
''sudahlah Freya ia masih memiliki tugas lainnya. lebih baik kita pergi sekarang. kita juga perlu memberi tahu saudara mu yang lainnya tentang ini. aku pergi dulu untuk membawa adik dan paman ku ke istana. kau harus cepat Freya, jangan hanya diam saja di sini. '' Aneese pergi menjauh meninggalkan Freya dengan terburu-buru untuk membawa adik dan pamannya pergi ke tempat yang aman.
''di mana kakak dan Alen pergi aku harus menemukan mereka berdua sesegera mungkin. aku harap mereka akan baik-baik saja.'' Freya sambil mencari - cari Ain dan Alen dengan rasa cemas akan ke dua saudaranya itu.
Freya terus memanggil - manggil nama Alen dan Ain berulang - ulang kali. karena ramainya tempat festival dan banyak orang-orang yang pergi untuk evakuasi dan menyelamatkan keluarga mereka. kondisi festival saat itu pun di penuhi dengan kegaduhan. Sehingga hal itu membuat Freya kesulitan dalam mencari ke dua saudaranya itu. ''KAK AIN.... ALEN.... KALIAN DIMANA... KAK AIN...ALEN.... di mana mereka berdua pergi Ethan juga tidak memberi tahu ku keberadaan mereka berdua dan pergi begitu saja.''
''FREYA kami di sini kurasa keadaan ini sudah makin membutuk. '' Ain Federica memanggil Freya yang sedang kebingungan mencari keduanya.
''kakak, Alen iya aku juga tahu itu. ayo kita pergi dari tempat ini secepatnya. sekarang aku yakin ayah dan ibu akan baik-baik saja dengan para kesatria yang kita miliki di rumah. '' Freya
''hiks...hiks....kakak aku takut aku ingin ayah dan ibu Hu....hiks.... '' Alen Federica
''sabar nanti kita akan bertemu dengan mereka berdua jadi tenanglah. '' Freya yang mencoba menenangkan Alen yang terus-menerus menangis karena ketakutan sambil bergegas menuju ke istana.
...Mereka bertiga bergegas pergi ke istana untuk mengamankan diri. setelah berlari mereka akhirnya sampai di istana dengan selamat....
''untungnya gerbang istana tidak jauh dari tempat ini. jadi kita lebih cepat sampai di istana. apa kamu baik-baik saja Freya?. ''Ain Federica
''aku baik-baik saja Kak ha... hah... aku lelah berlari dan berdesak-desakan untung sudah masuk istana. ah iya sini kak biar aku yang gendong Alen kakak lebih baik hubungi ayah dan ibu untuk memberikan kabar. mereka pasti cemas dan ingin tahu tentang keadaan kita saat ini.'' Freya
''baiklah kamu bisa masuk ke ruangan yang telah di sediakan. aku akan menghubungi ayah dan ibu kamu jaga Alen ia pasti kelelahan karena menangis dan tertidur. (( aku juga harus secepatnya membantu pangeran Rudra mengaktifkan perisai istana.))''Ain Federica pergi meninggalkan ke duanya.
''baik kak. huh bagaimana dengan ke adaan Aneese dan yang lainnya. Aneese hanya bisa masuk gerbang istana ia tidak bisa masuk ke dalam istana karena ia rakyat biasa. apa aku coba menyuruh orang untuk mencari Aneese dan keluarga nya ya. sudahlah aku akan menemuinya nanti saat sudah sedikit tenang. kalau Raiha aku yakin ia akan baik-baik saja.ia kan pergi meninggalkan Festival duluan.'' Freya
''kaka aku ingin pulang aku lapar. ''Alen Federica
''Alen kamu sudah bangun jika kamu lapar aku akan memanggil pelayan untuk mengambilkan makanan untuk mu. kamu diam di sini sebentar aku akan berbicara pada pelayan untuk mengambil makanan. ''Freya keluar dari kamarnya.
