Najwa

Najwa
BAB. 23 Apa dia anak Alex?



Najwa tersenyum sinis saat melihat Sella menggeram marah, nafasnya memburu menahan amarah


" Berani sekali kamu menghina putriku! Mulut kurang ajarmu itu harus saya kasih pelajaran!"


" Bukan'kah dulu Anda juga mengatakan yang sama pada saya? Bagaimana rasanya Nyonya?"


Najwa masih tersenyum sinis, ia benar-benar sangat puas, melihat wanita paru baya itu marah. Sella sudah tidak tahan lagi, ia langsung menghampiri Najwa, lalu langsung menjambak rambut Najwa, hingga wajah Najwa menodongkak ke atas


" Apa kamu lupa sedang berhadapan dengan siapa? Wanita murahan sepertimu memang pantas di beri pelajaran!"


Najwa tidak menjerit kesakitan, ia masih memasang senyum sinis, membuat Sella semakin di bakar emosi


" Anda sendiri dulu bilang kalau Alena bukan wanita murahan, Alena bukan wanita yang mau tidur dengan sebarang laki-laki, tapi nyatanya putri anda hamil di luar nikah, bahkan putrimu lebih murahan dariku karena mau tidur dengan laki-laki yang sudah beristri."


Najwa langsung mendekati wajah Sella, ia langsung berbisik di telinga Sella


" Atau anda yang mengajarinya?"


Plak...


Sebuah tamparan keras mengenai pipi Najwa


" Wanita sialan!"


Reyhan langsung menarik tangan Sella yang menjambak rambut Najwa dengan kasar, lalu langsung menghempasnya hingga hampir terjungkal


" Mommy!"


Leo langsung berteriak dan menangis melihat ibunya mendapatkan kekerasan, ia langsung memeluk ibunya sangat erat


" Mommy.. mommy."


Sella diam mematung saat melihat seorang anak kecil yang memanggil Najwa mommy. Reyhan langsung menatap sinis pada Sella, yang berdiri mematung sambil melihat Leo


" Apa anda tidak malu berperilaku serendah itu? Anda dari kalangan terhormat, apa anda tidak mengerti sopan santun?!"


Sella masih diam, ia masih terus menatap anak kecil itu


" Panggilan satpam kesini!"


Suara Reyhan menggelegar di seluruh ruangan, ia benar-benar sangat marah. Mereka yang datang mendengar keributan langsung lari memanggil satpam


" Apa dia anak Alex?"


Akhirnya Sella membuka suara lagi, setelah terus menatap Leo, walaupun tanpa di tanya, harusnya ia tau kalau itu adalah anak dari putarannya


" Tutup mulutmu! Anak mana yang anda maksud? Anak yang anda suruh untuk menggugurkannya?"


Sella tidak bisa berkata apa-apa lagi, tangannya sudah terkepal dan gemetar, saat melihat Najwa menggendong Leo masuk ke dalam ruangannya


" Dengar nyonya Adipati! Jauhkan tangan Anda dari mereka, saya tidak akan tinggal diam jika anda dan keluarga anda masih mengusiknya!"


" Saya tidak punya urusan denganmu, jadi jangan ikut campur!"


Sella langsung membalas tatapan sinis Reyhan, ia sama sekali tidak takut dengan Reyhan


" Apapun yang menyakut tentang Najwa dan anaknya, itu akan menjadi urusanku, jauhi mereka sebelum anda menyesal!"


Tiba-tiba kedua satpam itu datang, lalu langsung menyuruh Sella pergi. Reyhan langsung menatap ke arah ruangan Najwa, ia mendengar tangisan Leo yang belum berhenti. Najwa memeluk Leo yang duduk di pangkuannya, hatinya sangat sakit saat mendengar jeritan dan tangisan dari putranya


" Kenapa tiba-tiba Leo ada di sini? Leo tidak seharusnya melihat kekerasan." batin Najwa


" Leo, tolong dengarkan mommy, mommy sudah tidak apa-apa, orang jahatnya sudah pergi, jadi Leo jangan menangis lagi, mommy mohon, nak."


Leo masih tetap menangis tersedu-sedu, ia memang belum pernah melihat kekerasan di depan matanya, terlebih lagi yang mendapat kekerasan adalah ibunya sendiri. Andi langsung mengajak Leo


" Leo, mau sama om?"


" Najwa! Sudah aku katakan, kita keluar bersama, kejadiannya tidak akan seperti ini, kamu juga pasti sakit."


" Maaf."


