Passion Of Love By Lucy Ang

Passion Of Love By Lucy Ang
passion of love bab 20 judul berita gembira



Bab Dua Puluh


“Stella, kenalkan ini pengacaraku, Micquel Richmand,“ kata Gary saat tiba di mansion.


“Senang bertemu denganmu, Mr. Richmand. Apa yang bisa saya bantu?“ tanya Stella sambil menyimpan data didalam laptopnya sebelum ditutup.


“Micquel saja saya rasa cukup, Nyonya. Dan saya tidak menyangka, kalau anda masih begitu muda dan sangat cantik!“


Pipi Stella merona mendengar pujian Micquel. “Pujian yang menyenangkan Micquel, terima kasih dan kau bisa memanggilku, Stella kalau begitu.“


“Baiklah, saya mewakili Gary sebagai klien saya …“ kata Micquel sambil masih menggenggam tangan Stella.


Stella berharap Micquel menyadari karena ia belum juga melepaskan tangannya saat ini.


Ia hanya bisa tersenyum sambil melirik Gary.


Gary mendehem sambil memberi isyarat kepada Micquel untuk melepaskan tangan Stella.


Micquel minta maaf karena hal itu. “Percayalah, biasanya saya tidak pernah lupa melepaskan tangan seorang wanita saat sedang berjabat tangan.“


Stella tertawa. “Yah, saya percaya Micquel. Silahkan duduk. Kuharap kalian tidak bermaksud untuk menuntutku,“ kata Stella setengah bergurau sambil memberi isyarat kepada asistennya untuk menyediakan minuman kepada para tamunya.


“Sebenarnya, saya pribadi yang akan menuntutmu, Stella.“


Stella benar-benar terkejut mendengar kata-kata Micquel lalu mencoba tersenyum dan menenangkan diri.


Gary tampak sangat terkejut mendengar kata-kata Micquel. Tapi ketika ia ingin membahas hal itu, Micquel memberi tanda untuknya tenang.


“Kuharap, segala sesuatunya bisa kita bicarakan Micquel. Atas dasar apa tuntutan yang akan anda ajukan kepada saya?“ Stella berkata dengan tenang sambil mengingat-ingat dalam hati, kesalahan apa yang pernah ia lakukan sampai membuahkan sebuah tuntutan hukum!


“Karena anda sudah menikah lebih dulu sebelum bertemu dengan saya!?“ Micquel berkata dengan penuh percaya diri dan menggunakan segenap kharismanya untuk menggoda Stella.


Rupanya pengacara Gary adalah seorang perayu wanita!


Stella tidak tahu, ia harus tertawa dengan keras atau menampar pipi pengacara ganteng didepannya itu! Pada akhirnya Stella hanya bisa tersenyum lega. “Sayang sekali memang tapi saya tidak menyesal karena saya telah menemukan orang yang lebih dulu bersedia menikahi saya dibandingkan menunggu anda,“ timpal Stella sambil tertawa tulus.


Micquel tertawa lebar. “Anda orang yang sangat menyenangkan Stella, luar biasa! Aku benar-benar merasa menyesal kenapa bisa terlambat bertemu denganmu sebelumnya!?“


Gary benar-benar merasa jengkel melihat sikap Micquel. Ada apa sih dengan otak Micquel!? Kenapa dia jadi merayu Stella!?


“Aku kesini untuk mengatur kerjasama mengenai penerbitan novelmu dengan Gary.“


“Benarkah!? Silahkan lanjutkan kalau begitu.“ Stella menunggu Micquel melanjutkan kata-katanya.


“Penerbitan novel-novelmu akan berada dibawah naungan perusahaan Gary dan ada bonus-bonus yang bisa kau terima jika bisa menghasilkan 5 buah novel dalam waktu 1 tahun. Masa kontrak akan selalu diperbaharui setiap 3 tahun sekali. Silahkan dibaca disini untuk lebih jelasnya.“ Micquel menyerahkan setumpuk lembaran berbahasa asing.


