ROSES

ROSES
kopi??



Beberapa lama kemudian akhirnya mereka sampai dikontrakkan milik Ayura Anindita.


"Saya akan tunggu di sini, waktu mu hanya 10 menit dari sekarang" ujar Arga


"iya Pak" jawab Yura dengan cepat dan kemudian langsung berlari meninggal kan mobil Arga, Yura pun memasuki rumah nya dan langsung memasukkan bajunya kedalam koper.


"gila itu bapak... bapak" ujar Yura kemudian langsung berlari lagi meninggalkan kontrakan nya dan kemudian langsung masuk kedalam mobil milik Arga


"good Girl" ucap Arga dan kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke mansion milik Arga.


Beberapa lama diperjalanan, Yura merasakan ngantuk dan akhirnya tertidur dimobil.


"Hei bocil bangun" ucap Arga sambil memukul pundak Yura, merasa ada yang memukul pundak nya, Yura pun terbangun.


Hoamm( Yura menguap kemudian melihat kearah yang sedang membangun kan ya)


"eh maaf Pak, udah sampe? " tanya Yura polos


"udah, ayo Turun" ujar Arga sambil menarik paksa tangan Yura. Di mansion Arga ada banyak pembantu dan hal itu yang membuat Yura sedikit curiga terhadap Arga.


"Bik" ujar Arga


"Iya Tuan" ucap Azira


"Kamu urus dia, dan beritau apa pekerjaan nya disini" ujar Arga


"Baik Tuan" ucap Azira


"Saya mau kekamar dulu" ucap Arga, setelah kepergian Arga, Azira pun langsung tersenyum menatap Yura


"Hai namaku Azira, panggil aku kak atau bik juga bisa" ujar Azira


"Hai kak, namaku Ayura" ucap Ayura sembari tersenyum ramah


"Ay, jadi disini itu pekerjaan mu adalah menyiapkan segala keperluan dari pak Arga, mulai dari dia bangun hingga doa tidur" ucap Azira


"Kenapa? bukannya semua wanita ingin selalu melihat Arga? " tanya Azira sedikit terkejut melihat Reaksi Yura


"kecuali diriku kak, bersama dia itu seakan akan dineraka" ucap Yura yang belum menyadari keberadaan Arga dibelakang nya, melihat adanya Arga, Azira langsung memberi kode pada Ayura tapi Ayura malah merasa jika Azira sedang menyetujui perkataan nya.


"kakak tau, pada saat kami di kampus, teman ku bernama Adira tidak sengaja menabrak nya dan dia malah meminta ganti untuk pembayaran Jas monja nya itu" ujar Ayura


"ehem... ehem... ehem" Arga pun langsung berdehem, Ayura yang mengenal suara itu langsung menoleh ke belakang.


"Senang membicarakan diriku? " tanya Arga kemudian


"Eh pak Arga, bukan pak Arga, iya kan kak? " tanya Ayura pada Azira


"kamu fikir saya tuli? " ucap Arga, Ayura pun langsung mengatupkan ke-dua tangan nya dan kemudian berkata


"Maafkan saya pak Arga, saya tidak akan ulangi lagi" ujar Ayura


"Jika saya dengar kamu menjelekkan saya lagi, saya akan tambahin waktunya 2 minggu" ucap Arga


"haa? iya pak" ucap Ayura


'Ngak mau lagi, bisa mati aku disini' batin Ayura


"Buatkan saya kopi dan antarkan kekamar saya, saya tunggu dalam lima menit" ujar Arga dan langsung pergi meninggalkan kedua wanita tersebut.


Ayura pun langsung memasak airnya dan kemudian membuat kopi hitam untuk Arga, setelah selesai, Ayura langsung mengantarkan kopi tersebut kepada Arga.


etch, Ayura tidak tau kamar Arga, dia pun akhirnya bertanya terlebih dahulu kepada Azira.


"Kak, kamar kak Arga dimana yaa? " tanya Ayura


"kamu naik aja dan kemudian ketuk pintu nya" ujar Azira dan Ayura pun menganguk. Ayura pun langsung menaiki tangga dan kemudian mengetuk pintu kamar Arga.