Passion Of Love By Lucy Ang

Passion Of Love By Lucy Ang
Passion of Love bab 42 judul David selingkuh



Bab Empat Puluh Dua


Stella duduk sambil menunggu Micquel selesai menemui salah seorang kliennya diruangan lainnya.


Untuk mengusir rasa bosannya, ia mencoba mencari-cari majalah yang bisa dibaca sambil menunggu tapi keningnya mengerut saat menemukan beberapa lembar foto yang menarik perhatiannya dari tumpukan file-file milik Micquel.


Tangannya bergetar, tidak percaya melihat foto yang saat ini ada genggamannya.


Apa ini, maksudnya!? tanyanya dalam hati dengan perasaan kaget dan juga marah.


Tanpa sadar air matanya jatuh begitu saja, menggantikan kata-katanya yang tidak bisa keluar dari mulutnya.


Ia tidak tahu apakah dirinya sangat marah ataukah sangat sedih saat ini! Berulang kali, ia membolak-balik foto-foto suaminya yang sedang bersama wanita lain sebelum memasuki hotel dan ada satu lembar yang terambil saat suaminya mencium wanita itu, dan ia bisa melihat ciuman itu bukanlah ciuman yang diberikan seorang teman, tapi itu adalah ciuman penuh napsu!


Stella menarik napas panjang sambil menekankan jari-jarinya hingga bergetar, mencoba untuk mengendalikan diri dan tidak berteriak karena perasaannya saat ini!


Semua pasti ada penjelasannya! Katanya mencoba menghibur diri.


Air matanya benar-benar mengalir begitu saja meskipun ia sudah mencoba menghibur diri dan meyakinkan dirinya bahwa tidak ada hubungan apa-apa antara suaminya dan wanita itu tapi kenapa bisa ada foto kemesraan mereka tergambar jelas difoto ini!


“Stella …,“ panggil Micquel dengan ragu dibelakang Stella.


Stella segera mengusap air matanya, berusaha membuat dirinya tegar dan berbalik menghadap Micquel untuk menanyakan kenyataan yang sesungguhnya terjadi.


“Maafkan aku,“ kata Micquel mencoba memberi Stella dukungan lewat pelukannya.


Dengan senyuman dingin, ia mencegah Micquel mendekatinya.


“Kapan foto-foto ini diambil?“ potongnya cepat sambil mencoba menguatkan diri.


“Apa kau yakin ingin tahu semuanya sekarang?“


Apa Micquel sudah gila bertanya seperti itu kepadanya!?


“Duduklah dulu.“


Stella tidak banyak menentang. Ia menuruti kata-kata Micquel  karena memang sekarang, dia harus duduk karena tubuhnya benar-benar lemas.


Ia terus menahan, rasa sakit yang teramat perih menghujam jantungnya saat ini!


Dalam hati, ia bertanya sanggupkah kalau sampai benar-benar mendapati kenyataan suaminya benar-benar berselingkuh darinya?!


“Sudah tugasku untuk mencari tahu tentang segala hal yang berkaitan dengan kelangsungan salah satu sumber keuangan Gary. Maka sesuai prosedur aku mencari tahu tentang kehidupan suamimu,“ kata Micquel dengan hati-hati.


“Stella, aku sangat menyesal saat mendapati kenyataan ini tapi yah, suamimu telah berselingkuh darimu.“


Stella hanya bisa memejamkan matanya tanpa bisa mengatakan apa-apa.


“Namanya Hara,“ kata Micquel melanjutkan.


“Dia adalah sekretaris baru suamimu. Foto itu diambil seminggu yang lalu. Bisa dibilang itu adalah foto terbaru yang kami dapatkan.“


“Foto terbaru?“ Stella tersenyum kecut.


“Katakan padaku,“ kata Stella sambil menghela napas berat.


“Sudah berapa lama hubungan mereka berlangsung sepanjang pengetahuanmu?“


“Enam bulan.“


“Kau pasti bercanda iya ‘kan!?“


Stella langsung berdiri dari tempatnya duduk.


Ia benar-benar tidak menyangka!


Ia mengira, mungkin baru sebulanan ini hubungan mereka terjadi!


Ia mungkin bisa memahami dan memaafkan David. Karena kesepian, David merasa hilang kendali dan melakukan kesalahan tapi enam bulan yang lalu?!


Stella benar-benar ingin tertawa keras-keras karena tidak menyangka hal itu bisa terjadi padanya. Dan kenapa dia tidak menyadari hal itu selama ini!


Stella mencoba menyangkal kenyataan yang diungkapkan Micquel kepadanya.


Micquel tahu, Stella tidak percaya padanya.


“Hara masuk kedalam perusahaan berdasarkan rekomendasi pribadi dari David, suamimu. Dan ini adalah foto apartement yang biasa mereka kunjungi.“


Micquel memberikan sebuah amplop coklat kepada Stella.


Stella benar-benar tidak tahu bagaimana harus menyangkal dan menghadapi kenyataan bahwa suaminya memang memiliki wanita lain!


Dia benar-benar merasa mau mati saat ini juga!


Ia benar-benar tidak tahu harus berkata saat ini.


