
"....( dasar kaisar sialan itu karenanya aku sekarang tidak bisa kabur dan membuat rencana yang sudah ku buat untuk masa depan ku gagal. sekarang ia tidak memberikan ku pendidikan malah elettra saja yang mendapatkan pendidikan dan tutor terbaik. kalau aku masih di istana batu setidaknya ada ka leo dan ka lion yang mengajari ku. huh...😠ayah dan kaka ku mereka benar benar membuat ku kesal setiap hari huh. aku ingin menjalani hidup baru yang ku inginkan sekian lama sekarang malah kembali seperti dulu. aku berharap nantinya mereka akan kehilangan sesuatu yang berharga bagi mereka karena kesalahan yang telah mereka perbuat nantinya mereka akan menyesal huh😡. ah... membuat marah saja lebih baik sekarang aku masuk ke kamar saja.)" raiha
" tok...tok...tok putri cemilannya sudah siap." serfani
" iya masuk saja." raiha
" ada apa putri kenapa terlihat sangat kesal." serfani
"tidak ada apa apa. aku ingin makan kue nya sekarang." raiha
"ini pelan pelan saja jangan terburu buru." serfani
" tiada apa aku sedang ingin makan makanannya sekarang.(huh... karena mereka membuat ku kesal kemarin kaka kaka ku mereka tidak memperhatikan ku seperti menganggap ku tidak ada dan pengganggu sedangkan sekarang ayah kaisar itu juga berulah lagi huh😠. )"raiha
"....(ada apa dengan putri ? ia benar benar kelihatan sangat kesal saat ini dan tadi pagi ia juga terlihat seperti habis menangis. ha aku berharap semuanya akan berjalan baik baik saja untuk mu putri raiha. putri raiha pasti mendengar tentang tutor baru itu. kaisar dan anaknya yang lain mereka benar benar mengecewakan seandainya ratu masih ada putri raiha pasti akan baik baik saja. ratu rela mengorbankan nyawanya untuk melahirkan putri raiha agar ia bisa hidup dan melihat dunia serta mendapatkan banyak kasih sayang dari ayah dan kaka kakaknya karena ratu tidak bisa memberikan kasih sayang seorang ibu setelah ia tiada . tapi mereka menyalahkan kematian ratu pada raiha. aku berharap ada yang dapat aku lakukan untuk membantu putri raiha.)"serfani
"serfani.... serfani." raiha
" ada apa putri." serfani
" aku memanggil nama mu dari tadi dan kamu malah bertanya ada apa. harus nya aku yang tanya kenapa kamu diam saja dari tadi sampai tidak mendengar aku memanggail - manggil nama mu berulang kali. apa yang sedang kamu pikirkan apa ada masalah." raiha
"tidak ada masalah sama sekali." serfani
"terima kasih putri saya pamit undur diri ." serfani sambil keluar dari kamar raiha
".... (huh ... aku ingin pergi dari sini. akhir - akhir ini mereka semakin membuat ku sangat kesal. serfani juga seperti nya memiliki banyak pikiran . apa para pelayan istana lainnya membuat masalah untuk serfani. )" raiha
hari festival pun tiba. serfani mengetuk pintu kamar raiha. tapi tidak ada jawaban ia langsung memasuki kamar raiha dan melihat raiha masih tidur.
"putri ayo bangun ini sudah waktunya bersiap semua orang sibuk bersiap siap kenapa putri masih tidur terus." serfani
"ah... serfani ini kan masih pagi - pagi sekali matahari juga belum terbit sama sekali. aku masih mengantuk karena tidak bisa tidur dari semalem." raiha
"kenapa tidak bisa tidur ?" serfani
" kaka(*raka) sialan itu ia membuat ku membereskan buku - buku yang ada di perpustakaan sendiri. padahal dia yang bilang kalau sudah selesai membaca buku harus beresin buku nya sendiri. malah nyuruh aku beresin buku - buku yang sudah di pakai sama eletra. bilang ke aku seperti ini * eletra masi kecil kamu harusnya tau ia butuh tidur lebih awal. kamu sebagai kaka harusnya membantu membereskan buku - bukunya kalau belum selesai tidak boleh tidur*." raiha
"bagaimana mana putri bisa di perpustakaan. hingga di suruh membereskan buku." serfani
"iblis es itu(*raka ) ia menyuruh pelayan memanggil ku untuk ke perpustakaan setelah makan malam dan langsung menyuruh ku begitu . heh...😠aku juga umurnya sama seperti eletra kalau eletra butuh tidur lebih awal aku juga butuh tidur lebih awal. kalau aku kakak nya eletra dia juga kaka nya eletra harusnya ia saja yang bereskan kenapa menyuruh ku." raiha
" baik - baik aku mengerti putri tapi putri harus bersiap - siap sekarang juga." serfani
" baiklah." raiha