
"aduhh...... ah....... kakak kenapa aku di cubit. " ucap raiha dengan kesal dan menggembungkan pipinya.
"he.........he....... heee.......habis nya kamu gemas banget . " ucap pangeran Rudra sambil terkekeh.
"hmptt.......aku ngambek sama kakak Rudra. " ucap Putri raiha sambil mengeratkan gendongan lion.
"cup...... cupp......cuppp...... udah ya jangan ngambek nanti tuan putri ku jadi jelek emang mau hm? nanti kaya nenek sihir yang hidung nya panjang . " ucap lion sambil mengecup dahi putri Raiha 3 kali.
"ha... ha... haaa......maaf ya..a..a..a . " ucap Rudra kepada Raiha sambil memegang telinganya dan mengucapkan kata ya dengan nada yang panjang.
"hmptt.. " raiha dengan wajah kesal dan memalingkan wajah nya untuk membalas ucapan kakak nya itu.
... Lalu pangeran Rudra pun pergi ke meja prasmanan untuk mengambil beberapa desert kesukaan Raiha agar putri raiha mau memaafkan nya....
"nihh untuk tuan putri kesayangan ku, udah ya jangan marah lagi pada ku ya?. " ucap Rudra sambil menyodorkan beberapa desert kepada Raiha.
"wahhh Mmm......mm....... baiklah. ((sudahlah lagi pula ini hanya masalah kecil saja. ))" ucap Raiha dengan mata berbinar dan mengangkat tangan berpose seperti hormat lalu mengambil desert dari tangan sang kakak.
... Raiha juga sama seperti putri bangsawan lain yang menyukai desert. putri raiha pun senang dan menghabiskan desert yang di beri oleh sang kakak. dengan tersenyum bahagia Putri raiha membuat orang-orang disekitar nya ikut tersenyum....
...Meski pun begitu masih banyak orang yang tidak suka dengan putri Raiha. tapi ia tidak peduli dengan pandangan orang lain lagi....
"aduh manis sekali adik ku ini. " ucap Leo dengan mencubit pelan pipi raiha.
...Plak plakk (suara tamparan) tangan leo di pukul oleh sang kakak Lion karena kesal dengan sikap nya Leo....
"kamu tidak apa - apa kan raiha? awas aja kalau kenapa - kenapa nanti kakak ajak leo untuk berduel dengan ku. jadi kamu tenang saja." ucap lion sambil mengelus pipi raiha yang tadi habis di cubit Rudra dan Leo lalu menatap Leo tajam setajam silet.
"aduhh kak jangan seperti ini kenapa kakak selalu saja mencari-cari kesalahan ku kan aku jadi takut . kakak selalu saja memarahi ku setiap harinya. apa kakak tidak bisa meninggalkan aku untuk hidup dengan tenang." ucap Leo merinding setelah di tatap sang kakak yang sedang marah padanya.
"ha... ha.... ha... makanya jangan banyak membuat masalah. " ucap Rudra yang tidak sadar bahwa dirinya juga sangat jahil.
"kak, sendiri nya juga jahil kali, bukan aku saja yang jahil tapi kamu juga sama seperti ku. " ucap Leo dengan nada malas dan memutar bola matanya.
"jika di Kekaisaran ini boleh coret nama keluarga. aku pasti akan mencoba mencoret nama Leo di keluarga ku? . " ucap lion dengan nada malas.
"apaan?! tidak bisa lahh kan aku anak kesayangan bunda! nanti juga kamu gak bisa hidup tanpa ku kan lion secara kan aku adik mu yang sangat tampan. " ucap leo tak Terima
''Iya iya yang paling di sayang ibunda anak bunda. " ucap lion mengiyakan sang adik nya yang bernama Leo itu.
"khem......... khemm........ mau makan desert lagi Raiha hmm? . " tanya pangeran Rudra kepada Raiha yang diam saja di tempat.
...Dan Putri Raiha pun mengangguk-anggukkan kepala tanda bahwa iya setuju....
"sana leo ambil kan. " ucap Rudra menyuruh Leo.
"udah jangan seperti ini jadi adik nurut sedikit seperti Raiha. " ucap Lion
"iya iya aku ambilkan Hu........ yang paling tua kan kalian... ..... huh......kenapa aku yang mengambilkan nya padahal ia yang menawarkan nya. aku benar-benar menjadi pesuruh mereka sejak dulu. " ucap leo dengan nada mengejek dan langsung kabur ke meja prasmanan agar tidak terkena amarah sang kakak.
"anak ini benar-benar minta di hajar . " ucap Rudra dengan sedikit kesal karena dirinya di bilang tua.
"apa maksudnya hah! akan ku suruh ia berlatih siang dan malam nantinya. dan meningkatkan pelajaran etiket nya itu." ucap lion dengan menahan amarah nya.
...Beberapa saat kemudian Leo datang dengan beberapa cemilan untuk Raiha....
''Raiha aku sudah membawa beberapa cemilan untuk mu. '' Leo
''Terima kasih Kak Leo ini untuk kak Leo dan yang ini untuk ku ya. '' Raiha
''apa kamu memberikan ini untuk ku?. '' Leo dengan wajahnya yang senang.
''mmm......." Raiha sambil menganggukkan kepalanya.
''lalu bagaimana dengan milik ku Raiha. '' tanya Rudra
''benar aku juga. '' Lion
''tapi ini kan yang mengambil nya kak Leo jadi aku memberikan satu untuk kak Leo. '' Raiha
...Rudra dan Lion yang melihat pun kesal karena hanya Leo yang mendapatkan kue pemberian Raiha....
''......... ((huff........ mereka mulai bertengkar lagi kak Rudra juga ikut-ikutan seperti mereka berdua. padahal ia selalu diam saja dulu seperti patung di samping ayah kaisar. tapi sekarang ia berdiri bersama dengan ku. akan Rudra jadi berbeda dengan yang ada di kehidupan ku sebelum ini. tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya. lebih baik jangan terlalu banyak berharap dengan hal ini.)). " ucap Raiha yang hanya bisa terdiam dan menggeleng-gelengkan kepala nya melihat kelakuan mereka bertiga yang mana dia sudah lelah melihat mereka bertengkar terus-terusan.
"ihhh .... sudahlah kak, aku mau turun saja!. aku tidak ingin melihat kalian bertengkar dengan hal seperti ini." ucap Raiha kesal karena dari tadi mereka terus ribut. lalu ia merengek minta turun.
"e-ehh........e-ehh........kenapa? hm?. " ucap lion sambil membenar kan gendongan nya yang kendur karena Raiha Terus-terusan merengek (memberontak) minta di lepas kan. dan... akhirnya di turun kan.
"dari tadi kalian ribut terus aku jadi pusing kan. " ucap raiha yang telah turun dari gendongan nya Lion. ia pun berjalan menuju meja tamu untuk duduk bersama seseorang yang sedari tadi menatap Raiha.
"Raiha..... Raiha........tunggu......kamu mau pergi ke mana Raiha?. " ucap Rudra bingung melihat sang adik pergi dan ikut menyusul putri raiha.
"ihhh... Raiha tunggu aku kamu mau ke mana. " ucap Leo dengan terburu-buru dan cepat menyusul Raiha di susul oleh Lion.
"kemana mereka berempat pergi bukankah acaranya belum selesai. " ucap salah satu tamu di sana.
"lah iya, padahal kan kita ingin lihat ketampanan pangeran Rudra, tuan muda Lion dan tuan muda Leo. ini karena anak itu." ucap sedih teman tamu itu.
"kenapa mereka dekat-dekat dengan anak itu. " ucap salah satu tamu yang datang.