Passion Of Love By Lucy Ang

Passion Of Love By Lucy Ang
Passion Of Love bab 37 judul Gary pelindung Stella



Bab Tiga Puluh Tujuh


Stella tidak berpikir dua kali untuk menyambut ajakan dansa dari seorang pria lainnya, malahan dia langsung tersenyum dengan sangat manisnya lalu menyambut uluran tangan Micquel tanpa mengucapkan salam perpisahan kepada Richard.


Richard benar-benar tampak terpukul atas tindakan Stella kepadanya.


Dia seharusnya menunggunya menyerahkan tangannya kepada pria lain sebelum berdansa dengan pria lain!      


“Well, well, well, kulihat kau kembali mematahkan hati seorang pria penuh kharisma, My lady. Tapi Richard?! Sungguh diluar dugaan!“ katanya sambil berbisik ditelinga Stella.


Stella tertawa mendengar kata-kata jahil Micquel.


“Terima kasih kau telah menyelamatkan aku!“ kata Stella dengan tulus.


“Kalau saja Gary tidak sedang dihadang Perdana Menteri, kurasa dialah yang akan berada diposisiku saat ini.“


Stella mencari Gary sesaat sambil tersenyum saat mendapati Gary sedang menatapnya sambil meringgis.


Sorot matanya meminta Stella menunggunya sebentar lagi.


Stella hanya tersenyum sambil mengangguk.


“Kalian adalah teman terbaik yang pernah aku miliki dan aku bersyukur karenanya.“


“Hanya teman?“


“Micquel!“


Stella memberi peringatan agar Micquel tidak melanjutkan godaannya.


“Hanya bercanda,” katanya cepat-cepat.


“Siapa tahu malam ini aku sedang beruntung!“ tambahnya lagi.


“Aku heran dengan kalian para pria, apakah kalian benar-benar mengira bisa menggoda seorang wanita yang sudah bersuami, seharusnya kalian malu!“


“Biasanya, kami selalu menghindari hal itu tapi untuk kasus-mu, kami sanggup terjun ke jurang kalau itu bisa mendapatkan secuil cintamu.“


“Yah, yah, yah, dan jangan membuatku tertawa karenanya!“


Micquel menggeleng tegas sambil tersenyum tanda dia sangat serius dengan kata-katanya.


“Kalau saja statusku masih single, tentu aku akan merasa tertarik untuk memiliki salah satu dari kalian tapi syukurlah saat ini aku sudah menikah!“


“Apa maksudnya dengan syukurlah!?“ sela Micquel cepat.


Stella tertawa geli melihat Micquel cemberut mendengar celotehannya.


“Tenang saja Micquel, kau pasti akan menemukan wanita yang telah mencuri tulang rusukmu. Dan pada saat itulah, keajaiban akan terjadi.“


“Apa yang akan terjadi?“


“Dia akan menjadi sentral kehidupanmu,“ kata Stella.


“Seakan, kau hanya bisa bernapas dan hidup saat sedang bersamanya,“ katanya lagi dengan mata berbinar.


“Kuharap hal itu tidak akan terjadi padaku!“ katanya sambil membuat mimik ketakutan.


Stella tertawa melihat reaksi Micquel.


“Percayalah kalau hal itu terjadi kau akan menyesal, mengapa hal itu tidak terjadi jauh hari sebelumnya! Dan beruntunglah aku karena telah memiliki David,“ kata Stella dengan wajah yang sangat bahagia.


“Oh, cukup sudah! Lama-lama, mendengar kata-katamu bisa membuatku jadi gila!“


Stella tertawa menanggapi kata-kata Micquel yang pura-pura merajuk lalu ikut tertawa.


Keakraban mereka harus disela seorang pria dengan wajah sedikit dingin tapi tampak gagah dan berkharisma.


Edward Alexander III, penerus tahta salah satu kerajaan yang kaya dengan segala rempah dan hasil dalam bumi.


