
Tiga hari setelah meninggalnya Berayen, Annisa hanya diam membisu, ia merasa bersama Berayen baru kemarin sore, tapi suaminya sudah meninggalkannya. Najwa yang melihat ibunya hanya diam, ia mengingat setelah Reyhan mengenalkan calon istri, ia juga hanya diam membisu, tapi beruntung Alex selalu ada untuknya. Tidak lama ada suara ketukan pintu
Tok-tok
Najwa yang mendengar ketukan pintu, ia langsung berjalan ke arah pintu, lalu langsung membuka pintu itu. Najwa melihat seorang pengacara
" Bapak ada keperluan apa?"
" Saya hanya akan memberikan wasiat sebelum pak Berayen meninggal, ibu Annisa ada?"
" Ada silahkan masuk pak."
" Baik, Terimakasih."
" Silahkan duduk dulu pak, saya panggil ibu saya dulu."
Najwa langsung berjalan ke arah ruang tv, ia langsung memberi tau ibunya
" Bun, di luar ada seorang pengacara."
" Iya sayang."
Annisa langsung berjalan ke arah ruang tamu, di ikuti oleh Najwa, lalu mereka langsung duduk berhadapan dengan orang tersebut
" Bapak ada keperluan apa?"
" Begini Bu, sebelum pak Berayen meninggal, pak Berayen memberikan wasiat pada saya."
Pengecara itu langsung mengeluarkan sertifikat rumah dan sertifikat kantor milik Berayen
" Ini Bu, sertifikat rumah dan sertifikat kantor milik pak Berayen, sudah atas namakan nama ibu Annisa."
Annisa langsung mengambil sertifikasi itu, ia langsung mengambil pena, lalu ia langsung memindahkan atas nama Reyhan Nugraha, setelah itu ia langsung memberikan lagi pada pengecara
" Pak, selama saya menikah, saya tidak memiliki anak dengan mas Berayen, jadi sertifikat ini saya pindahkan atas nama Reyhan, itu terserah Reyhan, mau dia berikan ke pada adik-adiknya, atau mau Reyhan kelola sendiri, saya tidak akan menerima sepeserpun uang peninggalan mas Bereyen."
Pengecara itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, selama ia menjabat menjadi pengacara, ia baru kali ini ada orang yang tidak tergila-gila dengan harta, bahkan di berikan pada anak tirinya. Najwa yang melihat tindakan ibunya, ia langsung tersenyum
" Mas Rey, kata-katamu itu salah, Bunda tidak tergila-gila dengan harta, terimakasih bun, sudah melakukan hal yang sangat berharga untukku." batin Najwa
Pengacara itu langsung menyimpan kembali sertifikat yang di serahkan oleh Annisa
" Baiklah Bu, kalau keinginannya seperti itu, saya pamit dulu."
" Iya pak, terimakasih."
" Sama-sama Bu."
Pengacara itu langsung pergi dari rumah Annisa. Annisa langsung berbicara pada putrinya
" Nak, ingat, jangan mencintai sesaorang karena harta, Karena derajatnya terlalu rendah."
" Baik Bun."
Annisa langsung pergi ke kamarnya, sementara Najwa, ia hanya menatap ibunya yang pergi sambil tersenyum. Najwa sangat senang karena ibunya tidak mengambil harta almarhum suaminya. Najwa sekarang memutuskan untuk menemui Alex, ia sudah tiga hari tidak memberitahu Alex tentang masalah yang di hadapi. Najwa langsung mengambil tasnya ke kamar, lalu ia langsung memesan taksi online, seleng beberapa menit taksi online itu datang. Najwa langsung masuk ke dalam mobil
" Baik non."
Bapak supir taksi online itu langsung melanjutkan mobilnya ke arah yang di tuju. Setelah sekitar 30 menit, Najwa sampai di apartemen Alex, ia langsung turun, lalu langsung menekan bel. Alex yang duduk sambil menatap foto Najwa, tiba-tiba ia mendengar bel pintu
Ting-tong
Alex langsung berjalan ke arah pintu, ia langsung membuka pintu. Alex melihat Gadis yang di rindukan, ia langsung memeluk Najwa sangat erat
" Aku merindukanmu Najwa."
" Aku juga merindukanmu Alex."
Alex langsung mengajak Najwa masuk, ia langsung duduk di sofa. Alex langsung mendekati wajah Najwa, ia langsung mencium bibir Najwa, ini pertama kalinya Alex mencium bibir Najwa, ia sekarang sangat berani karena rindu yang menggebu-gebu pada Najwa. Najwa yang mendapat ciuman, ia langsung mendorong dada Alex
" Alex, apa yang kau lakukan?"
