Raiha Time Travel

Raiha Time Travel
114



...Setelah beberapa saat Raiha pun selesai mandi. setelah ia mandi ia mulai menuju ke tempat ia berias untuk bercermin. Serfani pun langsung sigap membantu putri Raiha untuk mengering kan rambut Raiha....


...Raiha pun mulai menatap diri nya sendiri di cermin dengan raut wajah kelelahan. Serfani faham pasti sang putri sangat kelelahan atas semua yang terjadi di hari ini....


...Suasana menjadi hening kala sang putri hanya menghela nafas nya perlahan dan sesekali ia cemberut....


''bagaimana hari mu putri, apa kah putri menikmati acara pembukaan festival. aku yakin ada banyak orang yang datang kan. '' Ucap Serfani yang terus memperhatikan Raiha.


''ya ada banyak orang yang datang p dari berbagai tempat, daerah, kerajaan lain juga. tapi kak Lion dan Kak Leo selalu saja bertengkar di pesta hari ini. kak Rudra dan kak raka juga sama meski pun aku kurang tahu apa yang mereka bicarakan. tapi aku dengar nama ku juga di sebut-sebut. '' ucap Raiha dengan wajah nya yang sudah lelah dan ingin segera beristirahat.


"putri............ hari ini pasti putri sangat kelelahan kan?. jadi aku khusus menyiapkan susu hangat untuk mu agar bisa tidur dengan baik. " ucap Serfani untuk memecah kan keheningan. sambil ia membawa segelas susu hangat di tangan.


"mm........mm........(Raiha sambil mengangguk kan kepalanya) ya hari ini adalah hari yang sangat melelahkan. ku harap besok adalah hari yang tenang untuk ku dan tidak ada keributan lagi. aku juga ingin menikmati festival dengan baik kali ini. " ucap Raiha sambil menatap diri nya sendiri di cermin lalu menghela nafas perlahan-lahan.


'''huh?? apa yang putri katakan?. '' ucap Serfani yang tidak tahu apa yang telah terjadi di acara pembukaan festival.


''bukan apa-apa aku hanya berharap besok kita bisa bersenang-senang di festival nanti.(( ku harapan semuanya baik-baik saja besok.))'' ucap Raiha mengubah topik pembicaraan sebelum nya.


"aku juga berharap begitu putri. baiklah sudah selesai putri sekarang bisa beristirahat dengan baik. " ucap Serfani.


"hmmm......... mm........... ya terima kasih Serfani, aku akan tidur lebih awal hari ini. jika ada yang mencari ku bilang saja aku sedang istirahat dan tidak ingin di ganggu. " ucap Raiha sambil beranjak pergi menuju kasur milik nya.


"baik putri, jika ada sesuatu putri bisa memanggil ku kapan saja. selamat malam dan selamat tidur untuk mu putri. " ucap Serfani dan kemudian pergi meninggalkan putri Raiha yang sudah mulai mengantuk.


"hmm.............Mm.......... ya Terima kasih dan selamat malam juga untuk mu Serfani. " ucap putri raiha sambil duduk di kasur nya. dan mulai merebah kan tubuh nya ke kasur. lalu setelah beberapa menit ia pun menutup mata nya hingga ia terlelap dalam mimpi nya.


...Di luar istana batu....


"sepertinya putri Raiha sangat kecapean yah?. " ucap Serfani sambil menatap kamar sang putri Raiha lalu menatap sosok pria yang ada di depan nya yang bernama lucky.


"hmmmm........mm......... Mmm..........benar juga ya. kayak nya kalau aku jadi putri Raiha juga sudah tidak akan sanggup. tapi memang benar hari ini sangat sangat panjang entah kenapa aku merasa begitu saat melihat wajah tuan putri Raiha.((ku harap putri akan hidup dengan kebahagiaan seperti apa yang mendiang permaisuri harapkan. seandainya yang mulia permaisuri masih ada mungkin putri Raiha tidak akan hidup seperti ini. dan orang-orang juga tidak akan merendahkan ya seperti sekarang.))" ucap Serfani dengan raut wajah murung.


"heyyy? ayo lahhh kenapa kamu murung begitu? nanti jadi jelek loh. " ucap lucky sambil terkekeh melihat wajah Serfani yang murung dan sambil mengetuk pelan kening milik si serfani.


"ishhhh....... a-apa.......apaan yang kamu lakukan barusan?!. " ucap serfani tak Terima kening nya di ketuk. dengan menampil kan raut wajah nya yang memerah.


"jangan marah-marah ya maafkan aku ya. memang kamu mau jadi nenek-nenek jika kamu Marah-marah terus seperti ini?. nanti keriput tidak ada yang mau haha........ ha....... haaa........" ucap Lucky sambil tertawa geli menatap wajah Serfani.


"APAAN APAAN DENGAN SIKAP MU. "ucap Serfani sambil mengembung kan pipi nya.


" ehh shutt jangan berisik nanti putri terganggu, emang kamu mau nanti tuan putri Raiha bangun dari tidur nya? tidak kan?. Lagian juga kasian kan baru aja tidur setelah melewati hari yang panjang ini. " ucap lucky menutup mulut nya Serfani yang hendak berteriak marah-marah.


"e-emm..........Mmm...........mm............mmm........mm.......m......iya iya . lepasin tangan kamu sekarang apa kamu mengerti?. " ucap Serfani sambil melepas kan tangan lucky dari mulut nya.


"gini gini juga bakal megang tangan mu selama nya. " ucap lucky menggoda Serfani sambil terkekeh.


"h-hah????.......apaan?." ucap Serfani dengan wajah polos nya


...Lucky pun melepas kan tangan nya dari mulut nya Serfani. suasana pun menjadi hening kala Serfani dan Lucky tidak sengaja Bertatap-tatapan. kini jantung ke dua orang itu berdetak kencang....


...Namun si Serfani hanya merasa biasa saja sedang kan si Lucky muka nya sudah memerah. hingga salah satu dari mereka memecah kan keheningan tersebut dengan mengganti topik pembicaraan....


"e-em ya kau benar putri Raiha baru saja tidur dan belum lagi ada hari esok. yang pasti aku berharap besok adalah hari yang baik untuk tuan putri Raiha. oh iya, lebih baik kita pergi ke dapur untuk makan, kau belum makan bukan?. " ucap Serfani untuk memecah kan keheningan. dengan nada lembut seperti biasa, namun di mata Lucky itu adalah pertanda bahwa Serfani sudah mulai perhatian akan diri nya.


"e-eh iya aku benar-benar sangat lapar sekarang. memang ada makanan apa di dapur?. " ucap Lucky bingung karena biasa nya mereka hanya makan pagi itu pun jatah mereka setiap harinya dari istana.


"emm...... Mmm...... entah lah tapi ku rasa tadi tuan putri Raiha membawakan beberapa biskuit dan kue untuk kita. dia menyuruh ku untuk memakan nya bersama dengan mu. tuan putri Raiha bilang putri menyimpan nya di dapur untuk kita makan. ku rasa putri Raiha sudah makan maka nya dari itu putri raiha menyuruh kita makan biskuit dan kue nya dari pesta pembukaan festival tadi." ucap Serfani