Ia memejamkan matanya sambil menahan perih dan gejolak yang menderanya saat ini!


Lalu apa arti semua kebahagiaan yang mereka rasakan selama ini!? Pekiknya dalam hati.


Kenapa David tega melakukan hal ini kepadanya!?


Tangan Stella sampai bergetar memikirkan pertanyaan yang ia sendiri tidak tahu jawabnya.


Micquel memeluk Stella tanpa menghiraukan reaksi Stella nantinya.


Stella mengerang sekeras-kerasnya kemudian menangis dengan sedih.


Ia mencengkram, jas Micquel sambil menangis dan menangis.


Ia menangis sejadi-jadinya.


Ia tidak perduli lagi pandangan orang lain saat melihat kondisinya saat ini!


Tidak pernah sekalipun dalam pikirannya, David sanggup menghianati cintanya, menghianati kehidupan rumah tangga mereka!


Stella hanya bisa menangis dan meratapi kesedihannya.


“Menangislah sepuas yang kau mau, berteriaklah kalau kau ingin. Jangan khawatir, mereka tidak akan bisa mendengarmu karena ruanganku kedap suara.“


Stella  tertawa dalam tangisnya mendengar kata-kata Micquel lalu menangis lagi.


Jiwanya serasa mati, saat ini! Dan dia tidak tahu, bagaimana bisa menjalani hari-harinya kedepan dengan semua kenyataan ini!?


Stella benar-benar tidak mengerti apa salahnya sampai David memiliki wanita lain!?


Stella benar-benar perlu waktu untuk menyendiri sekarang.


Ia tidak mau bertemu siapapun saat ini apalagi kalau sampai Samuel melihatnya seperti ini tapi dia tidak tahu kemana harus pergi!


“Aku perlu tempat untuk menyendiri, Micquel. Beberapa jam saja, tidak, …“ katanya lagi.


“Satu jam saja mungkin sudah cukup. Apakah kau mau membawaku pergi dari sini, Micquel, please?“ tanya Stella dengan pelan.


Micquel mengangguk sambil menghapus air mata Stella dan memberinya kaca mata hitam miliknya.


Ia mengantar Stella ke salah satu properti yang baru-baru ini, ia beli. Sebuah villa besar yang menghadap langsung kearah laut dengan jalur lintas pribadi sehingga tidak ada orang awam yang bisa memasuki area kawasan pesisirnya tanpa mendapatkan ijin khusus darinya.


Stella meminta Micquel meninggalkannya didalam kamar sendirian.


Micquel tidak banyak berkomentar lalu meninggalkan Stella sambil berpesan ia akan lari sore disepanjang pesisir pantai sambil menunggunya siap untuk bicara padanya.


Stella tidak sanggup menanggapi kata-kata Micquel.


Ia hanya membuka selimut lalu masuk kedalam selimut dan meringkuk seorang diri dan saat pintu kamar ditutup ia mulai mengerang tertahan sambil mengeluarkan segala keperihan yang dirasakannya saat ini.


Hampir tiga jam lamanya, ia menangis dan hanya menangis sampai akhirnya air matanya berhenti mengalir begitu saja tanpa bisa ia pahami.


Ia hanya bisa menghela napas berulang kali sambil memandangi lautan lepas melalui kaca tembus pandang di kamar villa itu.


Dengan langkah gontai, ia membasuh wajahnya dan mengambil es batu untuk mengompres kedua matanya sambil berbaring dan mengatur napasnya berulang-ulang sampai akhirnya dia tertidur dan tidak mau mengingat kejadian hari ini!


Dia berharap, ketika ia bangun nantinya ia bisa terbangun dimansionnya dan mendapati semua ini, hanyalah mimpi buruk tapi sayangnya dia tahu semuanya tidak mungkin terjadi!


Bagaimana ia bisa hidup tanpa David!?


Tidak, dia tidak mau hidup tanpa David! ratap Stella dalam tidurnya.


Tapi disisi lain, ia juga tidak mengerti mengapa David bisa tega menghianati cintanya?!


Gary marah besar, saat tahu Micquel membawa Stella tanpa seijinnya. Meskipun Micquel sudah menjelaskan saat ini, Stella butuh ruang bagi dirinya sendiri, Gary tidak perduli dan langsung berangkat ke villa yang disebutkan Micquel dengan heli-nya.


Gary masuk kedalam kamar dimana Stella berada saat ini.


Stella masih berada diranjangnya. Sama sekali tidak bergerak.


Setelah memastikan Stella masih bernapas, ia baru bisa bernapas lega dan dengan pelan duduk diatas kursi malas sambil menunggu Stella bangun dari tidurnya.


Gary merasa sangat sedih saat memandangi Stella dalam keadaan pucat dan mata yang agak bengkak, meringkuk seperti bayi yang perlu pelukan kasih sayang.


Ia bertekat tidak akan membiarkan Stella hancur baik saat ini atau kapanpun juga! Ia akan menjaga dan melindungi Stella dengan semua yang ia miliki.


Ia tidak perduli kalau harus menukar semua kekayaannya untuk membuat Stella bahagia karena ia sungguh-sungguh mencintai Stella!