Najwa

Najwa
BAB. 17 Nasehat



Setelah bertemu dengan Alex, Najwa hanya diam dari tadi, bahkan di perjalanan pulang, ia tidak berbicara apa-apa pada Andi. Andi langsung membaringkan Leo di ranjang, karena dari tadi Leo memang sudah tidur pulas, hingga Najwa yang menyetir mobil. Setelah membaringkan Leo, Andi langsung mendekati Najwa yang berdiri di depan jendela. Andi tau, sahabatnya tidak baik-baik saja, tapi ia tidak tau apa yang terjadi dengan sahabatnya


" Najwa, sebenarnya kamu kenapa?"


Najwa langsung membalikkan tubuhnya, lalu ia langsung memeluk Andi sangat erat sambil meneteskan air mata


" Andi, kenapa pria brengsek itu ingin mengusik hidupku lagi? Belum cukupkah dulu aku menderita, kenapa dia datang seolah-olah seperti tidak terjadi apa-apa?"


Andi langsung mengelus punggung sahabatnya


" Siapa Najwa? Apa kamu masih belum mendengar penjelasan dari pak Rey?"


" Bukan mas Rey, tapi Alex, setelah dari toilet, aku tidak sengaja bertemu dengan Alex. Alex mengatakan ingin bertemu dengan Leo, dan Alex juga mengatakan ingin menikah denganku, bukan'kah itu sangat gila?"


" Najwa, seharusnya saat kamu memutuskan untuk kembali ke Indonesia, kamu harus siap apa yang terjadi nanti."


" Aku tidak ingin berurusan dengan mereka lagi Andi, aku benci dengan mereka, bertemu dengan mereka, itu sama saja seperti membuka luka lama yang baru saja kering."


" Aku mengerti kamu sangat benci dengan mereka, lebih baik kamu tenangkan diri kamu, dan jangan membuang air mata berhargamu hanya untuk masa lalu. Ingat, kamu sekarang punya Leo, Najwa. Leo butuh ibu yang kuat, yang bisa melindunginya di setiap saat, perjalananmu baru saja di mulai, dan ingat, kamu harus bisa bersikap tegas di depan mereka, kamu harus buktikan kalau kamu bukan lagi Najwa yang pendiam dan mudah di tindas."


" Terimakasih Andi, terimakasih karena kamu selalu saja ada untuk aku, aku tidak pernah tau akan menjadi apa hidupku jika tanpa kamu. Kamu benar-benar sahabat yang sangat baik."


" Sudah aku katakan, jangan pernah berterimakasih padaku, dan walaupun tanpa aku, kamu pasti bisa hidup dengan baik, seperti saat kamu di Ausi, kamu bisa hidup dengan baik. Najwa, anggaplah mereka hanya angin lalu, sekarang kamu harus bisa menghadapi semuanya dengan tegas, aku yakin keluarga mereka tidak akan diam. Jika mereka tau kamu sudah kembali ke Indonesia, dan secepatnya kamu bekerja."


" Baiklah Andi."


" Najwa, aku akan selalu ada untukmu, kapan pun itu, aku berjanji akan selalu ada di sampingmu, sudah cukup dulu kamu menanggung segalanya sendiri, dan sakarang aku tidak akan tinggal diam jika ada orang yang mengusik hidupmu." batin Andi


Najwa langsung melepaskan pelukannya. Andi langsung menghapus air mata Najwa, ia tau kalau Najwa masih saja belum siap untuk bertemu orang-orang yang sudah menyakitinya di masa lalu, terlebih lagi kalau Alex sudah menginginkannya kembali, itu artinya masalahnya akan semakin rumit


" Najwa, aku pulang dulu, kamu lebih baik istrihat."


" Iya Andi, terimakasih atas waktunya untuk hari ini."


" Sama-sama."


Andi langsung keluar dari kamar Najwa. Setelah Andi keluar, Najwa langsung duduk di samping ranjang, ia langsung menatap putranya yang tertidur pulas


" Leo, mommy akan selalu menjaga Leo, sesulit apapun itu, mommy tidak akan pernah membiarkan kamu bertemu dengan papahmu, kamu hanya memiliki mommy, kamu tidak pantas untuk mengakui pria brengsek itu sebagai papah. Mommy sayang Leo."


Najwa langsung mencium kening putranya. Tiba-tiba ada suara ketukan pintu


Tok-tok


Najwa yang mendengar ketukan pintu, ia langsung menyuruh untuk masuk


" Masuk."