Sebenarnya Andi tidak memarahinya, ia hanya sangat kuatir dengan kondisi Najwa, terlebih lagi Leo yang terus menangis. Najwa menjadi merasa tidak enak hati pada Andi, ia tau Andi sangat kuatir padanya


" Anak laki-laki tidak boleh cengeng Leo, mommy sudah tidak apa-apa."


Air mata Najwa langsung mengalir, ia sudah tidak bisa menahan air matanya, saat melihat putranya terus menangis karena syok. Reyhan langsung masuk ke dalam rumah Najwa tanpa mengetuk pintu, ia langsung mendekati Najwa yang masih memeluk Leo. Leo belum juga berhenti menangis. Reyhan langsung berjongkok di depan mereka, lalu langsung mengelus pucuk kepala Leo


" Mau di gendong Deddy?"


Tanpa menjawab pertanyaan dari Reyhan, Leo langsung memeluk Reyhan, bahkan tangisannya semakin pecah di pelupuk Reyhan


" Deddy....hiks..hiks.. Deddy, Leo takut."


Najwa hanya bisa menghela nafas berat, saat putranya mau berbicara dengan Reyhan, bahkan dari masuk ke ruangannya, putranya tidak berbicara apa-apa, tapi setelah bersama Reyhan, ia mau berbicara tentang ketakutannya


" Sampai kapan harus seperti ini, sampai kapan Leo menganggap mas Rey sebagai Deddy nya dan kapan aku bisa melupakan mas Rey kalau terus seperti ini. Leo, kenapa harus seperti ini nak." batin Najwa


Andi yang melihat Najwa menghela nafas berat, ia langsung menyuruh Najwa untuk ke ruangannya


" Najwa, tolong ke ruanganku."


Andi langsung keluar dari ruangan Najwa. Najwa hanya menjawab dengan anggukan kepala


" Mas, aku ke ruang Andi dulu sebentar, aku nitip Leo."


" Iya tidak apa-apa."


Najwa langsung keluar dari ruangannya, ia langsung masuk ke dalam ruangan Andi


" Duduk!"


Najwa tidak berbicara lagi, ia langsung duduk di sofa samping Andi


" Najwa, sini aku obati, sudut bibirmu berdarah, setelah itu kamu pulang, lalu langsung di kompres bekas tamparannya."


" Tidak perlu Andi, aku tidak apa-apa."


" Berhenti bilang tidak apa-apa!"


Andi langsung menaikan suaranya, bukan karena ia marah, ia hanya kuatir pada Najwa. Najwa hanya diam saat mendengar bentakan dari Andi. Andi langsung mengobati sudut bibir Najwa. Setelah selesai, ia langsung memutuskan untuk berbicara tentang Reyhan


" Najwa, sampai kapan kamu tidak menerima bang Rey? Lihatlah Leo, dia sangat menyayangi bang Rey, berhenti egois, aku yakin cintamu tidak bertepuk sebelah tangan."


Andi juga tidak ingin menjelaskan tentang Renata, apa lagi yang Najwa tau, Reyhan sekarang seorang duda, setidaknya Najwa tau kalau Reyhan tidak memiliki pasangan, baginya sudah lebih dari cukup


" Tidak tau, Andi, kamu jangan membela mas Rey, dan pastinya aku juga tidak akan pernah bisa menggantikan Renata di hati mas Rey. Andi, aku tidak ingin menikah hanya sebatas kasihan, sudah jangan mengurusi perasanku, lebih baik kamu fokus saja dengan orang yang ingin kamu jaga."


" Justru itu Najwa, aku ingin kamu bersama bang Rey, karena aku sepenuhnya percaya dengan bang Rey, dan aku perlu lagi untuk menjagamu." batin Andi


" kenapa kamu jadi bengong?"


Andi tidak menjawab pertanyaan dari Najwa, ia langsung menyuruh Najwa untuk pulang


" Lebih baik kamu pulang bersama bang Rey, Najwa."


" Baiklah, aku pulang Andi."


Najwa langsung keluar dari ruangan Andi, lalu ia langsung masuk ke dalam ruangannya. Reyhan yang melihat Najwa, ia langsung mengajaknya pulang


" Ayo pulang, Andi pasti sudah menyuruhmu untuk pulang. Kasihan Leo, Leo butuh istrihat sekarang Najwa."


Reyhan langsung menggendong Leo keluar lebih dulu dari ruangan Najwa. Najwa hanya menjawab dengan anggukan kepala, ia langsung mengambil tasnya, lalu berjalan di samping Reyhan, dengan jantung yang terus berdetak lebih kencang