
Setelah berdebat, Alena tetap memutuskan untuk mengikuti Najwa ke rumah sakit, ia juga membawa mobil sendiri, tidak peduli Najwa sudah berkali-kali marah-marah, tapi ia terlalu sayang pada sahabatnya. Tadi juga Alena sudah mengirim pesan pada orang tuanya, ia berharap orang tuanya datang ke rumah sakit. Sudah 4 jam Najwa di rawat di rumah sakit, Annisa duduk menemani putrinya sambil terus memegang tangan putrinya, sementara Alena, ia masih setia berdiri. Tidak lama ada seorang ibu paru baya masuk ke dalam ruang rawat Najwa tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, ia langsung masuk ke dalam. Alena yang melihat ibunya datang, ia langsung memanggil ibunya
" Mah."
" Diam, mamah ada urusan dengan wanita murahan ini!"
Dia adalah bernama Sella Adipati, dengan memasang wajah angkuh dan sorot mata yang tajam seperti ingin menerekam Najwa hidup-hidup. Najwa mencoba bersikap biasa saja, walaupun suara wanita yang di hadapannya membuat tubuh Najwa gemetar. Najwa langsung duduk
" Apa yang ingin anda bicarakan sampai repot-repit datang, hingga mengatakan saya wanita murahan?"
Sella tidak menjawab pertanyaan dari Najwa, ia langsung mengambil sesuatu dari dalam tasnya, lalu langsung meletakannya di paha Najwa. Najwa langsung melihat ke arah kertas yang di berikan oleh wanita yang tidak ia kenal, tubuh Najwa langsung menegang saat tau maksud ke datang wanita itu
" Ambil uang itu, dan cepat gugurkan janin yang ada di dalam perutmu. Jangan pernah berpikir untuk meminta putraku untuk menikahimu. Itu tidak akan pernah terjadi!"
Najwa langsung meneteskan air mata di pelupuk matanya, tubuhnya sudah sangat gemetar
" Ambil kembali cek anda, saya tidak butuh uang dari kalian ataupun tanggung jawab Alex."
" Kamu pikir saya percaya dengan omong kosongmu?!"
Annisa yang mendengar bentakan dari wanita itu, ia langsung berdiri dari duduknya
" Nyonya Adipati, bukan begitu caranya menyelesaikan masalah. Tidak semua hal bisa di selesaikan dengan uang."
Annisa mencoba bersikap sopan, walaupun ia tidak terima putrinya di hina, tidak ada seorang ibu yang rela putrinya di hina
Tok-tok
Pintu di buka dari luar, saat Najwa melihat siapa yang masuk, membuat jantung Najwa berdetak lebih kencang. Dia adalah pria yang sudah 1 Minggu tidak Najwa temui. Najwa langsung membuang muka saat tanpa sengaja pandangan mata mereka bertabrakan. Alex hanya diam membisu, saat melihat Gadis yang ia cintai harus di rawat di rumah sakit
" Kamu tidak usah berbelit-belit, ambil ceknya dan gugurkan janin itu. Jangan membuat kekacauan di keluargaku!"
" Mah! Mamah jangan keterlaluan!"
" Diam kamu, Alex, mamah tidak menyuruhmu untuk ikut campur urusan mamah!"
Najwa sudah benar-benar habis kesabarannya, ia langsung mengambil cek itu, lalu langsung merobek-robek, setelah itu Najwa lempar di wajah wanita itu
" Sudah saya bilang! Saya tidak butuh uang kalian. Silahkan kalian pergi dari sini, dan jangan pernah mengusik hidupku!"
" Apa jumlahnya kurang?, kalau begitu cepat katakan berapa jumlah yang kamu inginkan, Saya pasti akan memberikannya, asalkan kamu mau menggurkan janin itu."
" Nyonya Adipati, apa kalian tega meminta saya menggurkan kandungan ini, ingat, di dalam janinku masih mengalir darah anda. Bagaimana bisa kalian semudah itu untuk membunuhnya."
Annisa yang dari tadi diam, ia pun mulai hilang kesabarannya, ia langsung angkat bicara
" Kami memang bukan keluarga konglomerat seperti anda. Tapi kalau hanya untuk memberi kehidupan yang layak untuk anak itu, kami masih lebih dari mampu."
" Siapa yang bisa menjamin kalian tidak akan menggunakan anak itu untuk memeras keluargaku?"
