Raiha Time Travel

Raiha Time Travel
80



''itu tidak lah penting aku kesini hanya ingin meminta air kehidupan untuk Raiha. lebih baik kamu segera memberi air kehidupan itu pada ku sekarang aku aku tidak punya waktu untuk mu. ''yang mulia permaisuri.


...Di sisi lain para pangeran dan putri lainnya berkumpul bersama untuk memenuhi panggilan yang mulia kaisar. saat di perjalanan mereka bertemu dengan kesatria milik kaisar....


''salam pangeran dan putri yang mulia ada di ruangan rapat sekarang. '' kesatria kaisar menyambut para pangeran dan putri yang telah kembali ke istana.


''ada apa ayah manggil kita kembali dengan terburu-buru. padahal aku sedang mengumpulkan bahan untuk penelitian ku kan sayang kalau bahannya rusak.'' Bintang


''benar aku bahkan belum selesai mengerjakan tugas yang kak Ranidla berikan pada ku. '' Langit


''sudah diam aku capek tahu kalian sangat berisik. ((kenapa ayah kaisar memanggi kita ke istana dengan terburu-buru tidak seperti biasanya juga tidak seperti ini.))'' Candrika


''.... ((ada apa ayah kaisar memanggil ku ke istana masalah di kota juga belum beres. apa telah terjadi sesuatu lebih baik akau segera bergegas ke dalam. )) sudahlah ayo kita pergi sekarang juga ayah kaisar pasti menunggu kita sekarang." Ranidla


...Dalam perjalanan mereka berpapasan dengan semua orang yang keluar dari ruang rapat....


"apa rapatnya sudah selesai? kenapa kalian keluar dengan terburu-buru?. " Ranidla yang merasa kebingungan


"yang mulia permaisuri ada di dalam kami di minta untuk keluar dari ruang rapat kalau begitu kami pergi dulu. " orang itu pun pergi menjauh.


"apa yang sebenarnya mereka katakan tidak mungkin ibu kembali ibu sudah tiada bertahun-tahun yang lalu. " Candrika


"apa mereka sedang bercanda tapi apa ibu benar-benar kembali. apa yang sebenarnya terjadi ayah juga meminta kita untuk secepatnya kembali ke istana. lebih baik kita lihat secara langsung sekarang. " Langit bergegas masuk ke ruang rapat.


"benar ayo cepat kita ke sana. " Bintang menyusul Langit yang masuk ke ruang rapat.


...Mereka yang mendengar hal itu pun segera pergi menuju ruang rapat untuk memastikan kebenarannya. mereka pun sampai di depan ruang rapat dan segera masuk ke dalam ruangan rapat itu. mereka sangat terkejut saat melihat ibu mereka yang ada di depan mata mereka sendiri. sedangkan mereka tahu kalau ibu mereka telah tiada bertahun-tahun lamanya....


" Ibu. " secara bersamaan


"jadi ibu benar-benar sudah kembali ke istana tapi bagaimana bisa. bukan kah ibu sudah tiada bertahun-tahun lamanya. " Bintang yang terheran-heran dengan apa yang di lihat oleh dirinya sendiri.


''ibu bagaimana kabar mu dan bagaimana ibu bisa ada di istana ini. '' Ranidla


''benar ibu kami sangat merindukan mu selama ini. '' Bintang


''diam kalian aku sedang sibuk sekarang tidak ada waktu untuk berbicara yang tidak jelas dengan kalian. '' yang mulia permaisuri yang acuh tak acuh pada anak-anak yang lain. pikirannya di penuhi dengan Raiha dan bagaimana cara untuk menyembuhkan kondisi Raiha yang terus memburuk.


''aku akan mengambilnya kalian bisa menunggu di tempat Raiha. '' yang mulia kaisar pergi menuju ruang leluhur untuk mengambil air kehidupan.


