
Alex sudah menunggu Najwa di mobil, di tempat parkir yang dekat dengan mobil Najwa, memang siang ini Najwa sedang ada sidang kasus perceraian Shireen, dan hari ini Shireen benar-benar resmi bercerai. Supir Alex melihat Najwa keluar sambil berbicara di telepon
" Nona Najwa sudah keluar."
Alex langsung melihat ke arah Najwa yang sedang berjalan ke arah mobilnya
" Kamu siap-siap, setelah saya berhasil membawanya masuk ke dalam mobil, kamu cepat jalanan mobilnya secepat mungkin."
" Baik pak."
Alex langsung membuka pintu mobilnya sedikit, saat Najwa semakin mendekat. Alex tidak tau Najwa sedang berbicara dengan siapa di telpon, senyuman di bibir Najwa tidak pudar, hingga Najwa benar-benar mengakhiri telpon itu. Alex langsung keluar saat Najwa sedang menunduk mencari kunci mobilnya di dalam tas, belum sempat Najwa menyadari keberadaan Alex, Alex langsung mendorong Najwa masuk ke dalam mobilnya
" Ikut aku sebentar Najwa."
Sebelum Najwa berhasil berteriak, mobil Alex langsung melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan area gedung pengadilan
" Apa kamu sudah gila, Alex!? Ini namanya penculikan, laki-laki macam apa kamu bisanya hanya memaksaku? Cepat hentikan mobilnya!"
Najwa berteriak sambil meronta-ronta saat Alex terus menggenggam kedua tangannya sangat erat
" Diamlah! Kamu akan semakin kesakitan kalau terus meronta, aku hanya ingin berbicara sebentar denganmu."
" Mau bawa kemana aku? Tolong hentikan mobilnya aku mau turun, apa kamu tidak bisa berbicara denganku secara baik-baik tanpa ada paksaan?"
Alex langsung menggeleng, jelas sangat sulit untuk berbicara dengan Najwa, semakin hari Najwa semakin menghindarinya, seakan-akan ia seperti pembunuh berantai yang selalu ingin Najwa hindari, hanya ini cara satu-satunya agar ia bisa berbicara dengan Najwa
" Jangan seperti ini Alex, jangan selalu membuat keadaan semakin rumit, aku lelah Alex. Tolong bisakah kamu melepaskan aku dari hidupamu?"
Najwa langsung meneteskan air mata, bukan karena cengkraman tangan Alex kuat, tapi karena ia lelah selalu saja di usik oleh keluarga Adipati, bahkan bukan hanya Alex saja, tapi seluruh keluarga Adipati seperti orang tidak waras. Alex sangat terkejut saat melihat Najwa menangis, setelah 6 tahun berlalu, ini pertama kalinya Alex melihat Najwa menangis lagi. Alex langsung melepaskan kedua tangan Najwa
" Maafkan aku Najwa, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu, tapi ini adalah cara satu-satunya agar aku bisa berbicara padamu, beri aku waktu untuk bicara denganmu."
Najwa tidak menjawab ucapan Alex, ia langsung memalingkan wajahnya menatap ke arah jalan. Alex tersenyum pahit, saat melihat wajah Najwa semakin cantik, walaupun ia bajingan, tapi ia sama sekali tidak berniat menyakiti Najwa, bahkan hingga saat ini Najwa adalah wanita satu-satunya yang ada di dalam hatinya
" Kita sudah sampai pak."
Alex langsung mengangguk. Najwa mulai panik, matanya langsung menyusuri lobby apartemen Alex
" Najwa, ayo turun kita sudah sampai."
" Tolong jangan teruskan lagi Lex, sudahi semuanya sampai di sini, kalau sampai masalah ini di ketahui bang Andre atau mas Rey, semuanya akan semakin rumit."
Najwa langsung menghapus air matanya kasar, ia tidak tau apa yang akan di bicarakan oleh Alex, hingga Alex harus membawa ia ke apartemennya. Alex langsung menggenggam tangan Najwa lagi, saat ia mendengar nama Reyhan, tidak bisakah sekali saja Najwa melupakan nama Reyhan, seakan-akan Reyhan adalah segalanya untuk Najwa. Lift berhenti di lantai dua puluh, Alex langsung menuntunnya keluar lalu berjalan ke arah pintu unit Alex
" Ayo masuk."
