Raiha Time Travel

Raiha Time Travel
96



''kenapa berkebun sayuran dan bukannya bunga?. bukankah akan bagus untuk menghias taman dengan bunga-bunga agar lebih cantik.'' Rudra


''tentu saja sayuran bisa di masak untuk di jadikan makanan. sedangkan bunga hanya untuk hiasan ya meski pun ada beberapa yang bisa di jadikan makanan. dan juga sayuran lebih baik menurut ku. '' Raiha sambil serius mengurus kebunnya.


''apa kamu kekurangan bahan makanan hingga membuat mu berkebun sayuran seperti ini?. bukanya istana memberikan bahan makanan yang cukup.'' Rudra


''((apa yang ia katakan sebenarnya, jelas ia tahu yang sebenarnya tapi masih pura-pura tidak tahu. )) iya mereka hanya memberikan ku stok makan untuk seminggu saja. saat aku meminta tambahan bahan makanan mereka masih menolak hal itu. " Raiha dengan raut wajahnya yang kesal.


"baiklah aku akan mencoba mengurus masalah ini untuk mu. jadi, apa aku bisa membantu mu saat ini aku pikir aku ingin bermain bersama mu. tidak ada hal penting yang sedang aku lakukan juga. jadi, aku bisa membantu mu berkebun bagaimana? bisa kan?." Rudra terus-terusan memojokkan Raiha.


"hah. apa pangeran ke dua benar-benar ingin bermain dengan ku?.((apa yang ia katakan sebenarnya, ikut bermain dengan ku?. apa ia benar-benar orang yang aku kenal sebelumnya?. apa ia sedang merencanakan sesuatu ia sangat mencurigakan ya sudahlah ku urus nanti saja.))'' Raiha sambil berkebun.


''apa aku tidak boleh bermain dengan mu Raiha?. '' Rudra


'' bukan Mmm.....bukan begitu hanya saja. mm.... bukankah pangeran sibuk membantu mengurus acara Festival yang akan di adakan sebentar lagi. dan pelayan juga sepertinya sudah mulai sibuk mendekorasi istana. (( ya meski pun istana batu tidak di hias atau pun di bersihkan. lagi pula, siapa yang akan datang ke tempat terpencil ini yang jauh dari istana utama. dan juga tidak ada apa pun yang menarik di tempat ini baik taman mau pun kolam yang indah. ))" Raiha


"tentang itu tenang saja banyak orang yang mengurus acara Festival. ada kak raka dan juga kak Ranidla yang mengurus acara Festival. lagi pula saudara yang lainnya juga bisa membantu persiapan acara Festival nanti. ah iya bukankah lebih baik kamu memanggil ku kakak. dan kamu juga seharusnya memanggil ku kak Rudra saja. tidak perlu memanggil ku pangeran, lagi pula ini bukan acara formal atau pun penting. "Rudra


"tapi....bagaimana bisa aku memanggil pangeran begitu. bukannya tidak sopan meski pun kita adalah saudara.'' Raiha


''Raiha.... Raihan..... '' Rudra


''.......((padahal ia dulu juga pernah bilang begitu pada ku dan membuat ku di permalukan di depan umum. tapi, ia tidak pernah mempermasalahkan Elettra saat ia memanggilnya kakak. apa lagi saudara ku yang lainnya juga sama tidak ingin aku memanggil mereka kakak. saat aku memanggil mereka kakak wajah mereka menjadi kesal atau mereka mengacuhkan ku begitu saja.))" Raiha termenung dalam pikirannya tapi ia tetap terus melanjutkan berkebun.


"kenap diam saja dari tadi aku memangil nama mu, lagi pula aku katakan tidak ada alasan lagi. apa kamu tidak bisa melakukan ini untuk ku ?. aku tidak masalah selama ini hari-hari biasa dan bukannya hari penting atau acara penting." Rudra dengan raut wajahnya yang serius sambil menatap Raiha.


"baiklah sekarang aku akan bermain dengan mu dan juga membantu mu berkebun. elemen ku adalah tanah jadi aku bisa mengatur tanah ini menjadi subuh. sehingga hasilnya akan bagus juga." Rudra dengan senangnya setelah ia di panggil kakak oleh Raiha.


"Tapi Kak, tentang bermain dan berkebun dengan ku lebih baik kapan-kapan saja ya. sebentar lagi kan akan ada Festival kak Rudra pasti akan sibuk dengan ini dan itu. aku juga harus mempersiapkan diri ku untuk acara Festival nantinya. " Raiha kemudian berdiri.


"baiklah bagaimana kalau untuk persiapan Festival nanti aku membantu mu juga ya. ah iya Lion dan Leo juga akan datang mengunjungi mu. mereka juga sepupu mu jadi lebih baik untuk saling mengenal bukan. mereka adalah anak dari keluarga Leonidas yang merupakan tempat di mana ibu di besarkan. jadi mereka adalah kelurga dekat kita. " Rudra


"baiklah aku mengerti, tapi Kak Rudra tidak perlu membantu ku menyiapkan apa pun. lagi pula aku akan di sana sebentar saja setelah itu kembali ke istana batu. jadi saat acara Festival berlangsung nanti aku hanya akan menghabiskan waktu ku di istana ini. " Raiha


" apa yang kamu katakan bagaimana bisa kamu tidak mengikuti semua acaranya. "Rudra dengan wajahnya yang penuh tanda tanya.


"lagi pula bukannya yang lainnya tidak suka jika aku ada di sana terlalu lama. aku juga tidak terlalu suka dengan keramaian. (( mereka pasti akan mempermalukan ku nanti di acara pembukaan. jadi, bagaimana mungkin aku akan berdiam di sana menikmati acara Festival. saat aku keluar istana dulu juga yang telah membuat ku bertemu dengan Dark. jadi, kali ini aku akan tetap berada di istana ini. ))" Raiha


"apa pun yang terjadi kamu harus tetap mengikuti Festival nantinya. aku tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan. jika terjadi sesuatu aku akan mengurus hal itu dengan baik. jadi, kamu tidak perlu khawatir dengan apa yang orang lain katakan. Lion dan Leo juga akan menjaga mu nantinya. "Rudra


"baiklah kak Rudra aku akan mengikuti keinginan kakak. ((sudahlah ku turuti saja atau nanti pasokan bahan makanan tidak terurus lagi. Serfani juga jadi kesulitan karena hal itu yang tidak pernah di tanggapi pihak istana. ))" Raiha


''putri akhirnya aku menemukan mu kenal putri ada di sini. aku sudah berkeliling istana batu tapi tetap tidak menemukan putri. acara festival akan di adakan sebentar lagi tapi putri bahkan belum menyiapkan pakaian apa pun. '' Serfani yang datang tiba-tiba.


''tenanglah Serfani aku baik-baik saja jadi tenang ya. '' Raiha


''bagaimana bisa tenang putri bahkan selalu pergi tanpa memberi tahu ku. pulang-pulang pakaian putri di penuhi dengan tanah. jika terjadi sesuatu pada putri bagaimana. '' Serfani terus melanjutkan omongannya tanpa melihat sekeliling kalau Rudra ada di tempat itu.