ROSES

ROSES
sekarang atau besok??



Arga pun menarik tangan yura hingga sampailah mereka di sebuah kamar yang sangat besar.


"Pak anda mau ngapain? " Tanya Yura ketakutan


"Saya mau ngapain? Kamu harus ganti rugi" Ucap Arga


"Saya akan cuci baju bapak tapi izinkan saya untuk pergi" Ujar yura kemudian ingin pergi tapi lagi-lagi Arga menghalangi dengan memegang tangan Yura.


"Kalau kamu berani satu langkah saja pergi, saya akan hancur kan teman kamu" Ujar Arga


"Oke, saya harus ganti rugi dengan apa? " Tanya Yura pasrah


"Kerja di mansion saya satu minggu" Ujar


"Apa? " Ucap Yura terkejut dan Arga menganguk


"Maaf Pak, saya tidak mau" Ucap Yura


"Oke, kalau gitu saya akan hancurkan Nona dira saja, gimana? " Tanya Arga sambil menaikan alisnya "dalam hitungan ketiga kamu harus jawab, 1,,,2....." Ucap Arga


"Oke... Oke Pak Arga, saya akan" Ucap Yura dengan wajah yang sangat tertekan


"Apa? " Tanya Arga


"Akan bekerja dengan bapak seminggu" Ucap Yura


"Bagus, besok saya akan jemput kamu" Ucap Arga


"Tapi saya punya satu syarat pak" Ucap Yura


"Maaf, saya orang yang tidak suka diberi syarat, Oke" Ujar Arga kemudian berlalu meninggalkan Yura. Sementara Yura merutuki Arga setelah kepergian nya.


Yura pun langsung mencari keberadaan Dira, disana Dira tanpak sedang memandang seseorang. Yura pun kemudian langsung menghampiri nya dan menepuk pundaknya.


"Pak Arga Yura, dia ganteng banget hari ini. Oh ya, dia kok kesini yaa? Bukanya ini Acara dari Prusahaan Arga company? Etch, namanya kok sama sama prusahaan kita? " Ucap Dira sambil memeberikan pertanyaan


'Apa yang diucapkan dira itu kok kayak ada benarnya' batin Yura


Yura pun hanya mengeleng kan kepala nya untuk menghilangkan fikiran nya yang tidak-tidak.


Tring... Tring... Tring suara notifikasi handphone Yura bergetar yang menandakan ada yang mengirim pesan, Yura pun membuka handphone nya dan ternyata pesan dari sosok nomor baru.


'Sekarang keluarlah, dalam waktu lima menit kamu harus sudah sampai. Jangan membantah atau kau akan tau akibatnya' pesan sosok pria


yura pun langsung melihat foto profil sang pemilik hingga tampilan sosok pria yang sangat dikenalnya, yura pun langsung berlari keluar dan mencari seseorang yang mengirim nya pesan.


"Hai gadis bodoh, naiklah" Ujar Arga dan Yura menganguk dan langsung naik ke dalam mobil. mereka pun langsung meninggalkan pesta.


"Kita mau kemana pak? " Yura yang dari tadi sudah merasa ketakutan langsung memberanikan diri untuk bertanya.


"Ke rumah kamu" Ujar Arga


"Hah? Kerumah saya pak? Bapak mau ngapain? " Tanya Yura


"Kamu lupa atau pura-pura lupa ha? Saya kan udah bilang kamu akan tinggal di mansion saya" Ujar Arga


"kasih saya waktu pak, bisa ya please" ucap Yura sambil memohon


'aduh kenapa saat natap matanya jadi ngak tega yaa dan ini jantung ku kenapa lagi' batin Arga sambil memalingkan wajahnya langsung dari Yura


"owh gini aja, gimana saya kasih waktu satu hari,, tapi kamu saya tambahin jadi dia minggu dirumah saya" ujar Arga


"Whattt, yaudah pak saya setuju tinggal di mansion bapak, tapi apa kata.... " ucapan Yura terpotong saat Arga secara tiba-tiba mencium pipinya


"Diam atau kamu akan dapat lebih dari itu" ujar Arga dan Yura pun kaget dan takut hingga memutuskan untuk diam