pintu kamar terbuka dan mereka berdua langsung masuk kedalam.Max langsung menyuruh istrinya duduk diranjang.


"Sayang kamu disini dulu ya aku mau ambil koper dulu," ucap Max


"Iya sayang," jawab Maureen sambil mengelus perutnya


Max keluar dari kamar dan berjalan menuju ke depan.Dia mengambil dua kopernya dan sopir pun segera keluar.Setelah itu Max berbalik dan melangkah menuju ke kamar. Cklek pintu kamar terbuka dan Max langsung menaruh koper kopernya didekat lemari.


"Sayang kenapa kita tidak tinggal dimansion mommy dan daddy saja?" tanya Maureen


"Enggak papa sayang kalau disini kita bisa leluasa apalagi berolahraga diatas ranjang tanpa ada gangguan," ungkap Max sambil tersenyum mesum


"Huh dasar mesum," ujar Maureen kesal


Maureen berdiri dengan pelan lalu masuk kedalam kamar mandi.beberapa menit kemudian selesai mandi dan berganti pakaian dnegan piyama, Maureen segera membaringkan tubuhnya diatas ranjang dengan pelan.


Max pun segera mandi dan berganti pakaian.Kemudian dia berbaring disebelah istrinya dan mengelus perut istrinya yang membuncit.


"Sebaiknya kita tidur sayang ini sudah larut malam," ucap Max


"Iya sayang tapi kamu harus usap perutku ya," ucap Maureen


Max mengangguk dan dia menuruti keinginan istrinya lalu keduanya pun langsung terlelap kealam mimpi.


Sementara Xavier dan Sera juga berada didalam kamar dan mereka tidur dalam posisi berpelukan.


tbc


baca novel author dan jangan lupa


like 👍


vote


rate ⭐⭐⭐⭐⭐


komen 📝