Raiha Time Travel

Raiha Time Travel
81



''ibu apa yang ibu bicarakan bagaimana bisa kami tidak menyukai ibu. kami semua sangat menyayangi ibu sampai kapan pun. masalah itu juga hanya kesalahpahaman saja, itu pun sudah selesai sekarang. '' pangeran pertama Raka yang mencoba menghentikan pembicaraan tentang pesta waktu itu.


''Raka kamu ini bagaimana bisa tidak menjaga adik mu, dan bisa-bisanya kamu bilang kesalahpahaman saja. kamu sudah berjanji menjaganya kan apa kamu lupa. saat Raiha belum lahir kalian berjanji akan merawat dan menyayanginya lalu apa ini. orang lain bahkan bisa menindas adik kalian sendiri bagaimana pun juga Raiha adalah putri Kekaisaran ini. apa kalian sebegitu tidak suka pada Raiha. jika iya lebih baik aku dan Raiha pergi dari tempat ini. aku tidak bisa tinggal di tempat yang bahkan orang lain pun bisa mengganggu Raiha dengan bebas. '' yang mulia permaisuri dengan raut wajahnya yang sangat marah dan kekecewaan yang mendalam pada suami dan anak-anaknya yang lain.


''ibu dengar kan aku dulu aku mohon ibu jangan meninggalkan istana ini. aku mohon bu beri kita semua kesempatan lagi aku mohon. aku akan pergi meminta pada ayah untuk memberikan air kehidupan. aku yakin itu bisa membantu Raiha sembuh kembali. '' Pangeran pertama Raka yang mencoba menghentikan permaisuri pergi dari istana Kekaisaran.


''sudahlah kamu urus saja anak itu kalian menganggapnya keluarga kalian kan. kalian juga menyayangi anak itu di banding adik kalian sendiri. tapi aku tidak akan pernah mengakuinya sebagai keluarga ku terutama ia yang membuat Putri kecil ku menderita. aku tidak bisa membiarkan putri kecil ku terus-menerus tersakiti seperti ini lagi karena anak itu.'' yang mulia permaisuri


''saat itu lah kak Raka pergi meminta air kehidupan pada ayah kaisar. setelah beberapa lama Kak Raka pun tak kunjung datang akhirnya ibu pun bergegas pergi menuju ke ruang rapat. ''Rudra


" lalu apa yang terjadi selanjutnya. " Ranidla


"ada apa kak bagaimana apa paman kaisar sudah setuju untuk memberikan air kehidupan untuk Raiha. apa ia akan keluar sekarang bibi sudah menunggu lama." Leo


"bukan itu aku di usir dari ruang rapat ini jadi aku pikir ini kesempatan untuk bibi masuk ke dalam ruang rapat ini. segera setelah aku membuka pintu aku minta bibi untuk segera masuk ya. " Lion


"baiklah kak aku akan memberi tahu bibi tentang hal ini sekarang. " Leo


"baiklah aku serahkan pada mu." Lion


"bibi kak Lion bilang bahwa ia di keluarkan dari rapat ini jadi bibi harus segera masuk saat kakak membuka pintu ruang rapat ini. " Leo kemudian meminta ibu untuk masuk ke ruang rapat saat ia membuka pintunya.


"baiklah aku mengerti aku juga ingin cepat menghajar kaisar itu sekarang ini. berani-beraninya ia menghiraukan Raiha padahal ia sudah di beri tahu kalau Raiha dalam masalah dan membutuhkan air kehidupan." yang mulia permaisuri yang kesal.


"aku juga akan ikut masuk ke dalam dengan mu ibu." kemudian kak Raka ikut masuk ke dalam ruang rapat tersebut.


...----------------...


''aku yakin anak itu pasti anak selingkuhan kamu. oleh sebab itu kamu bahkan tidak peduli sedikit pun pada putri yang telah ku lahir kan dengan susah payah. kamu terus memanjakan anak yang tidak tahu diri itu kan bisa-bisanya ia merebut apa yang menjadi milik Raiha. sudah cepat bawakan air kehidupan aku tidak bisa terus di sini melihat wajah mu yang membuat ku semakin marah.'' ibu yang sangat marah dan salah paham pada ayah kaisar pun jadi mempertanyakan keberadaan Elettra.


''apa yang kamu bicarakan sekarang ini dan bagaimana kamu bisa kembali. '' ayah kaisar yang masih bingung dengan apa yang terjadi hanya bisa berdiam diri.


''itu tidak lah penting aku kesini hanya ingin meminta air kehidupan untuk Raiha. lebih baik kamu segera memberi air kehidupan itu pada ku sekarang aku aku tidak punya waktu untuk mu. ''ibu meminta air kehidupan itu untuk Raiha yang kondisinya sekarang ini terus menurun.


...----------------...


''ibu kemudian pergi menuju ke istana batu untuk menemani Raiha segera setelah ayah kaisar pergi untuk mengambil air kehidupan seperti yang kalian ketahui.'' Rudra selesai menjelaskan apa yang terjadi di istana.


"Raiha ini selalu membuat masalah kenapa ibu sangat membelanya dan malah marah kepada kita semua. " Candrika


''sejak dulu ia menang tidak pernah di atur dengan baik. '' Bintang


"benar apa kata kak Candrika dan Bintang katakan semua masalah yang terjadi adalah karena dia sendiri. tapi kita semua malah jadi terbawa bawa masalah yang ia perbuat. dari awal aku memang tidak ingin memiliki hubungan dengan Raiha. Elettra lebih baik jadi adik kita di banding dengan Raiha yang tidak tahu diri itu. ia menghabiskan banyak uang untuk bersenang-senang para pelayannya juga ia siksa. oleh sebab itu banyak orang yang tidak menyukai sikap Raiha selama ini ibu pasti di hasut oleh Raiha sekarang." Langit


PLAK... (suara tamparan keras pun terdengar).


''bagaimana bisa kamu berbicara tentang Raiha dengan nada seperti itu. Raiha adalah adik kandung kita ia yang memiliki darah yang sama dengan kita. bagaimana bisa kamu membicarakan Raiha seperti itu. kalian dan ayah kaisar lah yang telah di buta kan oleh Elettra selama ini. kita bahkan tidak pernah membela Raiha selama ini. kalian apa pernah memperhatikan bagaimana kondisi Raiha selama ini. apa pernah kalian menghabiskan waktu berjam-jam bersama dengan Raiha sehingga kalian berpikir kalian mengenal Raiha dengan baik. tidak kan kalian yang tidak pernah sekali pun mengenal sifat Raiha yang sebenarnya tapi kalian percaya orang lain yang tidak jelas asal usulnya. sudahlah jika kalian berbicara buruk tentang Raiha lagi jangan pernah menganggap ku sebagai kakak kalian juga. " Ranidla yang marah pergi dengan terburu-buru meninggalkan tempat tersebut. Ranidla pun pergi menuju ke istana batu untuk melihat keadaan Raiha.


''mengapa kakak menampar ku aku memang bilang apa adanya Raiha memang pembawa masalah. '' Langit


''diam aku tidak ingin mendengar kata-kata yang buruk tentang Raiha. '' Ranidla yang semakin marah pun pergi menjauh meninggal mereka.