
Setelah pintu tertutup, seharusnya Najwa langsung pergi dari sana, mungkin ia tidak akan mendengar tangisan Alex yang begitu menghayat di balik pintu, membuat kakinya tidak bisa melangkah pergi, seperti ada lem di dalam kakinya, sulit untuk ia gerakkan, hatinya sangat sakit saat mendengar Alex menangis
" Kenapa perjalanan cintaku harus seperti ini, kenapa kamu baru jujur sekarang Lex, hatiku benar-benar sakit." batin Najwa
Air mata Najwa langsung kembali menetes, ia merasa dadanya sangat sesak, ingatanya terlempar kembali dengan kata-kata Alex saat itu yang mengatakan, kenapa kamu bisa memberikan kesempatan pada Reyhan, tapi kamu tidak bisa memberikan kesempatan padaku
" Apa yang harus aku lakukan, apa aku harus memberikan kesempatan pada Alex, yang Alex ucapkan benar, aku bisa memberikan kesempatan pada mas Rey, tapi kenapa aku tidak bisa memberikan kesempatan pada Alex. Leo, apa sebaiknya mommy kembali pada papah kandungmu, walaupun hati ini tidak bisa di bohongi sudah milik mas Rey, tapi papah kandungmu jauh lebih terluka dari pada mommy." batin Najwa
Tangan Najwa baru saja akan mengetuk pintu, tapi ia urungkan kembali, ia mengingat perlakuan keluarga Reyhan padanya selama ini, mengingat perjuangan cinta Reyhan padanya
" Tidak, ini salah Najwa, kalau kamu kembali lagi bersama Alex, bukan hanya kamu yang terluka harus melupakan mas Rey, tapi juga banyak orang yang tersakiti oleh keputusanmu nanti." batin Najwa
Najwa mencoba mengingatkan hatinya, ia tidak mungkin kembali lagi dengan Alex, akan ada banyak orang yang terluka jika ia kembali lagi dengan Alex. Akhirnya Najwa memutuskan pergi dari apartemen itu, di antar oleh supir Alex
" Maafkan aku Lex, hatiku sekarang sudah di miliki mas Rey." batin Najwa
Sebelum turun dari mobil, Najwa menghapus air matanya, ia tidak ingin siapapun tau kalau ia menangisi Alex, terutama Andi. Andi pasti akan sangat kecewa kalau tau Najwa telah menangisi Alex. Najwa langsung melangkah masuk ke dalam ruangannya, karena ia memang masih memiliki pekerjaan
" Dari mana saja kamu?!"
Najwa sangat terkejut, ia baru saja membuka pintu ruangannya, tapi sudah di kejutkan oleh suara Reyhan. Reyhan langsung menatap mata Najwa dengan tatapan tajam, ia mencoba mencari kebohongan yang di lakukan Najwa. Hati Reyhan sangat sakit, saat melihat mata Najwa yang memerah seperti habis menangis, jelas ia sudah tau siapa laki-laki yang Najwa tangisi. Tadi siang saat telpon Najwa tidak bisa di hubungi, dan mobilnya masih terparkir di area gedung pengadilan, ia langsung meminta petugas di situ untuk mengecek Cctv. Reyhan langsung berdiri dari duduknya, ia bersandar di meja kerja Najwa
" Aku tanya padamu, dari mana saja kamu?!"
Najwa langsung menghela nafas panjang, selama ia mengenal Reyhan, ini pertama kalinya Reyhan marah padanya, ia yakin kalau Reyhan sudah tau kalau ia pergi kemana setelah selsai sidang, hingga membuat Reyhan marah. Najwa langsung melangkah ke arah Reyhan, tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, ia langsung memeluk pinggang Reyhan
" Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membohongimu, aku tidak tau kalau kejadiannya akan seperti ini."
Reyhan diam membisu, tangannya terkepal kuat tanpa membalas pelukan dari Najwa. Najwa bisa mendengar detak jantung Reyhan yang berdetak lebih kencang
" Kenapa ponselmu tidak bisa di hubungi? Apa susahnya kamu menjawab pertanyanku? Apa yang coba kamu sembunyikan dariku, Najwa?!"
