Najwa

Najwa
BAB. 48 Curhat



Senyuman Najwa hanya sesaat, hanya saat melihat pantai, hatinya kembali merasakan sakit, seharusnya ia tidak kembali ke Indonesia, mungkin ia tidak akan kembali jatuh cinta pada laki-laki yang sudah membohonginya dulu. Air mata Najwa kembali mengalir, saat mengingat kebodohannya masih mencintai Reyhan


" Andi, aku ingin balik lagi ke Ausi. Seharusnya aku tidak kembali ke sini, nyatanya aku masih belum siap menerima pandangan dari orang-orang yang merendahkanku. Aku sakit hati, aku tidak kuat terus bertambah di sini."


Najwa langsung memeluk Andi sangat erat, ia merasa lelah, entah harus sampai kapan ia terus di rendahkan, sampai kapan hidupnya terus di usik. Andi juga membalas pelukan Najwa


" Najwa, kamu salah paham pada kata-kata bang Rey. Aku yakin bang Rey tidak bermaksud seperti itu, mungkin bang Rey hanya mencemaskanmu."


Najwa langsung melepaskan pelukannya, ia langsung menghapus air matanya, ia tidak ingin menangis karena seorang laki-laki lagi, sudah cukup hidupnya terus-menerus tersakiti


" Andi, kamu tidak perlu membelanya dan aku hanya akan menyelesaikan case yang sudah terlanjur aku urus."


" Apa maksud kamu, Najwa? Kamu mau risegn dari kantor Mahesa?"


" Aku akan kembali lagi ke Ausi, mungkin jauh lebih baik untuk Leo jika aku di sana."


Setelah mengatakan itu, Najwa langsung melepaskan sepatunya, ia langsung berjalan ke pesisir pantai di ikuti oleh Andi. Andi hanya mengikuti kemana Najwa pergi, walaupun ia belum selesai berbicara, tapi mungkin ini jauh lebih baik dari pada terus membahas masalah Reyhan. Najwa langsung tersenyum melihat mata hari yang akan tenggelam, ingatannya kembali pada kata-kata Alex, Alex bilang hari ini pasti hari ulang tahun yang sangat bahagia, tapi ternyata ini adalah hari ulang tahun yang menyakitkan, bahkan jauh lebih menyakitkan


" Happy birthday Najwa Putri Kasna, semoga tetap jadi ibu yang hebat untuk Leo, dan semoga tetap menjadi wanita yang kuat, dan anggap saja semuanya adalah pelajaran untuk kamu, Najwa."


Angin sore semakin kencang, ombak di pantai itu terus bergelombang. Andi langsung melepaskan jas nya lalu memakaikannya pada Najwa


" Pakailah, aku tidak ingin melihat kamu sakit, cukup hatimu yang selalu sakit, tapi tubuhmu jangan pernah sakit. Ingatlah, masih ada Leo yang membutuhkanmu."


Najwa langsung mengangguk, tanpa melihat ke arah Andi, ia masih setia menatap langit


" Terima kasih Andi, sudah mengajak aku ke sini."


Andi mengangguk, ia langsung berdiri di samping Najwa


" Najwa, kamu yakin ingin kembali lagi ke Ausi?"


" Iya, untuk apa aku di sini, di sana tidak ada yang menghujatku, tidak ada yang akan merebut Leo dariku."


" Lalu bagaimana hubunganmu dengan bang Rey?"


Najwa menghela nafas berat, Andi bilang hubungan, hubungan seperti apa yang harus ia pertahankan, tidak ada yang perlu di pertahankan lagi


" Tidak ada lagi, kemarahan mas Rey hari ini sangat menyakitkan, ucapanya memang benar, kalau aku adalah wanita murahan. Apa lagi aku juga akan terus berhubungan dengan Alex, bagaimana pun juga Alex adalah papah kandung Leo, suatu saat Leo pasti mengetahui semuanya."


" Najwa, jangan tergesa-gesa, bagaimana mungkin kamu semudah itu memutuskan hubungan denganya?"


" Najwa, apa kamu tidak menyesal untuk melepaskan bang Rey? Bang Rey adalah pria baik-baik, ini semua hanya salah paham, cinta bang Rey hanya untuk kamu, sebenarnya wajar kalau bang Rey marah, mungkin dia hanya takut kalau kamu kembali lagi dengan Alex."


