
Najwa sebenarnya sudah ngantuk, ia sudah benar-benar lelah dengan pekerjaan hari ini, tapi matanya langsung tertuju pada foto-foto Reyhan bersama Renata, membuat rasa kantuknya hilang, hembusan nafasnya sangat kasar
" Najwa, kontrol emosimu sudah cukup hari ini kamu sudah lelah dengan pekerjaan, jangan buat hatimu juga semakin lelah." batin Najwa
Mata Najwa terus saja menyusuri foto-foto di ruang itu, hingga berhenti di foto keluarga, di foto itu ada papah tirinya, Reyhan, Renata, dan di sampingnya lagi, seorang laki-laki tampan, wajahnya sangat mirip seperti Reyhan. Najwa terus saja menatap foto itu, terlihat jelas kalau papah tirinya ternyata sudah tau hubungan Reyhan dengan Renata saat itu, membuat Najwa menghela nafas berat
" Kenapa papah juga tidak pernah bilang, kalau mas Rey sudah memiliki calon istri saat itu. Sial, kenapa hatiku sangat sakit, bodoh sekali, lagi-lagi aku harus terjebak dengan sakit hati di masa lalu." batin Najwa
Reyhan langsung menepuk bahu Najwa yang terus menatap foto keluarga
" Jangan terus menatapnya, kalau aku cemburu bagaimana?"
Reyhan langsung meletakkan gelas berisi coklat hangat di meja depan Najwa
" Mas rey, siapa laki-laki itu?"
Tangan Najwa langsung menunjuk ke arah laki-laki yang tidak Najwa kenal
" Dia adikku, namanya Rendi."
" Ternyata adikmu lebih tampan mas dari pada kamu."
Sebenarnya Najwa bilang seperti itu hanya untuk menutupi kecewakan yang ia dapat dari foto itu, kecewa karena papah tirinya tidak pernah cerita tentang segalanya
" Jangan katakan seperti itu, aku lebih tampan, Rendi juga sudah punya istri dan anak."
Reyhan langsung duduk di samping Najwa dengan nafas yang sedikit kasar, saat wanita yang ia cintai memuji laki-laki lain, walaupun itu hanya adiknya
" Aku tidak bilang suka mas, aku hanya bilang kalau Rendi sangat tampan, walaupun lebih tampan dari laki-laki yang sudah meninggalkanku saat aku masih sekolah."
Diam-diam Reyhan langsung tersenyum saat mendengar pujian dari Najwa, kalau ia lebih tampan dari adiknya. Najwa akui memang Reyhan lebih tampan, bahkan di usianya yang sudah 36 tahun, tapi laki-laki itu masih seperti usia 25 tahun
" Mas Rey kenpa tiba-tiba memasang foto keluarga?"
" Aku hanya ingin kamu tau, kalau papah memiliki tiga anak, dan aku anak pertama."
" Untuk apa aku tau mas? Aku juga tidak ada urusannya dengan keluargamu."
" Tentu ada, bagaimana pun juga calon istriku harus tau."
" Memang siapa calon istri mas?"
" Siapa lagi kalau bukan Najwa Putri Kasna, anak tiri dari Bereyen Nugraha. Najwa, aku ingin mengakhiri kebohongan yang aku buat di masa lalu."
" Mas tidak perlu minta maaf, aku yang salah saat itu mas, seharusnya aku tidak mencintai mas saat itu. Maaf, maaf telah salah artikan kebaikanmu, maaf telah mencintaimu saat itu."
" Najwa, aku yang salah. Jujur saat aku bertemu pertama kalinya denganmu, aku sudah jatuh cinta padamu Najwa, kamu adalah wanita satu-satunya yang bisa membuat aku mengerti kata cinta, dan selalu ingin melindungimu, tapi ternyata aku gagal."
" Kalau mas mencintaiku, bagaimana mungkin mas bisa menghamili Renata? Bahkan Renata hamil sebelum kalian menikah, mas melihat tes kehamilan itu dengan mata berbinar-binar, bagaimana mas bilang tidak cinta?"
Mata Najwa mulai berkaca-kaca, saat mengingat kejadian itu. Reyhan langsung menggelengkan kepalanya
" Tentang kehamilan Renata itu bohong, aku memang mencintaimu Najwa, aku tidak pernah sedikitpun melupakanmu. Renata adalah adikku Najwa. Aku memiliki alasan yang tidak bisa aku bicarakan padamu saat itu, hingga aku harus meninggalkanmu."