''kalian diam lah dulu, ayo ibu kita pergi ke tempat Raiha sambil menunggu ayah kaisar membawa air kehidupan itu.'' pangeran pertama Raka mengajak Permaisuri untuk pergi menuju ke tempat Raiha.


...Permaisuri pun pergi bersama Pangeran pertama menuju tempat Raiha....


''tentang ibu kenapa ia terlihat sangat marah bukan kah seharusnya ibu senang kita dapat berkumpul bersama lagi. lalu kenapa ibu seperti marah dan kecewa saat melihat kita. '' Bintang


''benar ibu tidak pernah seperti ini kepada kita kan. selama ini juga ibu selalu menyayangi kita meski pun kita sering berbuat masalah dan hanya menasehati kita. '' Langit


''Rudra sebenarnya apa yang telah terjadi di istana dan bagaimana ibu bisa kembali. '' Ranidla


''kak aku juga tidak tahu apa yang telah terjadi sebenarnya. aku juga baru bertemu dengan ibu saat aku pergi untuk mengecek alat untuk mengaktifkan perisai pelindung. kemudian pada saat itulah aku melihat ibu berjalan pergi menuju ke istana Raiha saat itu. '' Rudra sambil menjelaskan apa yang terjadi saat itu.


''kalau begitu bagaimana ibu bisa terlihat marah dan kecewa sekali saat melihat kita. '' Langit


''benar apa kita melakukan kesalahan yang membuat ibu sangat marah pada kita?. '' Bintang yang bingung.


''sebenarnya ini ada kaitannya dengan masalah Raiha waktu itu. '' Rudra kemudian menceritakan kejadian sebelum ibu pergi menemui yang mulia kaisar.


...----------------...


"saat itu ibu mendengar tentang hal ini.... " Rudra menceritakan apa yang ia dengar saat itu.


''Elettra benar-benar ya dan juga pangeran bodoh itu malah memilih dia di banding dengan raiha heh... beraninya ia mengkhianati perasaan Raiha. seharusnya aku saat itu datang ke pesta dan mendukung Raiha di sana. '' Freya


''aku tidak bisa membayangkan betapa sedihnya Raiha saat itu. ketika keluarga dan orang yang ia sayangi malah memihak orang lain di banding dirinya. '' Aneese


''benar-benar apa yang kalian lakukan sebenarnya hah kenapa kalian tega pada adik kalian sendiri. bukannya kalian mendukung Raiha kalian malah memihak pada anak itu. apa kalian sudah dibutakan oleh anak itu sehingga kalian tega pada adik kalian sendiri. ia yang tidak memiliki ikatan darah sama sekali dengan kalian, karenanya kalian tega pada keluarga sedarah kalian sendiri. apa kalian tidak suka pada Raiha berarti kalian juga tidak suka sedarah dengan ku kan.'' yang mulia permaisuri ratu wajah marah


''ibu apa yang ibu bicarakan bagaimana bisa kami tidak menyukai ibu. kami semua sangat menyayangi ibu sampai kapan pun. masalah itu juga hanya kesalahpahaman saja, itu pun sudah selesai sekarang. '' pangeran pertama Raka yang mencoba menghentikan pembicaraan tentang pesta waktu itu.


''Raka kamu ini bagaimana bisa tidak menjaga adik mu, dan bisa-bisanya kamu bilang kesalahpahaman saja. kamu sudah berjanji menjaganya kan apa kamu lupa. saat Raiha belum lahir kalian berjanji akan merawat dan menyayanginya lalu apa ini. orang lain bahkan bisa menindas adik kalian sendiri bagaimana pun juga Raiha adalah putri Kekaisaran ini. apa kalian sebegitu tidak suka pada Raiha. jika iya lebih baik aku dan Raiha pergi dari tempat ini. aku tidak bisa tinggal di tempat yang bahkan orang lain pun bisa mengganggu Raiha dengan bebas. '' yang mulia permaisuri dengan raut wajahnya yang sangat marah dan kekecewaan yang mendalam pada suami dan anak-anaknya yang lain.