" Aku tidak akan menyesalinya, hidupku terlalu berharga, untuk apa aku bersamanya kalau aku selalu mendapatkan cacian darinya. Andi, aku sudah terbiasa hidup bersama Leo, dan sekarang aku hanya ingin hidup seperti itu lagi, aku tidak perlu mengharapkan siapa-siapa lagi."


" Najwa, berbicaralah dengan pikiran dingin, lebih baik kamu tenangkan dulu pikiran kamu, dan bicara baik-baik bersama bang Rey."


Najwa langsung menggeleng, ia sudah tidak ingin mengharapkan laki-laki mana pun untuk pendamping hidupnya, baginya Leo sudah lebih dari cukup untuk pelengkap hidupnya


" Najwa, sebenarnya bang Rey sudah menyiapkan pesta ulang tahun untukmu, dia juga mengundang keluarganya, keluargamu, dan para sahabatnya sekaligus bawahannya, ia ingin melamar kamu malam ini."


" Aku sudah tidak membutuhkan itu lagi Andi, aku tidak butuh lamaran darinya, bahkan ulang tahun hari ini lebih menyakitkan dari ulang tahun ulang tahun sebelumnya."


Andi hanya mengangguk, ia bingung harus berbicara apa lagi, ia sudah berkali-kali menasehati Najwa, tapi Najwa tetap dengan pendiriannya. Setelah saling diam, Najwa mengalihkan pembicaraan, ia tidak mungkin terus membicarakan Reyhan, akan semakin sakit hatinya kalau terus membicarakan laki-laki itu


" Andi, aku sejujurnya penasaran, siapa Gadis yang ingin kamu jaga? Kamu dulu pernah mengucapkan kata-kata itu."


" Kamu, Najwa."


" Aku? Kenapa harus aku Andi? Atau jangan-jangan kamu selama ini mencintaiku?"


Najwa langsung menatap Andi dengan penuh menyelidik. Andi langsung tersenyum, ia langsung berbohong pada Najwa


" Iya, aku selama ini memang mencintaimu, hanya saja kamu tidak pernah menoleh padaku, kamu hanya menganggap aku sebagai sahabatmu, tapi selama kamu bahagia dengan pilihanmu, aku pun ikut bahagia, karena aku tulus mencintaimu, aku tidak akan pernah egois, yang terpenting aku akan selalu ada saat kamu akan terjatuh, aku akan selalu siap untuk menangkap tubuhmu itu agar tidak terjatuh, seperti sekarang, kamu curhat tentang bang Rey padaku, aku selalu siap untuk menjadi pendengar setiamu dan menasehatimu."


Mata Najwa langsung berkaca-kaca, ia bingung harus jawab apa dengan kata-kata Andi, apa lagi ia tidak memiliki perasaan pada Andi, tapi Andi adalah orang yang sangat baik, bahkan Andi juga saat 6 tahun yang lalu ingin melamarnya di saat keadaannya sedang mengandung anak Alex


" Kamu becandakan?"


" Hahaha, iya jelas aku becanda Najwa, kenapa kamu menganggap kata-kataku serius? Kalau aku cinta sama kamu, aku sudah mengungkapkannya, apa lagi kita kenal dari SD."


Najwa langsung memeluk Andi, hatinya sangat senang saat Andi mengatakan bercanda, kalau benar, ia bingung harus mengatakan bagaimana pada Andi, yang jelas ia tidak ingin melukai hati laki-laki yang selama ini bersamanya, bahkan Andi adalah tempat ia bersandar saat ia membutuhkan sandaran. Andi juga membalas pelukan Najwa, ia memang tidak pernah mencintai Najwa, tapi ia hanya ingin menjaga Najwa, dan menemani Najwa saat Najwa membutuhkan tempat curhat. Setelah lama saling berpelukan, mereka langsung melepaskan pelukannya


" Najwa, ayo kita pulang."


" Iya."


Tiba-tiba ada pesan masuk ke dalam ponsel Andi, itu adalah dari Shireen. Andi langsung membaca pesan itu. Apa Najwa bersamamu? Ponsel Najwa tidak aktif, kalau ada, ajak Najwa ke bar dekat rumahku. Itulah isi pesan dari Shireen, akhirnya Andi memutuskan untuk pergi ke bar