" Mah, apa mamah harus bertindak sejauh ini?! Aku sudah menuruti keinginan mamah, kenapa mamah masih datang untuk mengusiknya?!"
" Adikmu yang berkali-kali mengirim pesan, untuk itu Mamah datang kemari, dan mamah ingin dia menggurkan kandungan itu, tapi dia terlalu munafik, hingga menolak uang dari mamah. Kalau bukan untuk uang, lalu apa keinginannya hingga mau merangkak naik ke ranjangmu?"
" Tutup mulutmu! Jangan pernah menghina putriku!"
Najwa mulai meringis, tangannya mencengkram perutnya yang sangat sakit seperti keram. Alex yang melihat Najwa meringis kesakitan, ia sangat panik
" Najwa, kamu kenapa? Biar aku panggilkan dokter."
Belum sempat Alex melangkahkan kakinya, ibunya sudah berteriak
" Mau ke mana kamu, Lex?! Dia bukan urusanmu lagi. Ingat! 3 Minggu lagi kamu sudah mau menikah."
Najwa langsung menoleh ke arah Alex, hingga tidak terasa air matanya langsung mengalir, rasanya begitu sakit, seperti tertusuk oleh ribuan pisau, ternyata ucapan Alex di apartemen itu benar, Alex sudah memiliki calon istri
" Alex, kalau dari awal kamu sudah memiliki calon istri, kenapa kamu masih mendekatiku? Kenapa harus menyeretku pada situasi ini?"
Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Alex. Alex hanya menatap Najwa dengan rasa bersalah
" Tidak perlu drama, kamu bisa sampai hamil juga bukan sepenuhnya salah Alex. Atau jangan-jangan kamu sengaja ingin menjadi istri simpanan Alex?!"
Annis yang mendengar putrinya terus di hina, ia sangat marah
" Bicara Anda sudah benar-benar keterlaluan Nyonya! Saya tau anakku salah, karena sebagai perempuan Najwa tidak bisa menjaga diri. Tapi bukan berarti anda seenaknya menghina anakku!"
" Kalau memang tidak punya niat memanfaatkan anak itu untuk memeras keluargaku, lalu kenapa putrimu menolak untuk menggurkannya. Saya tidak bodoh, orang licik seperti kalian sudah terlalu banyak aku lihat di luar sana."
Air mata Najwa terus mengalir deras, rasanya benar-benar menyakitkan. Belum cukup Alex mencampakannya dan anaknya, sekarang orang tuanya juga datang untuk mengijak-injak harga diri Najwa. Alex masih terus menatap Najwa dengan raut wajah bersalah, tapi ia tidak bisa apa-apa, ia di bawah cengkraman kekuasaan orang tuanya
" Anda juga wanita dan seorang ibu, apa tidak pernah berpikir oleh Anda, bagaimana kalau Alena yang ada di posisi Najwa?"
" Alena tidak semurahan putrimu, yang mau tidur dengan pria sampai hamil di luar nikah. Itulah akibatnya kalau anda tidak becus mendidik putrimu dengan benar, jadi jangan coba-coba untuk menghancurkan masa depan Alex dengan kehadiran anak sialan itu!"
Habis sudah kesabaran Annisa. Annisa langsung menatap wajah Alex dengan sorot mata tajam
" Lihatlah apa yang sudah kamu lakukan pada putriku! Kamu sudah merusak hidupnya. Karena memiliki anak di luar nikah, putriku tidak akan bisa melanjutkan kuliah, dan sekarang mamahmu melimpahkan semua kesalahanmu padanya, menghina dan menginjak-injak harga dirinya. Apa salah Najwa? Kenapa kamu bisa setega ini padanya Alex?!"
" Saya minta maaf Tante."
Plak...
Semua orang terkejut saat Annisa menampar keras wajah Alex. Sella langsung menarik Alex ke belakang tubuhnya
" Apa-apaan kamu seenaknya menampar putraku!"
" Karena dia pantas untuk di tampar, bahkan tamparan itu tidak cukup untuk menebus kesalahannya! Lebih baik kalian pergi, sebelum saya lapor polisi dengan tindakan pelecehan!"
" Dasar sialan! Alex, Alena ayo kita pergi!"
Mau tidak Sella memutuskan untuk pergi, masih dengan emosi yang memuncak, apa lagi saat mendengar ancaman dari Annisa