
"baiklah Terima kasih. " Raiha
"sama sama." Orang
"....(huh...😡mereka berkeliling meninggalkan aku sendiri di tempat ini dan sekarang mereka meninggalkan aku lagi ,mereka kembali ke Kekaisaran tanpa aku. huh...kaka sialan ini benar - benar aku ingin memukul wajah mereka itu dengan keras dan elettra itu heh... benar-benar berwajah dua. mereka selalu saja elettra ini lah elettra itu lah huh... aku juga keluarga mereka. dan portal itu aku seharusnya tidak memasukinya ini semua pasti tidak akan terjadi setidaknya di sana aku bisa pergi dari kediaman itu saat dewasa. lagi pula ujung-ujungnya sama juga.hah... aku bodoh sekali sih. Hu...hu...aku ingin pergi dari sini.)" Raiha
"sekarang bagaimana cara ku untuk pulang ke istana batu, aku tidak membawa uang sepeser pun." Raiha
Raiha akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki ke istana yang jaraknya cukup jauh.
" jika melewati jalan yang di lewati saat berangkat akan sangat jauh apa lebih baik aku lewat jalan lain. jika lewat hutan ini maka aku akan sampai ke istana batu lebih cepat. ini juga jalan saat aku bertemu dengan ka.... siapa lagi aku lupa?? tapi yang jelas adalah sebuah masalah ah tau ah aku mau pulang dulu huh. " Raiha
"hey... hey... tunggu dulu di situ Hu...hu...aku ikut Hu..hu..ke hutan bersama mu Hu...hu... " seseorang berlari ke arah raiha dengan terengah-engah
"huh??siapa yang memanggil ku?? " Raiha
" tunggu huh...hu... hu.... dulu " orang tersebut
"ada apa?? dan coba tenang kan dirimu dulu." Raiha
"aku melihat mu akan pergi lewat jalan hutan ini kan. aku ikut ya aku harus mencari tanaman obat untuk adik ku, aku dengar dari orang - orang katanya tanaman obat itu ada di hutan ini." orang tersebut
" tapi aku tidak mengenal mu.(dan kenapa ia Tiba-tiba meminta ikut dengan ku padahal ia bisa pergi sendiri.)" Raiha
" ah aku lupa mengenalkan diri ku, nama ku Aneesa Fiolita orang-orang di sekitar ku biasanya memanggil ku aneesa,dan orang tua ku biasa memanggil ku fio kamu juga bisa memanggil ku Aneesa atau pun fio juga boleh. nama mu siapa😁?? " aneesa
" nama ku Raiha g... ah kamu bisa memanggil ku raiha saja." Raiha
"senang bertemu dengan mu raiha ayo kita jalan sekarang. " Aneesa
"mm...tadi aku dengar kamu mencari tanaman obat untuk adik mu yang sakit. kenapa kamu tidak membawa nya berobat dan malah datang ke hutan di saat seperti ini. " Raiha
"ini karena para pengganggu di sana mereka selalu membuat keributan di sekitar tempat untuk berobat dan kadang mereka merampas obat di toko dan menjualnya dengan harga yang mahal. jadi, banyak tempat dan toko untuk berobat yang tutup karena itu. di tempat ini juga banyak masalah yang terjadi seperti tembok pembatas sungai yang rusak sehingga menyebabkan banjir sampai ke tempat pertanian dan kebun. menyebabkan banyak hasil pertanian dan kebun menjadi rusak. ha... hal ini yang membuat kami semua kesulitan beberapa bulan ini" Aneesa
" banyak orang sudah melaporkannya sejak lama tapi tidak ada tindakan untuk mengatasi masalah ini. " Aneesa
"apa mereka melalaikan tugas mereka sebagai penjaga. bagaimana pun setidaknya atasan mereka mengetahui tentang kejadian ini. tapi masih diam saja. " Raiha
" ini semua karena putri elettra yang mengurus tentang penjagaan di tempat ini dan sekitarnya. " Aneesa
" apa maksud mu ele.... maksud ku putri elettra mengurus tempat ini dan sekitarnya?? bukankah umur nya masih belum cukup untuk mendapatkan posisi ini. " Raiha
" benar sejak putri elettra mengambil alih posisi ini keadaan di sini menjadi kacau. ia bahkan tidak pernah memberikan saran atau mengurus tempat ini. hal ini terjadi saat ulang tahun putri elettra yang mulia kaisar memberikan posisi ini untuk hadiah ulang tahun nya. karena putri elettra menginginkan nya. " Aneesa
" lalu apa yang lainnya setuju dengan hal ini? setidaknya ada yang menentang hal ini kan?"Raiha
" siapa yang mau menentang keputusan yang mulia apa lagi Pangeran serta putri lainnya sangat mendukung dengan hal ini. aku tahu mereka menyayangi nya tapi mereka juga harus memikirkan orang yang tinggal di sini bagaimana pun juga kita adalah bagian dari Kekaisaran ini. yang mulia sudah kami anggap seperti ayah negeri ini. " Aneesa
" .... ( ayah bodoh ini apa mereka semua sudah gila. elettra tidak Pernah belajar tentang mengurus wilayah. ia hanya berfoya-foya dan pergi ke pesta kelas atas. bisa bisanya ia di jadikan pengurus tempat ini dengan mudah nya ia bahkan tidak menghadiri pelajaran umum di istana, hadir pun saat ayah kaisar datang saja setelah ayah kaisar pergi ia pergi entah kemana. ah.... tempat ini benar-benar kacau. jika seperti ini terus tempat ini akan hancur. maka aku juga akan ikut kena masalah. huh benar - benar bisa gila aku nanti nya jika seperti ini terus. ) " Raiha
"ada apa raiha?? kenapa kamu diam saja dari tadi aku memanggil nama mu. " Aneesa
"bagaimana kamu bisa tau tentang semua ini? " Raiha
" lihatlah ini kemarin aku mendapatkan nya. semua orang di sini sudah mengetahui nya juga tapi tidak ada yang berani membicarakan hal ini. apa lagi putri elettra sangat di sayangi yang mulia ,para putri dan pangeran."Aneesa
raiha hanya terdiam mendengar ucapan aneesa.
"ah dan aku juga dengar beberapa hari sesudah meninggal nya ratu yang mulia raja mengangkat putri elletra sebagai anak nya. aku juga mendengar yang mulia mengasingkan anak nya yang paling kecil. ia bahkan tidak pernah menjenguk nya." Aneesa
"( aku pusing mengurusi masalah mereka lebih baik aku berhenti berharap banyak dari mereka.) " Raiha
"raiha kamu selalu melamun terus di sepanjang jalan apa kamu lelah jika kamu lelah lebih baik kita istirahat sebentar. " Aneesa