“Selamat malam, My lady.“


Edward mengecup jemari Stella yang telanjang.


“Selamat malam, Yang Mulia. Sungguh sebuah kehormatan besar bagi saya dapat berdansa dengan anda.“


“Saya yang senang bisa mendapat kehormatan ini, My lady.“


Stella senang berada dalam pelukan Edward karena selain dia sangat sopan, ternyata dia juga orang yang sangat menyenangkan.


Edward mengundang Stella untuk berkunjung ke kerajaannya.


Dia yakin bisa memberikan sumber inspirasi bagi novel-novel Stella selanjutnya.


“Akan saya pertimbangkan, Yang Mulia tapi bagaimanapun saya ucapkan terima kasih atas undangan, Yang Mulia.“


“Panggil aku Edward, My lady.“


“Kalau begitu, panggil saya Stella, Edward.“


“Stella,“ kata Edward sambil tersenyum.


Ternyata dibalik cerita tentang sikap dinginnya, Edward menyimpan pesona yang luar biasa!


Richard tidak habis pikir, mengapa Stella bisa bergaul akrab dengan pria dingin seperti Yang Mulia, Edward.


Jarang sekali, mereka bisa melihat Yang Mulia tersenyum dan melayani seorang wanita dengan penuh persahabatan seperti itu! Seumur hidup, melihat Yang Mulia berada dipesta-pesta besar seperti ini, tidak pernah melihatnya seperti ini! Tidak sekalipun!


“Yang Mulia, bolehkah saya mengambil alih dansa anda?“ sela Gary dengan sopan.


Stella tersenyum melihat Gary dan bersiap menyudahi dansa mereka. Tapi yang membuatnya bingung, Edward tidak mau melepaskannya.


Keningnya mengerut dan hanya bisa tersenyum tidak mengerti dengan sikap Edward kepadanya.


“Tidak,“ kata Edward sambil melanjutkan dansanya dan tidak mengindahkan keinginan Gary.


Gary merasa wajahnya memerah dan ingin memukul wajah Yang Mulia tanpa memperdulikan status kebangsawanannya! Tapi begitu ia membuka matanya, Edward sudah membawa Stella menjauh dari jangkauannya.


Gary mengerang kesal karenanya.


“Saingan berat?“ goda Micquel.


“Diamlah!“


“Gary, kau tahu …“


“Tidak! Aku tidak mau tahu!“ bentak Gary dengan marah dan mencari minuman keras.


Micquel tahu, kalau sampai Gary mencari minuman keras, ia akan membuat pesta ini kacau dan dia tidak akan memperdulikannya! Tapi, semua undangan yang hadir memiliki pengaruh yang besar dalam dunia bisnis dan perekonomian dunia dan Micquel tidak mau Gary sampai merugikan dirinya sendiri maka ia langsung berpikir cepat dan mencari Stella untuk mencegah Gary menghancurkan dirinya sendiri.


Stella langsung permisi dan meninggalkan Edward saat Micquel membisikan sesuatu ketelinganya.


Gary menunggu dengan tidak sabar saat bartender membuatkan minuman keras yang ia minta.


“Gary,“ sapa Stella sambil duduk disampingnya.


Pada saat bersamaan bartender sudah selesai meracik minuman yang Gary pesan dan meletakkan minuman itu dihadapan Gary.


Gary menghela napas sambil memandangi Stella lalu dengan enggan mengambil minuman itu.


Stella menahan tangan Gary saat tangannya berada diatas minuman itu lalu menggeleng dan menyingkirkan minuman itu.


Ia meminta air jeruk lemon untuk mereka berdua.


Tony melirik Gary sekilas dan menunggu persetujuan dari Gary.


Setelah Gary mengangguk, dengan cepat Tony segera membuatkan pesanan yang Stella minta.


Melihat wajah Gary yang cemberut dan terkesan menghindarinya seharusnya Stella membiarkannya, tapi dia tidak merasa nyaman dengan keadaan itu. Ia berpikir cepat lalu tersenyum lalu memberanikan diri meraih tangan Gary.