''apa ada yang bisa saya bantu nona Freya. ''pelayan
''adik ku lapar jadi bisakah kamu membawakan makanan ke kamar ku. '' Freya
''baiklah nona Freya akan kami sediakan sekarang juga kami permisi dulu. ''pelayan
''Freya pasti ada di dalam istana lebih baik nanti aku mencoba menemuinya. aku yakin tadi hanya ilusi atau aku yang salah lihat. tidak mungkin Raiha masih berada di luar istana padahal ia pulang dengan saudara - saudaranya duluan. saat festival tadi juga aku hanya tinggal melihat Elettra dan teman-temannya saja. aku yakin mereka merencanakan sesuatu. tapi saat ini keadaannya sedang sangat ramai. ''Aneese
...Di sisi lainnya Raiha yang masih berada di tempat Festival sebelum keributan terjadi....
''bagaimana bisa kalian melakukan ini pada ku. aku tidak melukai kalian.'' Raiha
''lebih baik kau seperti itu saja selamanya. jika kami melihat mu berjalan ke sana kemari menggangu tunangan orang lain. ini adalah hukuman yang pantas kamu terima. lagi pula kamu hanya Putri di nama saja sedangkan putri Elettra lah yang lebih pantas untuk bersama dengan pangeran Dark. dan kamu ini hanya merusak suasana yang baik itu saja. pelayan cepat pukul lagi kaki dan tangannya agar ia tidak bisa pergi-pergi lagi menganggu orang lain. '' liliyana sambil menyuruh pelayannya untuk melukai Raiha terus menerus.
''tapi nona bukan kah ini sudah lebih dari cukup. putri Raiha juga sudah terluka parah.'' pelayan 1
''apa kamu ingin membantah perintah ku hah. apa kamu sudah bosan hidup. '' liliyana
''maafkan saya saya mohon maaf nona liliyana. '' pelayan 1
''kalian berdua jangan diam saja lakukan segera apa yang aku perintahkan. ''liliyana dengan raut wajah yang sedang emosi.
''liliyana apa kamu sudah melakukannya. '' Elettra
''tentu saja lebih baik kita pergi dan meninggalkan nya di sini nanti juga ada yang melihatnya. apa hal lainnya berjalan dengan baik juga putri Elettra.'' liliyana
'' tentu saja aku sudah mengurusnya. lagi pula ia memang pantas mendapat hukuman itu agar ia tahu diri. dan jugapangeran Dark setuju juga dengan ku untuk memberinya hukuman yang setimpal. '' Elettra
''tunggu Elettra apa yang kamu katakan Dark setuju kamu melakukan hal ini pada ku. kamu pasti berbohong kan. '' Raiha
''tentu saja kamu pikir bisa bersaing dengan ku hah. kamu pikir ia akan percaya dengan omongan mu itu. semua yang kamu miliki adalah milik ku dan berani-beraninya kamu mengganggu tunangan ku. '' Elettra
''kamu pasti berbohong Dark tidak akan menyetujui kamu melakukan hal ini pada ku. kamu hanya ingin menjauhkan ku dari diri nya saja. Dark hanya mencintai ku kamu yang merebut tempat ku. aku selalu diam saja saat kamu mengambil keluarga ku karena aku mera bersalah pada mereka. tapi aku tidak akan memberikan Dark pada wanita seperti mu kamu membohongi Dark selama ini. '' Raiha
'' diam diam aku bilang aku benci mendengar suara mu itu. kamu ini hanya putri atas nama saja jangan bicara pada ku dengan suara jelek mu itu. kuping ku sakit mendengar suara mu yang jelek itu.''Elettra
''ah bukan kah itu hukuman mu tahun lalu kan karena mencoba melukai putri Elettra. yang membuat suara mu menjadi rusak karena meminum ramuan yang di berikan oleh kakak mu sendiri.'' liliyana