
''tok.... tok..... tok...... (suara ketukan pintu) putri aku sudah membawakan makanan. ayo kita makan sekarang. " Serfani masuk ke kamar Raiha bersama dengan Lucky.
"baiklah aku sudah lapar juga.(( makan di istana ini masih sama saja dengan yang dulu. tapi setidaknya ada yang bisa di makan selama ini. ))" Raiha mulai memakan makanannya.
"...... ((huh....bahan makanan yang sekarang juga sudah menipis. apa yang harus ku lakukan sekarang putri juga masih dalam masa pertumbuhan jadi perlu banyak makan. tapi pihak istana hanya menyediakan bahan makanan untuk seminggu tiap sebulan sekali. padahal aku sudah mengajukan permohonan untuk menambah jumlah bahan makanan untuk istana ini tapi tetap di tolak. sedangkan saat pihak istana milik putri Elettra meminta penambahan dana untuk istana milik putri Elettra mereka langsung menyetujui hal itu. tapi putri Raiha selalu di tolak karena alasan yang tidak jelas.)) Serfani yang bingung harus bagaimana Memenuhi kebutuhan makanan di istana batu.
"ada apa Serfani kenapa diam saja seperti itu apa ada masalah?. " Lucky
"tidak ada apa-apa. " Serfani
"bagaimana tidak apa-apa ini pasti tentang bahan pangan yang kurang kan.((aku tahu hal ini akan terjadi lagi.))" Raiha
"tidak putri bukan masalah ini. " Serfani
"jangan berbohong pada ku aku tau ayah kaisar dan saudara ku yang lainnya tidak peduli pada ku. jadi mereka tidak pernah mengirimkan bahan makanan untuk istana ini dengan baik. sejak aku lahir pun mereka tidak pernah datang menemui ku. terutama dengan adanya anak itu di istana membuat mereka melupakan tentang ku juga. " Raiha dengan wajah yang datar.
" itu tidak benar putri aku yakni mereka sangat menyayangi putri Raiha. mendingan permaisuri juga sangat menyayangi putri Raiha. putri mereka pasti akan sadar bahwa putri adalah seseorang yang berharga bagi mereka juga sama seperti permaisuri yang menyayangi putri Raiha. mereka hanya masih tetap tidak bisa melupakan masa lalu saja. " Serfani mencoba menghibur Raiha
" benar putri Raiha adalah putri yang cantik dan lucu siapa yang akan membenci putri Raiha. yang mulia kaisar dan saudara putri yang lainnya pasti sibuk dengan kerjaan di istana dan juga pendidikan mereka. benarkan Serfani?. " Lucky
"iya mereka hanya perlu waktu untuk menyadari nya. putri Raiha juga sangat cantik di banding anak itu. aku akan membereskan piring dan lain-lainnya. bagaimana jika putri pergi berjalan-jalan di taman supaya makanannya bisa di cerna dengan baik." Serfani
"benar aku akan menemani putri berkeliling juga. " Lucky
"baiklah ayo kita pergi aku juga ingin mencari udara segar. ((aku akan ke taman dan mencari tempat yang bagus untuk menanam bahan makanan seperti dulu. aku harus mengandalkan diri untuk ini seperti dulu dan mencari tempat yang aman agar Elettra tidak mengacaukan kebun ku lagi. aku sudah lama merepotkan Serfani dan juga LLucky jadi jangan buat masalah untuk mereka. )) " Raiha
...Raiha dan Lucky pergi berjalan-jalan di taman dekat istana batu. Raiha berkeliling sambil melihat apakah ada tempat yang baik untuk di jadikan kebun. dan pastinya tidak akan pernah bisa di ketahui oleh Elettra. saat Raiha sedang melihat-lihat di taman ia pun berpapasan dengan Rudra, Lion dan Leo....
''saya putri Raiha GA memberi salam pada pangeran ke 2, salam tuan muda Lion dan tuan muda Leo. (( kenapa mereka harus ada di tempat ini sih. padahal taman ini paling jauh dari keramaian bahkan para bangsawan mau pun pelayan tidak pernah ingin datang ke taman ini. selain tempat ini tidak indah dan hanya berisi tanaman liar selain itu juga tanaman yang tidak terawat sama sekali. apa mereka tidak sibuk dengan pekerjaan mereka.))" Raiha bingung karena mereka tidak seharusnya berada di taman seperti ini.
"Raiha apa yang kamu lakukan di tempat ini?. " Lion
"bukan kah taman di sini tidak ada yang istimewa bahkan bunga pun tidak ada. lebih baik berjalan-jalan di taman utama di sana tempat yang indah dan banyak bunga yang cantik. " Leo
"tidak perlu di sini pun bagus juga. ((kalau aku bisa ke sana aku juga ingin melihat taman utama. saat itu aku tidak tahu kalau hanya orang tertentu yang boleh masuk ke taman itu. karena itu aku di hukum tidak boleh mendapatkan makanan seharian oleh para pelayan dulu. aku juga tidak boleh menginjakkan kaki ku di istana utama. )) kalau begitu saya pergi dulu permisi. ((lebih baik aku pergi sekarang aku tidak ingin berurusan dengan mereka terlalu lama. ))" Raiha beranjak pergi dari tempat itu.
"Raiha." Rudra memangil Raiha saat ia beranjak pergi.
"ada apa pangeran ke 2 apa ada yang bisa saya bantu. " Raiha menghentikan mangkanya.
"kamu bisa memanggil ku kakak seperti saudara mu yang lainnya. kenapa kamu memanggil ku pangeran seperti ini. (( Raiha seperti ini pasti akan sulit untuk mendekatinya. hah...... lagi pula dengan apa yang terjadi wajar saja jika Raiha bersikap seperti ini.))" Rudra
"tidak ada apa-apa aku hanya tidak ingin melewati batas saja. dan berhenti membuat ku bingung dengan ucapan mu. " Raiha mulai kesal
"bagaimana bisa kamu berbicara seperti ini pad saudara mu. " Lion
"benar dan kami juga kerabat mu jadi aku juga kakak mu. kamu tidak perlu memanggil ku tuan seperti tadi." Leo
"aku tidak pernah berpikir seperti itu aku juga sudah tidak mengharapkan apa pun dari keluarga ini. sejak lama aku di istana batu tempat di mana bahkan pelayan dan pengawal pun tidak ada. cuman Serfani dan Lucky yang berada di sisi ku selama ini. tapi keluarga ku bahkan tidak sedikit pun menjenguk ku bahkan saat aku sakit. mereka tidak mengirimkan dokter dan bahan makanan untuk di istana batu pun semakin sedikit. '' Raiha
'' tentang itu.... '' Rudra
''sudah aku lelah, apa aku harus mengakui kalian sebagai keluarga dengan hal yang telah terjadi selama ini. setidaknya aku masih menghargai kalian dan tidak membuat keributan di istana. sudahlah percuma bila aku katakan juga tidak ada yang benar-benar mendengar apa yang aku katakan. ayo Lucky kita pergi sekarang juga aku lelah." Raiha pergi dari tempat itu sesegera mungkin.
"baik putri kami pergi dulu pangeran dan tuan muda permisi." Lucky bergegas pergi menyusul Raiha yang jalan terlebih dulu.
"Hu..... ku rasa Raiha masih meragukan ku sekarang ini. apa yang harus ku lakukan untuk meyakinkan Raiha?. " Rudra
"ada apa sebenarnya tidak biasanya kamu mengurusi keluarga mu seperti ini. dan kenapa juga dengan Raiha memangnya." Leo