Raiha Time Travel

Raiha Time Travel
86



''diam kalian jika kalian bisa lebih perhatian pada adik kalian. ia pasti tidak akan berakhir seperti sekarang ini. jika kalian tidak merebut kalung itu setidaknya Raiha masih bisa di selamatkan. apa kalian tidak memikirkan perasaan Raiha sama sekali. bagaimana perasaannya saat keluarganya sendiri ikut juga menyakiti dirinya. bagaimana mungkin Raiha ingin tinggal dan menetap di tempat seperti ini. hiks........ hiks........... hiks........... aku yang salah karena aku sangat mempercayai kalian untuk menjaga dirinya. aku berpikir kalian akan memberi kasih sayang yang tidak bisa ku berikan selama ini. hiks.......... hiks.......... hiks........... tapi kalian membuat ku kecewa dan merasa sangat bersalah karena mempercayakan Raiha pada kalian. aku yang melahirkan dirinya dan membawanya datang ke dunia ini tapi aku membuat Raiha mengalami hal seperti ini.'' yang mulia permaisuri tidak berhenti menyalahkan dirinya sendiri.


...Di sisi lain Raiha....


''berapa lama aku tertidur (Raiha beranjak dari tempat tidurnya berjalan mendekati jendela) dan di luar juga sepertinya sudah gelap. aku tidak bisa tidur lagi karena aku sudah tidur seharian ini. lebih baik aku keluar mencari udara segar lagi pula di ruang saja juga membuat ku bosan. " Raiha pergi keluar berjalan menuju taman.


"apa yang putri lakukan di luar. "Lucky


"maaf kamu siapa aku belum pernah melihat penjaga di istana ini. " Raiha


"maafkan saya karena tidak memperkenalkan diri saya. nama saya Lucky saya bertugas menjaga putri Raiha. apa putri melupakannya? saat itu saya yang mengajukan diri sendiri sebagai penjaga putri Raiha saat itu putri juga tahu sendiri." Lucky


" mungkin karena aku sakit beberapa hari ini jadi aku melupakan beberapa hal ha....ha.....ha...ha....((seingat ku seharusnya Lucky datang ke istana ini itu beberapa bulan lagi apa lucky sudah jadi penjaga ku secepat ini seperti Serfani.)) Lucky aku sedang ingin berjalan-jalan mencari udara segar lagi pula di dalam ruangan terus bikin aku makin pusing. Apa kamu sedang berjaga malam di sekitar istana ini. kamu juga harus istirahat apa lagi hanya ada kamu dan serfani yang akan mengurus ku. " Raiha


"tidak apa-apa putri lagi pula aku sudah terbiasa dengan hal ini. saya juga harus menjaga putri jadi aku akan ikut dengan putri Raiha. saya juga minta maaf karena tidak ada saat putri terjatuh ke dalam kolam istana waktu itu. saya tidak menjaga putri dengan baik jadi saya mohon maaf putri. " Lucky


"tidak apa-apa lagi pula di sana tidak boleh ada penjaga laki-laki kan. jadi ini bukan kesalahan mu aku saja yang tidak cukup berhati-hati. ((pesta yang di adakan Elettra tidak membolehkan penjaga laki-laki di sana. ini pasti rencananya bagaimana pun ia tahu aku hanya memiliki seorang penjaga dan itu pun laki-laki. sedangkan dirinya ia memiliki banyak penjaga baik laki-laki mau pun perempuan. para bangsawan lainnya juga memiliki hal yang sama. dan kenapa serfani tidak menemani ku ke pesta bagaimana pun juga ia adalah pelayan pribadi ku. )) " Raiha


"putri ada apa kenapa diam seperti itu apa putri merasa tidak enak badan lebih baik kita kembali saja. Serfani juga akan khawatir bila putri tidak ada di kamar. " Lucky


"baiklah lebih baik kita kembali sekarang sudah lama juga aku berada di luar. " Raiha


...Kemudian Raiha dan Lucky kembali ke dalam istana saat di perjalanan mereka bertemu dengan pangeran Rudra....


"salam pangeran Rudra. " Lucky


"salam pangeran Rudra ((lagi pula ia tidak ingin ku panggil kakak. setiap aku memanggilnya kakak ia pasti akan memasang wajah seperti dulu lagi. ia juga akan mengabaikan salam ku seperti sebelumnya sudahlah lebih baik aku pergi.)) Lucky lebih baik kita pergi sekarang pangeran Rudra pasti sibuk jadi kita pergi dari sini."Raiha beranjak pergi.


"Raiha." Rudra memanggil nama Raiha.


...Raiha menghentikan langkah kakinya dan menghadap ke arah Rudra....


"ada apa pangeran memanggil ku apa ada yang ingin pangeran katakan pada ku. " Raiha dengan nada dingin.


"kamu seharusnya memanggil ku kakak bagaimana pun ini bukan acara resmi. jadi kamu bisa memanggil ku kakak untuk ke depannya. " Rudra


"bukan kah kamu tidak pernah ingin aku memanggil mu kakak. lagi pula apa kamu pernah menganggap ku adik mu sendiri. aku tidak ingin membuat masalah untuk orang lain aku akan diam di kamar ku. jadi kamu tidak perlu berpura-pura peduli pada ku. "Raiha pergi meninggal Rudra


"maaf pangeran putri Raiha sedang tidak enak badan jadi putri ingin istirahat secepatnya. kalau begi saya permisi. "Lucky pergi menyusul Raiha.


"huh..... kurasa aku masih jauh dengan Raiha. aku tidak tahu bagaimana dengan saudara ku yang lainnya. apa mereka masih ingat dengan ingat tentang masa lalu atau tidak. dan dari yang aku lihat sepertinya Raiha mengingat semua hal yang terjadi. sudahlah aku harus menjaga Raiha mulai sekarang. aku sudah melalaikan dirinya berkali-kali di kehidupan sebelumnya. tapi aku bingung seharusnya Lucky belum menjadi penjaga Raiha tapi sekarang ia sudah menjadi penjaga Raiha. Elettra juga datang ke istana ini lebih awal dari kehidupan sebelumnya. ia berhasil memanipulasi seluruh orang di Kekaisaran untuk membenci Raiha dan membuat Raiha dalam masalah setiap saat. mungkin ini kesempatan ku untuk menebus kesalahan ku pada Raiha. saat pertama kali aku bangun aku kembali saat Raiha baru berumur 5 tahun. " Rudra


...Di sisi lain saat Rudra bangun dan menyadari bahwa dirinya kembali ke masa lalu. ia langsung bergegas menemui Raiha. dan ia juga menyadari adanya beberapa perubahan yang terjadi. ia memutuskan untuk menyelidiki semua yang terjadi di istana selama ini....


...Di sisi lain kamar Raiha. Serfani yang sedang cemas mencari-cari putri Raiha karena pergi tanpa bilang-bilang. sesampainya Raiha di kamarnya....


''di mana putri pergi kenapa putri tidak ada di kamarnya. ''Serfani yang cemas.


''Serfani aku kembali, maaf aku keluar tanpa bilang dulu pada mu. '' Raiha masuk ke kamarnya.


"putri kenapa putri keluar tidak bilang-bilang pada saya. saya sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada putri di luar sana. apa lagi putri baru sembuh dari sakit dan harus banyak beristirahat. tapi putri malah keluar malam bagaimana bila putri sakit lagi, apa lagi di luar sangat dingin kan. " Serfani yang cemas pada Raiha.


"iya iya aku akan bilang pada mu jika aku ingin pergi ke luar lagi. jadi jangan marah lagi ya. " Raiha menenangkan Serfani