“Kita berdansa yah, kali ini tanpa menerima gangguan!“ katanya sambil tersenyum.


Gary memandangi Stella tanpa keyakinan, tapi juga tidak menolak saat Stella menariknya dan mengajaknya berdansa.


Dia menghela napas berat karena perasaannya.


“Satu-satunya orang yang bisa melindungiku dan kupercaya disini adalah kau, Gary. Aku terlalu mengandalkanmu dan aku tidak mau kecewa dengan keyakinanku. Apa seharusnya aku tidak boleh terlalu yakin, Gary?“ tanya Stella dengan sedih.


Gary memeluk Stella lebih erat dari seharusnya tapi Stella membiarkan Gary melampiaskan perasaannya untuk sekali ini saja.


Ia harus benar-benar memastikan, Gary sanggup menjadi penopang dan pelindungnya, selama dia berada jauh dari suaminya.


“Aku senang kau mencegahku,“ kata Gary dengan suara berat.


“Aku senang mendapatimu sadar, sebelum kau mabuk,“ sahut Stella sambil tertawa.


Gary tersenyum sambil meneguk kehangatan dari tubuh Stella.


“Edward tampaknya menyukaimu.“


“Apakah aku harus bangga dengan hal itu?“


Gary menghela napas panjang tidak menjawab.


“Gary, aku tidak perduli berapa banyak laki-laki yang menyukaiku karena sudah jelas-jelas, aku tidak dapat membalas perasaan mereka kepadaku,“ kata Stella sambil menghela napas dan memandangi Gary. "


“Aku adalah wanita yang sudah bersuami, Gary kau tahu itu, dan aku tidak pernah berniat untuk memanfaatkan keadaan ini untuk bersenang-senang dan mengkhianati suamiku. Dan disini, saat ini, hanya ada kau yang bisa melindungi aku dan satu-satunya orang yang bisa aku percayai, aku mau meskipun aku tidak bisa memberikan hubungan yang lebih dari persahabatan tapi kuharap, kau mau menjadi pelindungku dan bisa membuatku nyaman dengan hubungan kita selama aku jauh dari suamiku, dan pertanyaanku Gary, bolehkah aku berharap seperti itu?“ tanya Stella dengan sungguh-sungguh.


“Aku akan selalu melindungimu Stella,“ kata Gary kembali memeluk Stella lagi.


“Maaf, karena membuatmu tidak nyaman dengan kejadian  tadi.“


“Terima kasih. Aku sangat beruntung memilikimu sebagai teman sekaligus investorku.“


Stella tidak mendengar tanggapan dari komentarnya tapi ia merasa sudah memberi cukup batasan mengenai kelanjutan hubungan mereka kedepannya.


Micquel merasa luar biasa kaget saat melihat Stella dengan mudahnya meredakan emosi Gary dan saat ini, Gary tampak tenang dan tampak sangat menikmati dansanya bersama Stella!


Kalau saja Stella mau, kesuksesan seperti ini akan terlampau mudah untuk ia peroleh tanpa harus bersusah payah. Sudah bisa dipastikan banyak pria dengan kekayaan yang melimpah akan menyembah demi mendapatkan secuil cintanya. Dan dia-lah salah satu dari penyembahnya itu!


Sayangnya, Stella benar-benar tulus mencintai suaminya yang kalau dipikirkan secara logika, tampaknya mustahil kenapa Stella bisa memilih menjadi istrinya!


Dari segi fisik, suaminya cenderung biasa-biasa saja, kalau dibandingkan dengannya, sudah tentu akan jauh kemana-mana! Dari segi kekayaan? Nol besar dan itulah yang membuatnya tidak habis pikir, kenapa Stella bisa jatuh cinta dan begitu setia kepada suaminya itu! Benar-benar pria yang sangat beruntung, aku Micquel merasa tidak rela.