" Bisa Bunda bicara denganmu?"


" Iya Bunda, kita bicara di sofa."


Annisa dan Najwa langsung duduk bersebelahan


" Najwa, sampai kapan kamu menghindari Reyhan? Sampai kapan kamu tidak memberikan waktu untuk berbicara berdua? Kasihan Reyhan terus datang ke rumah, tapi kamu selalu tidak ada. Najwa, Reyhan itu pria baik-baik, sudah waktunya kamu untuk melupakan masa lalumu bersama Alex."


Najwa langsung melihat ke arah ibunya, ia tidak tau kenapa ibunya tiba-tiba mengatakan itu, membuat ia berpikir tentang Reyhan


" Apa mas Rey belum menceritakan tentang pernikahannya bersama Renata, kenapa Bunda seolah-olah tidak tau apa-apa tentang pernikahan mas Rey? Bunda bilang mas Rey pria baik, kalau pria baik tidak mungkin di Bandara dengan seorang gadis kecil, harusnya mas Rey itu bersama istrinya, bukan bersama Gadis lain, benar-benar menyebalkan." batin Najwa


" Maksud Bunda apa?"


" Najwa, Reyhan itu punya perasaan sama kamu, Reyhan sudah cerita sama Bunda, dan Bunda juga setuju kalau kamu sama Reyhan, apa lagi Leo juga sudah memanggil Reyhan dengan panggilan Deddy, bukan'kah itu sudah jelas, kalau Leo menginginkan Reyhan menjadi ayahnya?"


Najwa hanya bisa menghela nafas berat, ia tidak menyangka kalau ibunya menyuruh untuk bersama Reyhan, bukan'kah itu sama saja membuat masalah dalam hidupnya


" Aku memang cinta pada mas Rey Bun, tapi bukan berarti aku mau untuk menjadi istri kedua, aku tidak sudi berbagai suami, dan kenapa juga mas Rey menceritakan kalau mas Rey memiliki perasaan padaku, pada Bunda, mungkin kalau dulu aku sangat senang, karena cintaku tidak bertepuk sebelah tangan, tapi sekarang posisinya beda, mas Rey sudah memiliki istri." batin Najwa


Annisa yang melihat Najwa hanya diam, ia pun memutuskan untuk tidak memaksa Najwa bersama Reyhan, Annisa takut kalau Najwa masih mencintai Alex, karena Annisa tidak tau kalau Reyhan belum menjelaskan tentang Renata pada Najwa


" Najwa, Bunda tidak akan memaksa kamu, kalau memang kamu masih mengingat bayang-bayang masa lalu dan belum siap untuk membuka hati lagi, Bunda tidak masalah, tapi setidaknya kamu jangan menghindari Reyhan, kasihan Reyhan yang terus saja ingin bertemu denganmu."


" Bunda bilang kasihan mas Rey, apa Bunda tidak kasihan padaku? Apa Bunda ingin putrinya menjadi istri kedua?" batin Najwa


Lagi-lagi Najwa hanya berbicara di dalam hati, ia tidak ingin menceritakan tentang isi hatinya, dan tentang pernikahan Reyhan, ia takut kalau membuat kecewa ibunya, untuk itu ia lebih baik menyimpan pernikahan Reyhan dengan Renata


" Bunda, yang terlihat baik belum tentu dalamnya baik, jadi Bunda jangan pernah tertipu dengan sikap baiknya, bisa saja nanti berubah menjadi kasar, kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari luarnya saja Bun."


" Maksud kamu apa Najwa?"


" Tidak ada maksud apa-apa Bun, aku hanya saja belum siap untuk membuka lembaran baru."


" Baiklah, kalau itu maumu, Bunda tidak akan memaksa, tapi kamu jangan pernah menghindarinya."


" Baik Bun."


" Iya sudah, Bunda keluar dulu."


" Iya Bun."


Annisa langsung keluar dari kamar putrinya dengan perasaan kecewa, tapi ia juga tidak ingin memaksa putrinya, terlebih lagi dulu putrinya memiliki masa lalu yang menyedihkan, jadi ia membiarkan putrinya untuk menjalani hidupnya sesuai keinginannya. Setelah ibunya keluar, Najwa menjadi bingung dengan perasaannya, apa lagi setelah ibunya mengatakan kalau Reyhan memiliki perasaan padanya


" Apa yang harus aku lakukan, aku juga mencintainya, tapi mas Rey sudah memiliki istri, kenapa bisa mengatakan memiliki perasaan padaku." batin Najwa