
Bab Lima Puluh Tiga
Stella lega saat Gary tidak melarangnya ketika ia meminta ijin untuk kembali ke Indonesia selama beberapa hari dan menyelesaikan beberapa urusan yang ia tutupi dari Gary.
Dalam hati, Gary sangat takut kehilangan Stella jika mengijinkan Stella pergi tapi hal itu menguatkan dugaan keluarganya bahwa Stella akan segera meninggalkannya. Ia harus menguatkan hati dan menyerahkan segala sesuatunya pada takdir dan keajaiban.
Ia hanya berharap Stella tidak menceraikannya paling tidak demi bayi mereka karena dia tahu, Stella tidak mencintainya!
Stella menelan semua harga dirinya karena telah memanfaatkan peninggalan orang yang dibencinya selama ini. Tapi saat ini, dia sama sekali tidak perduli, asalkan dia bisa menyelamatkan suaminya. Ia akan menjual semua saham yang dia peroleh dari ayah kandungnya tanpa ragu!
Sebenarnya, Stella tidak mau mengganggu gugat warisan yang sudah lama menjadi haknya itu.
Ayahnya sudah berselingkuh dan menyakiti hati ibunya. Sebelum meninggal, anehnya dia mewariskan seluruh harta kekayaan dan semua saham berharga atas namanya.
Stella membenci ayahnya karena menebus kesalahannya dengan cara yang salah sebelum meninggal.
Selama ini Stella tidak pernah menghubungi kantor pengacara ayahnya sejak terakhir surat wasiat ayahnya dibacakan didepan semua anggota keluarga yang menunggu warisannya masing-masing tapi impian mereka buyar saat mereka tidak mendapatkan apa-apa selain santunan yang sudah ditetapkan, itupun tergantung persetujuan Stella sebagai ahli waris tunggal kerajaan bisnis milik ayahnya.
Sejak saat itu ia mempercayakan semua urusan pengelolahan harta kekayaannya langsung ke tangan pengacara ayahnya dan berpesan agar jangan pernah menghubunginya untuk urusan harta peninggalan ayahnya.
Ayahnya juga meninggalkan warisan berupa saham kepemilikan beberapa hotel dan resort terkenal diantara pulau-pulau yang nilainya sangat fantastis karena pengelolahan yang sangat baik selama ini.
Stella menyebutkan dana yang dia perlukan dan apa yang harus ia lakukan untuk memperoleh dana tersebut dalam waktu singkat. Dan alternative tercepat yang ditemukan adalah menjual saham kepemilikan hotel dan resort karena semua dana keuntungan yang diperoleh selama ini terus dikembangkan dan tidak dapat dijual dalam waktu yang singkat.
“Jual saja!“ kata Stella.
“Besok uangnya sudah bisa dicairkan?“
Pengacaranya mengiyakan sambil menyerahkan beberapa lembar berkas yang sudah ia siapkan untuk Stella tandatangani.
“Paling lambat jam dua siang.“
“Bagus.“
Stella tersenyum sambil menelepon Micquel untuk mencari tahu cara pengiriman dana yang begitu besar nominalnya dalam waktu singkat dan mengatur agar dana itu secepatnya sampai kepada Gary.
Micquel benar-benar terkejut mendapatkan telepon dari Stella setelah beberapa hari kepergiannya.
Dalam hati, ia berharap Stella bisa berpaling padanya meskipun hanya karena hartanya! Tapi yang membuatnya benar-benar terkejut karena mendengar kata-kata Stella. Ia berhasil mendapatkan dana yang Gary perlukan dan ingin menyelamatkan Gary dari kebangkrutan?
“Itu adalah jumlah dana yang tidak sedikit Stella, dari mana kau mendapatkan uang itu?“ kata Micquel masih belum bisa percaya.
“Anggap saja uang ini datang dari langit!“ kata Stella dengan tidak mau membicarakannya.
“Aku tidak bisa memproses uang yang tidak ketahuan sumber aslinya, Stella.“
Sebenarnya Stella enggan menceritakan semua kepada Micquel.
“Aku menjual saham warisanku, Micquel.“
“Stella …!“ kata Micquel tidak menyangka, Stella memiliki warisan yang tidak diketahuinya. Dan dia sangat yakin, Gary juga tidak mengetahui hal ini!
“Bicaralah dengan pengacaraku.“
Stella menyerahkan ponselnya kepada pengacaranya untuk memberi semua keterangan yang Micquel perlukan. Ia berharap percakapan mereka tidak akan lama karena dia ingin secepatnya menolong suaminya!
Pengacaranya segera menjelaskan dengan sangat detail mengenai harta kekayaan yang dimiliki Stella selama ini dan membenarkan pengambilalihan semua saham-saham milik Stella oleh pemegang saham yang lain untuk memperoleh dana dalam waktu yang singkat.
“Aku sudah menasehati Nyonya Stella, kalau saja dia bisa menunggu lebih kurang dua minggu, kami bisa mengambil alternative pencairan aset lainnya tapi beliau berkeras untuk segera menjualnya dan mendapatkan dana yang beliau butuhkan.“
Pengacaranya memberikan ponselnya kembali kepada Stella.
