
Kesialan Najwa kemarin ternyata masih terus berlanjut sampai hari ini. Pagi ini saat Najwa sampai di depan kantor sudah banyak pemburu berita yang menunggu kedatangan Najwa di sana. Entah bagaimana caranya pertemuan Najwa kemarin dengan Alena dan Alex bisa tertangkap kamera. Foto-foto Alex yang mengejar Najwa dan berhasil memegang pergelangan tangan Najwa saat akan keluar dari The Lounge beredar luas hingga menjadi perbincangan publik. Para wartawan itu mulai melontarkan banyak pertanyaan pada Najwa
" Kenapa kalian terlihat bersama?"
" Apa yang kalian bicarakan?"
" Apa ada kaitannya dengan pemukulan kemarin?"
" Atau ada hubungannya dengan proses perceraian Shireen Aurora yang melibatkan Alena Adipati?"
" Apa benar dulu mbak Najwa sahabat Alena Adipati?"
Kepala Najwa sudah mau pecah, mendengar pertanyaan-pertanyaan dari mereka, akhirnya Najwa memutuskan untuk menjawab pertanyaan mereka satu-persatu
" Iya dulu kami memang berteman."
" Apa yang kalian bicarakan hingga memesan ruang VIP kusus?"
" Alena Adipati menelpon saya meminta untuk bertemu. Dia ingin saya mencabut tuntutan ibunya, Sella Adipati."
" Jadi Mbak Najwa benar, akan mencabut laporan terhadap nyonya Adipati?"
" Sejauh ini kita belum ada kata sepakat, jadi proses hukum akan di lanjutkan."
" Kenapa kemarin Alex Adipati mengejar anda, apa Alex Adipati memaksa anda?"
Najwa diam sebentar, untuk memikirkan jawaban dan sambil terus merutuki kebohongannya, hingga bisa tertangkap kamera, tapi ia bersyukur para wartawan itu tidak ada yang mendengar perdebatan kemarin
" Alex tidak memaksa saya, hanya menyuruh untuk mempertimbangkan lagi. Alex tidak tega melihat ibunya yang sudah berumur harus berurusan dengan hukum."
" Jadi apa keputusan mbak Najwa sekarang, apa tetap melanjutkan proses hukum?"
" Kemarin saya sudah membicarakan dengan mereka, saya akan mencabut laporan itu, asalkan nyonya Adipati setuju untuk minta maaf."
" Apa hanya permintaan maaf saja? Apa anda tidak menuntut ganti rugi?"
" Uang saya sudah banyak, rumah dan mobil mewah saya sudah punya, untuk apa saya meminta uang pada mereka? Justru orang yang banyak uang biasanya malu dan gengsi untuk mengakui kesalahannya, apa lagi untuk minta maaf."
Najwa langsung masuk ke dalam kantor, suara-suara pertanyaan masih terdengar di luar sana. Di ruangan Najwa sudah ada Andi
" Najwa, kamu sudah seperti artis yang mendapatkan sekandal, terus di kejar-kejar wartawan."
Najwa langsung meletakkan tasnya di meja kerja, lalu langsung duduk di sofa bersama Andi sambil menyadarkan kepalanya di bahu Andi, ia memang saat ini membutuhkan sandaran
" Andi, ini belum seberapa, nanti untuk sekedar ke kantor saja akan kesulitan, kalau bom itu sudah benar-benar meledak."
Andi hanya mengelus pucuk kepala Najwa, ia tidak bertanya
" Andi, kenapa bajingan itu ingin merebut Leo dariku? Kamu tau, kemarin Alex mengancamku, jika aku tidak mau menikah dengannya, Alex akan mempublikasikan hubunganku dengan mas Rey. Aku tidak pernah menyangka kalau Alex akan mengancamku dengan cara itu, aku memang tidak peduli tentang hal itu, toh aku juga tidak memiliki hubungan dengan mas Rey. Sekarang aku hanya memiliki satu pilihan, bertarung hingga salah satu dari kami ada yang kalah."
Najwa langsung menghela nafas berat, walaupun ia tegar di depan orang lain, tapi kalau sudah di depan Andi, ia selalu memperlihatkan titik lemahnya. Andi langsung mendekap Najwa dalam pelukannya sambil menghela nafas panjang
" Sampai kapan hidupmu seperti ini Najwa, sampai kapan masalahmu akan selalu menghampirimu, dari awal percintaan bersama bang Rey hingga sekarang, kamu masih saja sedih." batin Andi
" Najwa, aku percaya kamu bisa melewati ini semua, kamu dulu juga bisa berhasil melewati 6 tahun ini ."
