
''hai dark apa kamu menunggu ku... tapi mengapa selama ini kamu selalu mendorong ku menjauh dari hidup mu. apa yang kamu inginkan adalah aku pergi jauh dari mu. kalau itu mau mu aku akan menjauh dari mu selamanya. '' Raiha
"apa yang kamu katakan Ra kita sudah bertunangan bagaimana bisa aku meminta mu menjauh dari ku. apa kamu sedang bercanda dengan ku sekarang. aku tidak suka dengan candaan mu ini apa pun yang terjadi kamu akan tetap ada di sisi ku. aku tidak akan pernah membiarkan diri mu pergi dari hidup ku. " Dark
Perlahan wajah Ra terlihat dengan jelas di mata Dark yang tadi awalnya hanya bayangan yang tidak jelas.
"Raiha... jadi Ra adalah Raiha selama ini." Dark yang melihat wajah Raiha.
"benar aku Raiha akhirnya kamu mengenali ku dengan benar kali ini. tapi ku rasa ini hal yang percuma saja semua sudah terlambat kau memilih meninggal kan diri ku dan pergi bersama dengan orang lain. aku lelah dengan kehidupan yang penuh dengan penantian yang tidak jelas akhirnya. aku tidak tahu arah dan terus berada dalam kegelapan. aku lelah... hiks... hiks.... hiks... aku ingin berhenti hiks... hiks....hiks... aku tidak bisa terus terusan menyakiti diri ku sendiri lagi. tubuh ku bahkan tidak bisa menopang setiap langkah yang aku jalani selama ini. hiks.... hiks....hiks.... kamu yang selalu mendorong ku menjauh dari mu. kamu yang memaksa ku pergi jauh dari mu. kau yang melupakan janji mu hiks.... hiks...hiks...." Raiha yang tidak bisa menahan tangis nya yang selama ini ia pendam.
"Raiha apa yang kamu katakan sekarang ini aku tahu ini kesalahan ku. aku mohon jangan pergi dari ku akau mohon. aku tahu aku salah biarkan aku memperbaiki semuanya. aku akan memperbaiki semua ini jadi jangan tinggalkan ku sendiri." Dark dengan raut wajah yang memelas.
"he... he... he... (Raiha tertawa kecil kemudian ia tersenyum kecil pada Dark) aku pikir ini perpisahan yang kamu inginkan selama ini iya kan. aku tidak menangis lagi aku sudah lelah menangis (sambil menyeka air matanya) aku harap kamu selalu bahagia dan aku juga tidak akan menyalahkan mu untuk apa yang terjadi. itu juga hidup mu sendiri jadi kamu bisa memilih jalan mu sendiri. kamu bisa dengan siapa pun yang kamu inginkan. aku yang bodoh karena terus menerus berharap dan berharap pada apa yang tidak pasti. aku yang bodoh karena selalu percaya semua akan berjalan sesuai dengan keinginan ku. aku pergi semoga kamu bahagia bersama dengan orang yang kamu sayangi Dark. " Raiha pergi berjalan menjauh dari dark bayangan Raiha mulai menghilang perlahan-lahan.
"Raiha di mana kamu, kamu tidak bisa pergi meninggalkan ku begitu saja. Raiha... Raiha... Raiha... kelurahan kamu pasti bersembunyi kan. aku mohon jangan pergi meninggalkan ku. maafkan aku maafkan aku mohon tolong beri kesempatan ke dua untuk ku. kembali lah Raiha kamu bilang akan selalu bersama dengan ku kenapa kamu meninggalkan ku. RAIHA..." Dark kemudian terbangun dari tidurnya.
"hey Dark bangun... BANGUN..., apa yang sedang kamu mimpikan sebenarnya. dari tadi kamu terus menerus berbicara tidak jelas dalam tidur mu. tidak bisakah kamu tidak menggangu tidur ku ini. aku tuh capek kamu juga tahu kan kalau aku lelah melawan para hewan mutan itu. lebih baik kamu tenangkan diri mu dulu sana aku tidur lagi ya. ah iya paman akan menemui mu besok ada masalah yang harus kamu selesaikan." sepupu Dark Alden
"kamu saja yang mengurusnya aku pergi dulu aku sibuk sekarang. " Dark bergegas keluar dari kamar asramanya.
"hey dark ni anak setiap pekerjaan di lempar ke aku lagi Hu..... aduh paman akan memarahi ku lagi kalau begini terus-terusan. mana ayah dan ibu ku bisa tahu lagi abis aku nantinya. hey DARK... DARK... Darkkk.... ni anak makin menjadi jadi aja. aku harus bagaimana menghadapi paman nanti. ah bikin masalah saja untuk ku. " Alden sepupu Dark
...Dark yang ada di luar asramanya di malam hari....
...Di sisi lain Raiha yang kritis di malam itu dan permaisuri serta yang lainnya berada di luar pintu ruang rapat istana....
''apa yang harus kita lakukan sekarang malam ini kita hanya bisa berharap raiha baik-baik saja. '' Freya yang cemas pada Raiha
''benar Leo bukan kah kamu dan kakak mu pergi ke istana bersama-sama di mana dia sekarang. apa ia juga mengikuti Rapat di dalam ia pasti bisa membantu kita jika ia benar ada di dalam ruang rapat ini. '' yang mulia permaisuri
''memangnya kenapa bibi bilang begitu.... tunggu ah benar apa yang bibi katakan kakak dan aku bisa berkomunikasi jarak jauh meski pun ada penghalang. aku akan menghubungi kakak sekarang juga.'' Leo pun segera menghubungi kakaknya yang berada di ruang rapat.
''ada apa kamu menghubungi ku saat ini rapat istana masih belum selesai. aku akan berbicara dengan mu lagi nantinya. ''Lion
''tunggu kak ini sangat penting dengar kan dulu kondisi Raiha saat ini semakin memburuk.'' Leo
''apa kondisi Raiha semakin memburuk bukan kah kamu sudah membawa dokter untuk mengobati Raiha. '' Lion yang kaget akan kondisi Raiha yang mulai memburuk
''oleh sebab itu kami saat ini membutuhkan air kehidupan yang kaisar simpan dalam ruang leluhur. tapi hanya kaisar saja yang dapat membuka ruang leluhur ini. saat ini aku dan bibi juga ada di depan pintu ruang rapat. lebih baik kakak cepat bilang pada kaisar sekarang atau bibi akan pergi meninggalkan istana. dan mungkin tidak akan kembali lagi ke Kekaisaran ini. '' Leo
''baiklah aku akhiri dulu pembicaraan ini aku akan berbicara pada kaisar saat ini. '' Lion pun memutus pembicaraan dengan Leo. setelah itu ia mencoba berbicara dengan kaisar tentang kondisi Raiha.
''aku akan menunggu kabarnya. '' Leo
'' yang mulia kaisar ada yang ingin saya bicara saat ini. jadi begini putri Raiha saat ini kondisinya sedang kritis sehingga ia membutuhkan obat yang....'' Lion