Passion Of Love By Lucy Ang

Passion Of Love By Lucy Ang
Passion of Love bab 25 judul Persiapan situasi yang aneh



Bab Dua Puluh Lima


Stella bertukar pandang dengan Jesicca mencoba mencari tahu arti perkataan Gary.


Jesicca hanya mengangkat bahu, tidak mau banyak ikut campur.


“Stella?“ Steven sangat tidak senang mendapat gangguan yang jelas-jelas mengganggu acara yang telah ia rencanakan sebelumnya, merayu Stella agar bisa jatuh cinta lagi padanya!


“Oh, maaf Steven, kenalkan ini Mr. Gary Machunn. Dia adalah salah satu kenalan atasan suamiku dan tentu kau sudah mengenal Jesicca, asistenku di showroom dan Gary ini adalah Steven, salah satu klienku.“


Gary dan Steven tampak enggan untuk mengulurkan tangan tapi setelah menyadari keheranan dari wajah Stella, barulah Steven mengulurkan tangannya dengan enggan sambil menyebutkan namanya dengan acuh dan Gary-pun melakukan hal yang sama!


Aneh! Stella benar-benar merasa heran melihat tingkah laku keduanya tapi ia berusaha tetap tenang dan menepis prasangkanya jauh-jauh.


“Apa ini berarti, kau akan meninggalkan aku sendirian disini, Stella? “ tanya Steven dengan dingin.


Stella terkejut mendengar pertanyaan Steven dan percaya bahwa Steven benar-benar merasa terganggu dengan kehadiran Gary dan Jesicca. “Tentu saja tidak, mereka pasti memiliki acaranya sendiri iya ‘kan!?“ kata Stella melirik Jesicca sambil memberi isyarat membawa Gary sejauh mungkin dari mereka. Ia tidak mau, Steven menganggapnya tidak professional dalam bekerja.


Jesicca tahu benar apa yang harus ia lakukan saat ini agar Stella tidak memarahinya karena membawa Gary ke tempat yang sama dan mengganggu acara presentasinya. “Ayo, Mr. Machunn kita melihat kelebihan resort ini. Aku akan menunjukkan bahwa tempat ini sempurna untuk tempatmu menikah nantinya.“


Gary menatap Stella, berharap Stella akan menahan kepergiannya tapi yang membuatnya kecewa, Stella sama sekali tidak mengindahkannya dan jelas-jelas terlihat saat ini Stella lebih mementingkan perasaan Steven dibanding mempertimbangkan perasaannya!


Ia meninggalkan mereka dengan perasaan marah.


Jesicca permisi, sambil cepat-cepat mengikuti langkah Mr. Machunn.


Stella tersenyum kikuk dan berharap Steven tidak terganggu dengan kedatangan mereka. “Maaf, kuharap kau tidak terganggu dengan kedatangan mereka. Resort dan penginapan ini memang sangat cocok untuk direkomendasikan kepada setiap kenalanmu,“ katanya sambil tersenyum manis.


Steven tidak tersenyum ataupun menatap Stella, ia hanya menatap di kearah pantai dan berusaha meredam emosinya. “Apa kau ada hubungan dengannya?!“ tanyanya pada akhirnya.


Hampir saja, Stella menyemburkan minumannya saat mendengar pertanyaan Steven yang terdengar aneh ditelinganya. “Hubungan yang bagaimana maksudmu?“ tanya Stella tidak mengerti sambil tersenyum.


Steven hanya memandangi Stella dan berbicara melalui sorot matanya.


Steven tidak berkomentar dan mencoba mencari kejujuran dalam kata-kata Stella.


Situasi ini menempatkan Stella seperti memakan buah simalakama. Dijawab salah, tidak dijawab akan tambah menyudutkan posisinya. Ia benar-benar bingung dan hanya bisa menghela napas panjang berharap Steven tidak mengurungkan niatnya dan membatalkan semua kesepakatan yang telah terjadi.


“Apakah dia sangat kaya?“ tanya Steven sambil menatap Stella dengan tajam.


“Aku tidak tahu, seberapa kaya dirinya tapi kurasa yah, dia sangat kaya tapi apa maksud dari pertanyaanmu itu!?“ kata Stella benar-benar tidak mengerti.


“Kaya, tampan dan tentunya belum menikah?!“


“Yah?“ Stella bertambah bingung dengan pertanyaan Steven.


“Dan dia sangat menyukaimu!“ sahut Steven dengan ketus.


Tawa Stella meledak saat mengolah kata-kata Steven  sambil mengibas-ngibaskan tangannya. “Tidak, tidak kau salah besar! Mungkin, kalaupun dia menyukaiku tapi bukan dengan kapasitas sebagai seorang pria menyukai wanitanya tapi lebih kurang seperti pertemanan. Kau menyukai temanmu iya ‘kan, lagipula kau lupa sesuatu yang penting,“ kata Stella sambil tersenyum.


“Apa itu?“ sahut Steven.


“Aku sudah ada yang punya!“ Stella memperlihatkan cincin kawin dijarinya sambil tersenyum manis. “Oh ayolah, kita tidak perlu membahas tentang hal ini. Lebih baik kita kembali ke pokok bahasan pesta pernikahanmu ditempat ini. Bagaimana apa kau sudah menemukan kecocokan dengan tempat ini? “


“Entahlah, aku sedang tidak mood melanjutkan perbincangan mengenai pesta pernikahanku. Bisakah kita jalan-jalan saja sekarang?“


Ingin rasanya Stella menolak ajakan Steven tapi satu-satunya pilihan bagi Stella adalah menerima ajakan Steven dengan satu-satunya alternatif yang tidak pernah terlintas sebelumnya, menginap di hotel. Akhirnya ia mengangguk setuju sambil mencoba tersenyum.


Meskipun telah terjadi hal yang menjengkelkan bagi Steven dengan gangguan dari orang asing tadi tapi ia telah berhasil membuat Stella tidak mengajaknya pulang sekarang. Ia tersenyum lebar sambil menggigit bibirnya dengan penuh pesona di belakang Stella.


“Lihat! Kau lihat sendiri sekarang! Jelas-jelas dia menyukai Stella dan Stella tidak sadar telah terperangkap dalam perangkap jahatnya!“ Gary berkata kepada Jesicca dengan gusar lalu memberikan teropongnya kepada Jesicca.


Sambil menghela napas enggan, mau tidak mau Jesicca menerima dan melihat kearah Stella dan Steven dari balik teropong yang diberikan Mr. Machunn.