Raiha Time Travel

Raiha Time Travel
116



''baik kak Raka.'' ucap Langit


''baik kak Raka. jadi, ada apa kalian memanggil ku sekarang ini. ? '' ucap Rudra yang sedikit kesal.


''huff...... sudahlah kita hanya ingin kamu ikut dengan kami saat di acara festival nanti. '' ucap pangeran pertama Raka.


''benar jarang-jarang kita bisa berpergian bersama-sama. bagaimana menurut mu Rudra?. " putri Ranidla.


"aku sibuk hari itu. jadi, aku tidak bisa pergi dengan kalian besok atau pun kedepannya." ucap Rudra dengan nada dingin.


"sibuk???. sebenarnya sibuk apa?. bukan kah kamu tidak ada tugas untuk beberapa hari ke depan. " pangeran pertama Raka.


"benar, lebih baik kamu juga menikmati festival ini. apa lagi festival ini di lakukan untuk mengingat ibu juga. " ucap Ranidla yang juga menyetujui perkataan Raka..


''apa kakak akan melewatkan festival dan mengurus tugas-tugas itu ?. ''ucap Bintang.


"siapa bilang aku sibuk dengan pekerjaan. aku sibuk akan pergi dengan Raiha besok. jadi, aku tidak akan pergi ke festival dengan kalian. " ucap Rudra.


''kenapa kakak menghabiskan waktu dengan anak itu akhir-akhir ini?. '' ucap Candrika dengan raut wajahnya yang tidak suka dengan ucapan Rudra.


''apa kakak benar-benar akan pergi dengan Raiha ?. bukan kah kakak tidak dekat dengan Raiha selama ini. '' ucap Elettra.


''apa yang kamu katakan ?. tentu saja aku menghabiskan waktu ku bersamanya. ia adalah ADIK KU. Dan juga apa maksud mu dengan anak itu. Raiha adalah putri sah Kekaisaran ini. apa kamu melupakan hal penting ini?. '' ucap Rudra dengan tegas.


''sudah hentikan jangan ribut lagi. bagaimana kalau kita juga mengajak Raiha pergi dengan kita besok.'' Ucap Ranidla memberi saran agar keduanya berhenti bertengkar.


''(( aku tidak akan membiarkan Raiha dekat dengan keluarga nya. atau nanti posisi ku akan semakin sulit di istana ini. aku sudah berusaha berkali-kali untuk membuat Raiha jauh dengan keluarga nya. aku tidak akan membiarkan usaha ku menjadi sia-sia.)) tapi Raiha.... .'' Elettra dengan memasang wajah yang terlihat sedih.


''semua akan baik-baik saja Elettra


''kenapa juga ia harus ikut pergi dengan kita. '' ucap Langit dengan raut wajahnya yang tidak suka jika Raiha pergi bersama mereka.


'' benar ia hanya akan membuat malu saja nanti nya. aku tidak suka dengan cara ia berpenampilan nya. '' ucap Candrika yang juga tidak suka dengan Raiha.


''Candrika hentikan bicara omong kosong mu itu. Raiha adalah adik kandung kita. mengapa kalian sangat tidak suka jika Raiha pergi dengan kita. jika kalian seperti ini lebih baik aku pergi berdua dengan Raiha saja. '' ucap Rudra dengan wajah nya yang marah dan kesal.


'' huft........ kalian mulai bertengkar lagi dan lagi. sebenarnya ada apa dengan kalian huh?. apa kalian tidak cukup berisik sekarang ini. '' ucap pangeran pertama Raka yang sudah emosi dengan tingkah laku adik-adiknya.


''Kak Rudra tidak perlu marah-marah seperti ini juga. lagi pula Elettra juga belum menyampaikan pendapat nya. " ucap pangeran Langit.


...Semua orang menghadap ke arah Elettra. mereka ingin mendengar apa yang akan Elettra pilih....


''aku tidak apa-apa bila Raiha ikut. tapi Raiha...... . '' ucap Elettra sambil memasang wajah sedih seakan-akan Raiha yang berbuat jahat pada diri nya..