" Mas, aku lelah, aku sedang tidak ingin bercanda."
" Aku tidak bercanda Najwa, aku serius kalau Renata adalah adikku. Najwa, saat itu mamah selingkuh dengan Bagas Sanjaya, akhirnya papah dan mamah bercerai. Selama 3 tahun papah menjadi duda, hingga akhirnya bertemu dengan Bundamu. Bundamu adalah cinta pertama papah, saat itu papah meminta ijin untuk menikahinya, mau tidak mau aku hanya setuju, aku tidak ingin membuat papah kecewa."
Reyhan menghela nafas panjang sebelum melanjutkan pembicaraannya
" Dan saat itu juga aku mulai mabuk-mabukan, aku tidak bisa menerima kenyataan kalau kamu menjadi adik tiriku, bukan hanya itu bebanku juga lebih berat, saat aku mengetahui sakit Renata semakin parah. Renata adalah adik yang sangat penurut, tidak pernah membangkang. Alasan pertama aku melepaskanmu karena kamu adalah adik tiriku, aku tidak berani bilang pada papah kalau aku mencintaimu, alasan keduaku sebenarnya tidak hanya melanjutkan Bisnisku di Perancis, tapi tujuan utamaku untuk merawat Renata, saat itu hidup Renata sudah di ponis tersisa 6 bulan, tapi aku tidak mau menyerah, aku selalu berusaha untuk kesembuhan Renata. Walaupun Renata sendiri sudah pasrah apapun yang terjadi, tapi aku sebagai abangnya seperti tidak berguna, aku sehat-sehat saja, tapi adikku memiliki sakit yang sangat parah. Najwa, saat itu aku tidak tau kapan akan kembali ke sini lagi, untuk itu aku melepaskanmu, karena aku tidak ingin belajarmu terganggu olehku. Aku juga minta maaf telah mengatakan Bundamu pelakor, aku hanya ingin kamu benci padaku dan bisa melupakanku, hanya itu yang ada di dalam pikiranku saat itu."
Reyhan bercerita hingga meneteskan air mata, ia memang masih saja belum mengiklaskan kematian adiknya. Najwa juga ikut sedih, bahkan lebih sedih saat mengetahui kejadian yang sebenarnya
" Mas, aku tidak tau Renata itu adikmu atau istrimu, tapi yang jelas, ikhlaskan Renata, jangan terus menangisi dia. Semuanya sudah takdir mas."
Reyhan langsung mengangguk, ia langsung menghapus air matanya, lalu langsung mengambil data Renata di laci, ia langsung memberikannya pada Najwa
" Kamu bisa melihat ini, ini adalah data Renata."
Najwa langsung mengangguk sambil mengambil map yang di berikan Reyhan, ia langsung membuka map itu, ia tidak menyangka kalau Renata ternyata benar adik dari Reyhan. Najwa langsung menatap mata Reyhan yang masih berdiri dengan penuh kesedihan dan malu. Seandainya ia seperti semut, ia ingin sekali menyembunyikan tubuhnya, lagi-lagi ia selalu saja mendapatkan malu di hadapan Reyhan. Dari saat Reyhan menolongnya yang akan bunuh diri. Leo memanggil Reyhan dengan panggilan Deddy, dan sekarang ia di buat malu karena Reyhan hingga sekarang belum menikah, sedangkan ia berbeda, ia sudah memiliki anak di luar nikah, tapi bukan hanya malu saja, sekarang ia benar-benar kecewa dengan permainan Reyhan yang baru mengatakan sekarang
" Bagaimana bisa kamu sejahat ini mas? Bagaimana bisa kamu berkali-kali membohongiku? Apa kamu sudah puas bermain-main hingga kamu baru membuka semuanya sekarang? Aku sangat kecewa mas."
Najwa langsung meneteskan air mata, rasanya malu dan kecewa, dengan kebohongan yang Reyhan buat, ia pikir akan mengatakan kalau Reyhan sangat mencintainya dan sudah melupakan Renata, tapi di luar dugaan, ini bahkan lebih tidak masuk akal menurut Najwa. Najwa tau Reyhan melakukan ini untuk kebaikan semuanya, tapi ia tetap sakit hati
" Maafkan aku Najwa, aku tau aku salah, sekali lagi aku minta maaf."