“Baik.“ Stella tersenyum sambil menerima tumpukan penawaran kontrak itu. “Ijinkan aku mempelajari setiap pasalnya agar bisa membuat keputusan yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak.“


“Aku jamin, kau tidak akan rugi, malahan kau akan bertambah kaya sebelum sempat mengerjapkan mata setelah menandatangani kontrak ini. Temanku ini, ternyata orang yang sangat murah hati! “ Benar-benar murah hati, tambah Micquel dalam hati.


Ia mengerling jahil ke arah Gary dan disambut dengan pelototan Gary. Cepat-cepat ia mengalihkan pandangannya kepada Stella. “Kau bisa menghubungi nomor teleponku, dan ini nomor ponselku. Kapan saja jika kau memerlukan penjelasan untuk detail setiap pasal, aku siap untuk melayanimu meskipun itu, larut malam sekalipun.“


Stella tidak bisa menahan tawanya lagi. “Oh, pasti! Saya akan menelepon anda, jam dua atau jam tiga pagi, apa tidak masalah!?“  balas Stella sambil mengerlingkan mata jahil kearah Micquel.


“Apa kau yakin, tidak ingin berkencan denganku? Aku tidak keberatan meski kau sudah menikah, “ goda Micquel dengan mata berbinar berharap paling tidak, Stella memberikan sebuah harapan kepadanya.


Gary berseru dalam geramannya.


Stella tertawa. “Saya pastikan, tidak Micquel. Maaf tapi saya tidak tertarik untuk berkencan dengan pria manapun juga selain suami saya. Tapi kau tahu …,“ bisik Stella dengan jahil.


Micquel sangat tertarik mendengar kelanjutan tawaran Stella.


“Berita baiknya, kebanyakan asistenku masih single!“ kata Stella setengah berbisik lalu tertawa melihat ekspresi Micquel yang  langsung cemberut.


“Hatiku telah kuserahkan padamu dan kau baru saja meremukkannya sampai hancur berkeping-keping. Bagaimana caraku menyatukan kepingan atas hatiku dan kaulah orang yang bertanggung jawab atas semuanya itu!?“ Micquel berkata dengan sangat serius. “ Makan malam mungkin untuk menebus sakit hati ini!?“ kata Micquel benar-benar berharap Stella mempertimbangkan tawarannya.


Tawa Stella pecah, mendengar keusilan dan godaan Micquel.


Gary tidak percaya teman baiknya sekaligus pengacaranya, merayu Stella secara terang-terangan didepannya! Tangannya sangat gatal untuk menyeret Micquel keluar dari dalam ruangan Stella.


“Tidak, terima kasih. Senang bertemu dengan anda Micquel.“ Stella tersenyum manis seraya berdiri.


Otomatis Micquel dan Gary ikut berdiri. “Pengusiran secara halus, Stella?“


“Saya akan menghubungi anda, Micquel.“ Stella tersenyum sambil mempersilahkan Micquel pergi.


Micquel berniat untuk melancarkan serangan mautnya untuk yang terakhir kali sebelum pergi tapi begitu melihat ekspresi Gary, dia langsung mengambil langkah seribu dan segera keluar dari dalam ruangan Stella.


Seandainya saja, dia yang lebih dulu bertemu dengan Stella sebelum Gary, ratapnya sambil melenggang pergi.


Stella belum bisa berhenti tertawa setelah Micquel keluar dari ruangannya.


“Aku minta maaf, aku tidak menyangka kalau dia …“ Gary meremas kesal tangannya sendiri.


“Selingan yang menarik! Jangan khawatir, aku tidak tersinggung atas sikapnya. Aku membutuhkan waktu kurang lebih satu hari untuk merevisi surat kontrak ini, Gary.“


“Baik, aku harus pergi keluar kota selama beberapa hari. Kalau perlu apa-apa jangan sungkan untuk menghubungiku langsung.“


“Kita akan membahas hal ini setelah kau pulang, santai saja.“


“Apa kau keberatan dengan Micquel sebagai pengacaraku? kalau iya, aku bisa segera mencari penggantinya dengan mudah.“


“Tidak perlu. Dia cukup militan, menurutku.“


“Baiklah kalau itu maumu, aku akan beristirahat sekarang.“


“Silahkan. Makan malam jam 7,“ kata Stella mengingatkan Gary.