" Semoga saja begitu Andi."
" Terimakasih Andi."
" Najwa, proses perceraian Shireen sampai mana?"
" Kalau Raka tidak datang seterusnya di sidang, sekitar 2 Minggu lagi juga selsai."
" Oh baguslah kalau begitu."
" Ayo pulang Najwa, sekarang sudah malam."
" 2 jam lagi Andi, kamu pulang duan saja, aku juga hari ini bawa mobil sendiri, jadi kamu tidak perlu mengantarku."
" Yakin kamu akan menyetir sendiri?"
" Iya Andi."
" Baiklah, aku akan pulang."
Andi langsung keluar dari ruangan Najwa, sementara Najwa masih sibuk dengan pekerjaannya, hingga Najwa sudah benar-benar lelah. Najwa langsung melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 20.45WIB. Najwa langsung melihat ponselnya ada banyak pesan masuk di ponselnya. Ibunya yang menanyakan pulang jam berapa. Andre mengajaknya untuk bertemu. Shireen yang bertanya sampai di mana proses perceraiannya, dan Reyhan yang mengatakan Kalau Leo di rumahnya
" Kenapa mas Rey selalu membuat susah saja, kenapa harus bawa Leo ke rumahnya."
Najwa langsung merapihkan berkas-berkas di meja kerjanya, lalu ia langsung melangkah keluar dari kantor, tapi sayangnya kesialan itu selalu saja datang, di samping mobilnya sudah ada seorang laki-laki muda yang menunggunya
" Anda Najwa Putri Kasna?"
" Iya. Anda siapa?"
" Saya asistennya ibu Siska, istri dari bapak Alex Adipati."
Kepala Najwa langsung pening, masalahnya selalu saja berpura-pura di keluarga Adipati
" Ada perlu apa?"
" Ibu Siska ingin bertemu anda. Kapan kira-kira ada waktu luang?"
" Katakan padanya saya tidak memiliki waktu luang."
Najwa baru saja memegang pintu mobilnya, tapi laki-laki itu langsung menahannya dengan memegang pintu mobil juga
" Apa lagi?"
" Tolong, ibu Siska bilang ada hal penting yang ingin di bicarakan dengan Anda."
" Tapi saya tidak ada urusan dengannya, bahkan saya tidak kenal denganya. Kamu bilang padanya untuk datang sendiri ke kantor, bukan'kah dia yang perlu bukan saya? Enak sekali dia menyuruh-nyuruh, memangnya dia siapa? Minggir, atau saya telpon polisi!"
Laki-laki itu langsung minggir. Najwa langsung masuk ke dalam mobil sambil menghela nafas berat, tidak hatinya tidak badannya, ia sudah benar-benar lelah, dan sekarang ia akan menemui masalah baru lagi, yaitu harus datang ke rumah Reyhan untuk menjemput Leo. Najwa langsung menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi
" Kenapa semua orang benar-benar menyebalkan!"
Setelah menempuh perjalanan cukup lumayan lama, Najwa sampai di depan rumah Reyhan, ia langsung menekan tombol bel rumah
Ting-tong
Reyhan langsung membuka pintu sambil tersenyum. Najwa yang melihat senyuman seperti tidak bersalah, ia sangat kesal
" Kenapa harus bawa Leo kemari kalau tidak di antar pulang lagi? Apa tidak bisa untuk mengurangi rasa lelahku?"
" Aku ingin berbicara denganmu."
Reyhan langsung menarik pergelangan tangan Najwa masuk ke dalam rumah itu, hingga mendudukkan Najwa di sofa ruang tamu
" Aku datang hanya untuk mengambil Leo, kalau ingin berbicara denganku besok saja."
" Leo sudah tidur, jadi biarkan Leo tidur di sini, apa lagi aku juga sudah membuat kamar untuk Leo. Kamu mau aku buatkan coklat hangat?"
" Iya boleh, tambahkan sedikit susu."
Reyhan hanya menganggukkan kepalanya, lalu ia langsung berjalan ke dapur