"tapi Raiha apa huh? apa kamu ingin cari masalah lagi. ((apa yang ingin ia katakan sebenarnya. aku yakin ia sengaja memasang wajah sedih itu. padahal Raiha yang selalu dalam masalah karena ulah Elettra selama ini. sekarang malah berpura-pura seakan-akan ia yang di sakiti. aku harus melindungi Raiha.))'' ucap Rudra yang semakin kesal.


"sudahlah kita akan pergi bersama dengan Raiha besok. jadi, jangan ribut lagi. " ucap Ranidla dengan tegas.


'' tapi kak Ranidla. '' ucap Langit.


''tidak ada tapi - tapian Raiha akan tetap ikut dengan kita besok. kamu juga setuju dengan ku kan. ucap Ranidla yang semakin menegaskan perkataan nya.


"baiklah semuanya sudah selesai. kalau begitu aku akan pergi duluan. aku harap untuk ke depannya jangan ada keributan lagi. " pangeran pertama Raka meninggalkan ruangan terlebih dahulu.


"kami juga akan pergi dulu. permisi kak Rudra, kak Ranidla"ucap Langit sambil mengajak yang lainnya untuk pergi.


...Ruangan pun menjadi sepi hanya tersisa Ranidla dan Rudra....


Ke duanya pun melanjutkan pembicaraan mereka.


" maafkan saja mereka. tentang Raiha kamu tidak perlu khawatir dengan apa yang mereka katakan barusan. " ucap Ranidla menenangkan Rudra yang marah.


"baiklah kak. ah dan besok aku juga akan mengajak Raiha bertemu dengan kalian. " ucap Rudra yang sedikit ragu-ragu.


"bagus kalau begitu, semuanya akan baik-baik saja. aku akan pergi dulu istirahatlah yang baik. ah dan ucapkan salam ku pada Raiha." ucap Ranidla yang beranjak dari tempat duduk nya.


...Saat putri Ranidla hendak keluar dari ruangan utama. Rudra pun memanggil kakaknya itu dan berkata ke padanya....


''kak.....tunggu dulu kak. '' ucap Rudra memanggil kakak nya yang hendak pergi.


''ada apa ?? apa kamu ingin bilang sesuatu pada ku?. '' ucap Ranidla.


''kak, Raiha berbeda dengan rumor yang ada. aku harap kakak dapat mempercayai Raiha juga seperti ku. Aku hanya tidak ingin ada penyesalan lagi.'' ucap Rudra pada Ranidla yang berdiri di depan pintu..


...Beberapa saat Ranidla hanya bisa terdiam. setelah itu ia berkata pada Rudra bahwa ia percaya pada ke duanya. dan pergi meninggalkan ruangan utama....


"baiklah aku percaya pada mu dan juga Raiha. Raiha juga adik ku seperti diri mu. aku ingin kalian hidup dengan baik. " ucap Ranidla sambil tersenyum, ia pun pergi meninggalkan ruangan.


''huff....... ku harap Raiha mau pergi dengan mereka juga. aku juga harus menjaga Raiha dari anak itu. tunggu aku sepertinya melupakan sesuatu. tapi apa?? sudahlah ku urus besok saja nanti juga akan ingat lagi.'' Rudra pun pergi kembali ke kamar nya.


...Keesokan harinya Ibu kota Kekaisaran di penuhi dengan berbagai macam toko makan dan masih banyak lagi....


...Setiap orang sibuk dengan pekerjaan mereka. banyak orang berlalu lalang di kerumunan festival yang merah....


...Banyak tawa, tarian dan berbagai musik terdengar dari segala penjuru ibu kota Kekaisaran....


...Di sisi lain istana baru tempat Raiha tinggal....


''tok..... tok....... tok......... tok.......... (( suara ketukan pintu)). putri aku akan masuk." ucap Serfani .


"iya-iya masuk saja aku sudah bangun sejak tadi. " ucap Raiha dengan wajah yang masih mengantuk.


"huft....... putri bilang sudah bangun kenapa malah tidur lagi." ucap Serfani sambil mencoba membangun kan Raiha.


"hum.........mm......... mmmm.......... aku masih mengantuk kenapa terburu-buru?. " ucap Raiha yang mulai beranjak dari tempat tidur nya.