Gary mengangguk sambil tersenyum sebelum keluar dari ruangan Stella.


“Hei sayang,“ sapa David senang melihat istrinya tampak asyik berbaring diranjangnya sambil membaca lembar surat.


“Hari ini agak telat?“ sahut Stella sambil tersenyum dan membiarkan David mencium pipinya.


“Iya, tadi ada meeting mendadak. Sedang baca apa?“


“Coba tebak!?“ kata Stella sambil tersenyum. “Gary menawariku kontrak penerbitan novel-novelku! Bagaimana menurutmu? Asyik ‘kan!?“ kata Stella dengan ceria.


David hanya menghela napas panjang sambil duduk membelakangi istrinya.


Senyum Stella memudar dan tidak mengerti, mengapa suaminya tidak senang mendengar tawaran yang ia dapatkan. Paling tidak, mereka akan mendapatkan banyak uang dari kontrak ini! “Ada apa?“ tanya Stella dengan bingung.


“Aku yakin, dia memiliki perasaan khusus kepadamu,“ kata David dengan yakin.


Dari awal, ia tahu dari cara Mr. Machunn memandangi istrinya, dia tahu Mr. Machunn menyukai istrinya.


“David ayolah, ini murni hanya bisnis!“ kata Stella mencoba menenangkan suaminya.


“Tapi aku tidak nyaman, setiap kau berdua dengannya.“


“Berdua bagaimana, maksudmu?“ tanya Stella tidak mengerti.


David terdiam.


“David, apa kau meragukan cintaku?“


“Dia jauh lebih sempurna dibandingkan denganku, Stella. Dia kaya, berpengaruh dan juga bukan pria yang jelek!“ kata David masih berkeras.


Stella merasa janggal mendengar David memanggilnya dengan namanya, bukannya sayang seperti yang biasa ia ucapkan.


Ia memandangi David lekat-lekat lalu tersenyum dan duduk manis dipangkuan suaminya. “ Ada satu keunggulanmu, yang membuat aku tidak bisa mencintai orang lain meskipun dia memiliki seluruh isi dunia ini.“ Stella menatap wajah suaminya dengan penuh kesungguhan. “Kau adalah suamiku dan bagiku, kau adalah orang kedua yang kucintai setelah Tuhan. Dan hal itu nggak akan pernah dapat digantikan oleh siapapun juga,“ kata Stella lagi dengan sungguh-sungguh.


David memeluk istrinya dengan penuh rasa haru. “Maaf, aku belum bisa memberi semua yang kau inginkan  sampai saat ini.“


“Kau sudah memberiku kado terindah dalam hidupku, Muel!“ kata Stella sambil tersenyum bahagia. “Kau membuat duniaku sempurna dengan membuatku mengandung dan bisa mendapatkan anak yang hebat seperti Muel. Dan kau menjadikan aku wanita yang paling bahagia di dunia ini dengan servis **** yang hebat,“ desah Stella dengan percaya diri.


“Oh, yah!?“ David terkekeh mendengar kata-kata Stella. Kehidupan percintaan mereka memang cukup intens dan memuaskan satu sama lain.


Dia tidak pernah merasa bosan bercinta dengan Stella dan merasa bahagia saat Stella meneriakkan kata-kata penuh cinta saat mencapai kepuasannya.


“Berapa nilaiku bagimu, manis?“ tanya David sambil mengelus lengan Stella yang terbuka.


“Berapa yah? Hmm…, coba aku pikir-pikir dulu. 80, mungkin?“ sahut Stella mengangkat bahunya sambil tersenyum.


“Mungkin?“ kata David sambil tersenyum lebar.


“Yah, karena aku tidak tahu bagaimana sampai level seratus-nya. Aku hanya bercinta dengan satu orang yang sama sepanjang hidupku!“ kata Stella dengan jenaka.


“Aku akan menunjukkan kepadamu level 100 itu!“ kata David sambil menciumi bagian belakang telinga Stella.


“Oh, yah? Coba tunjukkan padaku kehebatan angka 100 itu!“ sahut Stella merasa bahagia saat David mencumbunya.