Najwa langsung berdiri mematung saat pintu unit Alex terbuka lebar, wajahnya semakin ketakutan. Alex langsung tersenyum pahit saat melihat wajah Najwa yang ketakutan
" Apa yang kamu pikirkan oleh otak pintarmu itu Najwa?"
" Tidak! Aku tidak akan masuk, tolong biarkan aku pulang Alex! Aku mohon, tolong jangan lakukan apapun!"
" Masuk! Aku tidak akan berbuat macam-macam kalau itu yang sedang kamu cemaskan! Aku memang bajingan Najwa, tapi aku tidak akan pernah menyakiti wanita yang aku cintai lagi!"
Alex langsung menyeret tangan Najwa masuk ke dalam, lalu langsung mengunci pintu unitnya. Najwa langsung melihat sekeliling tempat itu, ia sangat terkejut saat melihat banyak foto-fotonya bersama Leo dulu, bahkan banyak foto-foto kebersamaan mereka dulu saat masih bersama
" Apa kamu sudah gila!?"
" Iya katakan saja kalau aku memang sudah gila, kamu pergi meninggalkan aku tanpa sepatah katapun pergi kemana, betapa prustasinya aku saat itu, saat kamu menghilang tanpa jejak seperti di telan bumi. Aku berusaha mati-matian mencari keberadanmu, hingga akhirnya aku bisa menemukan keberadanmu. Aku tidak punya nyali untuk menampakkan wajahku, aku juga tidak bisa jujur tentang perjadohon gila itu! Untuk itu aku menyuruh seseorang untuk mengikutimu, aku tidak pernah menganggap kamu takut bikin ulah karena keberadaan anak kita, tapi aku hanya ingin menjagamu dan berharap kamu baik-baik saja saat itu, Najwa."
Najwa langsung menggeleng, ia tidak menyangka yang ia anggap saat itu mata-mata dari Alex, tapi ternyata orang itu untuk menjaganya
" Alex, kamu sudah punya istri, kenpa kamu masih menyimpan foto-foto kita, bagaimana kalau istrimu melabrakku lagi Lex!?"
" Apartemen ini aku beli atas nama orang lain, mereka tidak akan bisa melacak apartemen ini."
" Sebenarnya apa yang kamu inginkan? Apa kamu tidak pernah berpikir tentang masalah yang akan terjadi!?"
" Aku sudah tidak perduli lagi, yang aku inginkan hanya kamu dan Leo."
" Alex, urusan kita sudah selesai dari 6 tahun yang lalu, kamu yang mengakhiri hubungan kita, jadi tolong jangan usik hidupku lagi."
" Tidak. Aku tidak pernah berpikir untuk mengakhiri hubungan kita, seandainya mamah saat itu tidak mengancamku akan membunuhmu dan anak kita, aku tidak mungkin melepaskanmu. Ini menang salahku yang tidak memperjuangkanmu, tapi seandainya aku memperjuangkan hubungan kita, aku juga tidak tau bagaimana nasibmu nanti. Saat itu kita memang bisa saja menikah, tapi apa kamu sanggup hidup di keluarga Adipati yang seperti di neraka? Bahkan aku saja yang anaknya hanya di jadikan boneka oleh mereka, untuk menuruti semua keinginan mereka."
Alex langsung duduk di sofa. Nafas Alex memburu terbakar amarah, sejak kecil ia selalu saja di atur oleh orang tuanya, bahkan ia sebagai anak laki-laki selalu di didik dengan keras, agar bisa meneruskan usaha keluarganya. Najwa langsung mendekati Alex, hatinya sedikit melunak, ia langsung duduk di samping Alex
" Alex, waktu 6 tahun yang lalu tidak akan bisa di putar kembali, kita sudah memiliki jalan masing-masing, kamu sudah menikah, aku juga sudah memiliki calon suami yaitu mas Rey, tolong jangan membuat masalah semakin sulit, kalau sampai mas Rey tau, bagaimana nasib keluargamu?"
Alex langsung menghela nafas berat, lagi-lagi Reyhan dan Reyhan, entah apa kelebihan Reyhan, hingga bisa masuk kembali dalam kehidupan Najwa
" Aku cinta sama kamu Najwa, dari dulu sampai sekarang dan selamanya aku akan tetap cinta sama kamu. Aku terlalu bodoh dan naif, aku pikir setelah aku bisa lebih kuat dari orang tuaku, aku masih bisa mendapatkan hatimu kembali."