“Untuk apa, aku meninggalkan suamiku?! Lucu sekali pemikiranmu itu!“
“Kau pergi setelah kita membicarakan masalah Gary.“
“Yah, tapi bukan untuk meninggalkan suamiku tapi untuk mengurus berkas-berkas pengambil-alihan saham-sahamku. Aku tidak mau Gary sampai terbebani atas apa yang aku lakukan maka aku mengurus semuanya dengan diam-diam.“
“Tapi Stella, kau akan rugi besar dan nilai itu …, cukup besar untuk memberi kenyamanan dunia seumur hidupmu! Setelah semua ini, Gary tidak akan memiliki apa-apa dan kurasa dia juga tidak akan menyalahkan pilihanmu, kalau kau memilih untuk meninggalkannya!“
“Micquel!“ seru Stella merasa marah mendengar kata-kata Micquel.
“Tidak pernah terlintas dalam pikiranku, untuk meninggalkan Gary. Kau terdengar menggelikan!“
Stella benar-benar tidak percaya dengan anggapan Micquel.
“Kurasa, kau harus menikah dulu sebelum bisa memahami pemikiranku. Meski Gary jatuh miskin sekalipun setelah ini, aku akan tetap setia dan mendampinginya dan hanya karena aku memiliki sedikit kekayaan yang terpendam, kenapa aku harus menahan diri menolong suamiku yang sedang kesulitan?!“
“Kenapa kau lakukan hal ini? Kau tidak mencintainya!? Dan tolong pahami kata-kataku sekali lagi Stella, kau bisa memiliki semua kehidupanmu sendiri dengan semua kekayaan itu!“
“Pernyataan yang sangat lucu, Micquel. Tapi, kau salah Micquel. Aku mencintai Gary! Beberapa hari yang lalu, aku baru sadar betapa pentingnya, Gary bagiku dan aku tidak bisa hidup tanpanya! Gary bukan lagi sandaran hidupku tapi dia juga sudah menjadi napas hidupku saat ini. Aku mencintainya, Micquel,“ kata Stella dengan sungguh-sungguh.
“Aku tidak tahu, mengapa aku mengatakan semua ini padamu tapi aku mau kau tahu, aku benar-benar telah jatuh cinta pada suamiku sendiri! Ah, sudahlah aku tidak mau membahas hal ini denganmu. Kau saja tidak mengerti mencintai seorang wanita sampai sekarang,“ kata Stella sambil terkekeh.
“Ah, baiklah kau benar. Aku memang benar-benar tidak habis pikir tentang pola pikirmu! Ada beberapa dokumen yang harus kau tanda tangani untuk itu dikantorku sebelum penyerahan dana berlangsung.“
“Baiklah, setelah ini aku memang akan segera terbang kesana. Dan Micquel, satu hal lagi, aku mau kau menyamarkan identitas investor. Aku tidak mau kalau Gary merasa tertekan dengan semua yang aku lakukan untuknya. Aku tidak mau, dia salah paham padaku.“
“Datanglah secepatnya kesini, dan kita lihat saja yang bisa kita lakukan untuk menolong suamimu.“
Stella tersenyum lalu menutup teleponnya.
Micquel menekan tombol off di pengeras teleponnya.
“Kau benar-benar bajingan yang paling beruntung sedunia!“
Gary masih belum bisa percaya mendengar kata-kata Stella.
Ternyata Stella tidak meninggalkannya!
Bukan itu saja, ia juga rela menjual warisan yang tidak ia ketahui selama ini dan memberikan kepadanya!
Dan ternyata selama ini, Stella juga mencintainya!
Gary melonjak kegirangan dari kursi duduknya.
“Kau dengar, bajingan! Kau dengar istriku! Dia bilang, dia mencintai aku! Oh, Tuhan! Betapa indahnya hidupku!“ teriak Gary sambil mengguncang-guncang tubuh Micquel yang benar-benar sudah menyerah kalah membujuk Stella untuk meninggalkan Gary.
Semua tantangan dari orang tuanya telah terjawab dan mereka telah salah menilai istrinya!
Mereka memastikan bahwa Stella hanya mencintai uangnya, bukan benar-benar tulus menerima dirinya.
Meskipun hatinya sempat hancur saat Stella meminta ijin untuk kembali ke Indonesia dan menyangka orang tuanya benar tentang Stella, ia sudah bersiap-siap, membuat dan menyakinkan Stella bahwa ia sudah mendapatkan investor bagi perusahaannya dan tidak akan menjadi bangkrut karenanya untuk mempertahankan Stella.
Tapi ini, sungguh diluar dugaan!
Gary benar-benar merasa sangat beruntung bisa memiliki istri seperti Stella!
Dengan senyum kemenangan ia mengabari orang tuanya sambil tertawa sekeras-kerasnya.
Micquel menutup telinganya rapat-rapat mendengar teriakan kebahagiaan Gary yang tidak kunjung habis didengarnya.