Passion Of Love By Lucy Ang

Passion Of Love By Lucy Ang
Passion Of Love bab 49 judul memulai awal yang baru



Bab Empat Puluh Sembilan


Ia tidak tahu apa yang ia rasakan saat ini tapi yang jelas, ia tidak ingin kehilangan Gary!


Gary mengelus tubuh Stella dengan penuh cinta.


“Aku mencintaimu,“ kata Gary sambil mencium Stella.


Stella tidak menjawab pernyataan Gary tapi ia membalas ciuman Gary dan membiarkan Gary menyentuhnya.


Mereka berendam bersama dalam zaguzi setelah bercinta dua kali sambil saling memandangi satu dengan yang lain.


Gary memijat bahu Stella sementara Stella menikmati apa yang Gary lakukan.


“Bagaimana kalau Muel tidak setuju?“


“Aku akan menyakinkannya.“


“Apa kau yakin bisa mendapatkan restunya?“ tanya Stella berbalik dan menghadap Gary.


“Aku yang akan menyakinkannya, tenang saja,“ jawab Gary sambil mencium Stella.


Stella menjauh dari Gary.


“Gary, masalah pernikahan bukan hanya tentang kita berdua. Ada keluarga yang harus dikabari dan  kalau sampai mereka menentangnya,“ kata Stella dengan ragu.


“Aku mau kau mundur dari rencana ini.“


“Apa kau, meragukan kemampuanku?“


“Hanya saja, aku tidak mau menyakiti siapapun dan aku tidak mau terlalu memusingkan hal-hal itu, saat ini. Aku hanya ingin hidup tenang bersama anakku.“


“Dan juga bersamaku.“


Gary mengecup kening Stella.


“Jangan khawatirkan hal itu. Biarkan aku yang menyakinkan mereka. Hari ini kita akan bicara dengan Muel dan orang tuamu. Lusa aku akan berangkat ke London kemudian akan menjemputmu dan keluargamu kesana.“


“Kalau seandainya, aku meminta waktu untuk berpikir lagi mengenai rencana ini, apa yang akan kau lakukan?“


“Aku tidak mau memberimu waktu berpikir lagi karena kau sudah memberikan janji itu padaku.“


Wajah Stella merona.


“Aku suka melihatmu merona seperti ini. Tapi kurasa kita harus cepat-cepat keluar karena airnya sudah agak dingin.“


Stella menghela napas lalu bangkit dan mengenakan handuknya.


“Biarkan aku,“ bujuk Gary sambil menyeka air yang menetes dari tubuh Stella.


“Aku ‘kan bisa sendiri?!“


“Ijinkan aku memanjakanmu, please.“


“Aku tidak suka dimanjakan,“ sahut Stella.


“Aku akan berusaha untuk tidak terlalu memanjakanmu.“


Gary menciumi tubuh mulus Stella.


“Baiklah,“ kata Gary pelan sambil mengulum bibir Stella dan memainkannya.


Stella mengerang dan membiarkan Gary memperdalam ciumannya.


Mereka bercinta dilantai kamar mandi sebelum keluar dari kamar mandi.


Apa dirinya maniak ****?! keluh Stella dalam hati.


Belum genap, satu bulan suaminya meninggal.


Mengapa ia begitu mudah menyerahkan tubuhnya dan menikmati percintaan dengan pria lain?!


Stella benar-benar merasa takut dengan dirinya sendiri.


“Mami …“


“Ada apa, sayang?“


“Apa kita akan pindah dari sini setelah Mami menikah dengan Gary?“


“Kita akan pindah dari sini itu sudah jelas. Terlalu banyak kenangan Papi disini.“


“Apa kita akan melupakan kenangan Papi, Mi?“ tanya Samuel dengan sedih.


“ Aku sangat menyayangi Papi. Aku tidak mau melupakan Papi!“ ratapnya dengan sedih.


“Kenangan itu akan tetap tinggal bersama kita, hanya saja kalau kita tetap tinggal disini, kita tidak akan pernah bisa menerima kepergian Papi. Mami juga tidak rela Papi meninggalkan kita begitu cepat tapi cepat atau lambat kita harus menghadapi kenyataan.“


“Apakah kau mencintai Gary juga, Mami?“


“Mami mencintai Papi, sayang.“


“Mami …“


“Gary akan menjaga kita berdua. Apakah Muel percaya padanya?“


“Muel percaya kalau ada Gary, kita pasti akan baik-baik saja dan yang pasti, dia tidak akan membiarkan Mami hilang di jalanan.“


Stella tertawa mendengar celoteh anaknya.


“Mengejek!?“


“Mami …“ panggil Samuel lagi.


“Muel akan cepat besar agar bisa menjagai Mami.“


“Terima kasih sayang, Mami nantikan saat itu. Makanya kamu harus makan yang banyak, minum susu dengan rutin dan belajar yang pintar dan …“


“Rajin berdoa!“ kata Samuel dengan yakin.


“Seratus buat jagoan Mami!“ kata Stella sambil mengecup pipi Samuel dengan gemas.


“Mami bersyukur bisa memiliki Muel disisi Mami.“


“Muel sayang Mami,“ kata Samuel sambil memeluk Stella.


“Mami juga sayang, Muel.“ Stella balas memeluk Samuel dengan penuh kasih sayang.