Reyhan sudah tidak bisa mengontrol emosinya, ia sangat marah pada Najwa, sebenarnya bukan marah, tapi ia takut kalau Najwa kembali lagi bersama Alex, apa lagi saat melihat mata Najwa merah seperti habis menangis. Najwa langsung melepaskan pelukannya, ia langsung menatap mata Reyhan tajam
" Jangan pernah berteriak padaku! Memang kamu siapa hingga berani berteriak-teriak padaku?!"
Reyhan menghela nafas kasar, bukan'kah ia adalah calon suaminya, tapi sekarang Najwa mengatakan ia siapa, apa selama ini perjuangannya tidak pernah ada artinya hingga Najwa sama sekali tidak menganggapnya sebagai calon suami
Najwa langsung tertawa, air matanya langsung mengalir, ia sekarang paham arah pembicaraan Reyhan kemana, hatinya sangat sakit, jadi selama ini Reyhan menganggap ia adalah wanita murahan
" Aku memang wanita murahan! Bukan'kah kamu sudah tau dari awal, kalau aku memiliki anak di luar nikah! Jadi selama ini penilaianmu padaku seperti itu, dasar brengsek! Kamu memang sama seperti keluarga Adipati, menilaiku wanita murahan. Walaupun aku wanita murahan, tapi aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh seperti itu! Lebih baik kamu pergi dan jangan pernah muncul lagi dalam hidupku!"
Najwa langsung lari keluar dari ruangannya, ia tidak peduli banyak orang yang menatapnya penasaran dan kasihan. Reyhan langsung mengejar Najwa, ia langsung memegang pergelangan tangan Najwa
" Najwa! Kamu mau kemana? Bukan begitu maksudku."
Najwa langsung menepis kasar tangan Reyhan, ia langsung lari lagi. Andi yang melihat mereka seperti bertengkar, ia langsung mendekati Reyhan, ia yakin kalau masalahnya tambah rumit
" Bang Rey! Jangan kejar Najwa, biarkan aku yang mengejar Najwa. Najwa butuh waktu, angkat telponku, agar Abang bisa mendengar pembicaranku bersama Najwa."
" Baik Andi."
Reyhan terpaksa mengalah, ia menurut apa kata Andi. Andi langsung lari mengejar Najwa. Najwa sudah berdiri di jalan menunggu taksi lewat. Andi langsung memegang pergelangan tangan Najwa, sontak membuat Najwa marah, ia langsung menghempaskan tangan orang tersebut tanpa melihat ke arahnya
" Brengsek! Sudah aku katakan jangan muncul di hidupku lagi!"
" Najwa, ini aku."
Najwa langsung membalikkan badan, ternyata yang mengejarnya adalah Andi, ia langsung memeluk Andi, tangisannya langsung meledak di dada Andi. Terlalu berat masalah hari ini
" Najwa, ayo ikut aku ke suatu tempat."
Najwa langsung mengangguk. Andi langsung melepaskan pelukan Najwa, ia langsung menghapus air mata Najwa, lalu langsung menggandeng tangan Najwa ke arah mobilnya. Setelah di mobil, tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua, Najwa hanya menatap jalan dengan tatapan sendu, sedangkan Andi, ia fokus menatap jalan, sebenarnya Andi sudah tau kalau Reyhan sudah menyiapkan tempat untuk memberikan kejutan pada Najwa, tapi semuanya menjadi kacau karena Najwa bertemu dengan Alex. Andi, tau, Najwa tidak akan pernah kembali lagi pada Alex, tapi Andi juga paham dengan perasaan Reyhan, Reyhan begitu menghuatirkannya, tapi ternyata Najwa pergi dengan mantan pacarnya. Mobil itu berhenti di jalan dekat pantai
" Ayo turun, Najwa."
Najwa langsung turun, ia langsung tersenyum saat melihat pantai. Andi langsung menggandeng tangan Najwa ke arah pantai, ia juga tidak lupa untuk menelpon Reyhan, setelah di angkat, Andi langsung memasukkan ponselnya di dalam saku, agar Reyhan bisa mendengar pembicaraannya bersama Najwa, ia tidak ingin mereka memiliki masalah lagi, terutama ia ingin sekali melihat Najwa bahagia, selama ini Najwa selalu saja menderita, dan selalu berpura-pura tegar, tapi pada kenyataannya ia sangat rapuh
" Terima kasih Andi, aku suka dengan pantai ini."
" Syukurlah kalau kamu suka dengan pantai ini "