" Najwa, aku sangat merindukanmu, boleh aku menciumu?"
" Tapi Lex."
Alex tanpa menghiraukan ucapan dari Najwa, ia langsung memegang kedua tangan Najwa dengan tangan kanannya, tangan kirinya memegang tengkuk Najwa, lalu ia langsung mencium Najwa penuh perasaan, ia langsung mengabsen rongga mulut Najwa. Alex sangat menikmatinya, ini juga pertama kalinya untuk Alex, walaupun ia pernah berpacaran, tapi hanya Najwa yang selalu ingin ia nikmati, entah kenapa Alex juga tidak tau, hanya pada Najwa yang tidak pernah bisa mengontrol nafsunya, biasanya Alex akan merasa jijik saat akan di cium oleh pacarnya, tapi pada Najwa, ia ingin sekali melahap bibir tipis Najwa, tapi baru sekarang ia membersihkan diri untuk menciumnya. Najwa langsung mencoba melepaskan tangannya, lalu langsung mendorong dada Alex
" Apa yang kau lakukan Lex."
Wajah Najwa kini penuh dengan amarah dan malu. Alex tau, Najwa marah, ia langsung mencoba merayu Najwa
" Najwa, aku minta maaf, tapi aku memang sangat merindukanmu, percayalah, aku akan selalu ada di sampingmu, aku tidak akan pernah mengatakan kata bosan, apa lagi aku sudah melakukan yang lebih dari sebatas cium kening."
" Tapi aku takut Lex."
" Najwa, aku juga pria seperti Reyhan, pria yang akan bertanggung jawab, setelah apa yang aku lakukan padamu."
Najwa memang sudah menceritakan tentang Reyhan pada Alex, itu kenapa Alex mengatakan seperti Reyhan, ia tidak ingin kehilangan Najwa karena ia tidak bisa mengontrol nafsunya, ia tidak ingin Najwa marah karena kelakuan yang tidak mendidik. Alex tau, ia mengajari Najwa untuk nakal, bagaimana pun juga Najwa hanya Gadis 17 tahun 6 bulan sekarang, tapi mau bagaimana lagi, ini adalah karena kesalah Najwa yang menghilang selama tiga hari, tanpa memberinya kabar. Najwa yang awalnya akan marah, ia tidak jadi marah, saat mendengar Alex juga sama seperti Reyhan, akan bertanggung jawab apa yang Alex perbuat padanya. Najwa langsung memeluk Alex, masih dengan posisi duduk. Alex juga membalas pelukan dari Najwa, sambil sesekali ia mencium pucuk kepala Najwa
" Ternyata Najwa memang Gadis polos, bersyukur Najwa tidak marah atas apa yang telah aku lakukan padanya, tapi ini juga pertama kali untuk aku, bukan hanya untuk Najwa." batin Alex
Setelah beberapa menit, Najwa langsung melepaskan pelukannya. Alex langsung memegang tangan kanan Najwa
" Najwa, aku mencintaimu."
Alex langsung mencium tangan kanan Najwa sambil tersenyum
" Aku juga mencintaimu Alex."
" Najwa, aku minta maaf tentang menciummu, dengan paksa, karena aku sangat merindukanmu."
" Iya Lex, tidak apa-apa, ini juga memang salahku karena tidak memberimu kabar."
Najwa tidak menyalahkan Alex, ia juga memang salah, karena tidak memberi Alex kabar, ia sangat sibuk selam tiga hari ini, apa lagi melihat ibunya yang hanya diam membisu, ia sangat menghuatirkan ibunya, hingga lupa memberitahu Alex, kalau ia sedang mendapatkan musibah. Alex yang mendengar jawaban dari Najwa, ia sangat senang
" Ternyata benar adanya, Najwa memang sangat polos, aku ingin melakukannya lebih dari sebatas ciuman, tapi nanti setelah Najwa lulus sekolah. Najwa, aku sangat mencintaimu, dan benar-benar mencintaimu, karena cintaku memiliki nafsu, itu artinya aku benar-benar mencintaimu." batin Alex
Walaupun Alex ingin melakukan sesuatu yang lebih, tapi ia ingat batasan, ia ingat status Najwa yang masih sebagai pelajar, ia tidak ingin merusak masa depan Najwa