Najwa

Najwa
BAB. 38 Ancaman Siska



Hanya ada dua alasan kenapa ada yang mampu menjadi menantu dari keluarga Adipati, kalau tidak sama berbisanya, maka wanita itu lebih berbisa. Najwa memang tidak sedang menebak-nebak, tapi istri Alex ini benar-benar datang ke kantor Mahesa untuk menemui Najwa. Gayanya tidak jauh berbeda dengan Grup sosialita muda, seperti sering Najwa lihat di medoses, glamour seperti ingin terlihat lebih dari yang lain


" Sepertinya kamu benar-benar sibuk sekali, susah sekali mengajakmu untuk bertemu "


Najwa mengehel nafas kasar, saat mendengar Siska sok akrab padanya, jelas-jelas mereka belum pernah bertemu sebelumnya


" Tidak juga, aku selalu banyak waktu, hanya saja kamu bukan orang penting yang harus aku temui, jadi hal penting apa yang ingin kamu bicarakan hingga kamu merendahkan dirimu sendiri untuk datang ke kantor?"


Wajahnya masih terlihat tenang, tapi bibirnya sedikit berkedut menahan emosi


" Jauhi suamiku!"


" Hahaha.."


Najwa tertawa terbahak-bahak, ia merasa sangat lucu


" Kamu salah orang nyonya! Seharusnya aku yang bilang padamu untuk menyuruh suamimu menjauh dari hidupku. Apa kamu tau Alex selalu membuntutiku kemana pun aku pergi?"


Siska langsung menatap mata Najwa dengan tatapan tajam, senyuman yang ia perlihatkan dari tadi berubah menjadi senyuman sinis


" Jangan mengada-ada, aku tidak akan pernah terhasut oleh omong kosongmu!"


" Terserah! Katakan apa maumu, setelah itu segera pergi, jangan membuang waktu berhargaku!"


" Serahkan anak itu! Biarkan aku yang merawatnya."


Sudah Najwa duga, kalau tidak sama berbisanya, maka lebih berbisa dari keluarga Adipati


" Kamu meminta anakku seperti sedang meminta kucing peliharanku. Atas dasar apa aku akan menyerahkan anakku padamu?"


" Karena aku lebih bisa memberikan segalanya untuk anak itu!"


" Kalau yang Anda maksud uang, uangku juga cukup untuk membuat anak itu hidup mewah."


" Tetap saja, aku lebih bisa memberikan segalanya terhadap anak itu dari pada kamu."


Najwa langsung tersenyum sinis, tatapan matanya berkilat tajam, menurut Najwa Siska sama saja seperti ibu mertuanya sangat sombong


" Setidaknya aku bisa mendapatkan semuanya dari usahaku sendiri, sedangkan kamu, kamu bisa apa tanpa kekuasaan dari papahmu?"


" Jadi kamu iri padaku?!"


" Tidak sama sekali, hidupku jauh lebih bahagia dari pada kamu, bukan'kah kamu yang iri pada kehidupanku?"


" Kamu tidak seistimewa itu, jadi aku tidak akan pernah iri padamu. Bahkan Alex lebih memilih menikahiku, meskipun kamu sedang mengandung anaknya."


Najwa masih menatap sinis pada Siska, ia tidak akan diam saja di hina, apa lagi Alex sudah membuka kartunya pada Najwa


" Siapa yang ingin kamu bohongi? Semua orang juga tau Alex terpaksa menikahimu karena ancaman dari orang tuanya. Kamu tau apa yang di katakan Alex saat di the Lounge saat itu? Alex bilang kalau dia tidak bahagia selama menikah denganmu. Alex juga bilang tidak pernah mencintaimu. Apa kamu ingat berapa kali Alex menawarkan perceraian padamu?"


" Cukup!"


" Belum cukup untukku!"


Najwa membalas bentakan dari Siska, 6 tahun yang lalu ia diam saja saat Siska mengambil Alex darinya, tapi kali ini ia tidak akan diam saja saat Siska akan mencoba mengambil anaknya


" Jangan pernah berharap untuk mengambil anakku! Apa hidupmu itu begitu sangat menyedihkan? Hidup dengan suami yang tidak pernah menginginkanmu, dan sekarang kamu ingin merawat anak suamimu dari wanita lain. Apa kamu tau kalau Alex hingga sekarang masih mencintaiku? Tentu jawabannya pasti kamu tau, kasihan sekali nasibmu!"


Siska berusaha menahan amarahnya, senyumannya menjadi aneh


" Kamu terlalu percaya diri, Alex mengatakan itu karena Alex menginginkan anak itu sekarang."


" Kamu mau bertaruh denganku? Kita buktikan seberapa penting aku baginya."


Siska langsung mengepalkan kedua tangannya, tatapan matanya semakin tajam


" Katakan di mana Alex sekarang?"


" Alex sekarang sedang ada di kantornya, sedang mengadakan rapat penting."


Najwa langsung mengambil ponselnya, ia langsung mencari panggilan tidak terjawab dari Alex, lalu langsung menghubungi Alex, setelah di angkat, Najwa langsung berbicara lebih dulu


" Datang ke kantorku sekarang!"


Setelah mengatakan itu Najwa langsung memutuskan sambungannya sepihak, ia langsung tersenyum puas sambil menatap Siska. Wajah Siska menjadi pucat pasi, setelah melihat suaminya mengangkat telpon dari Najwa


" Suamiku tidak mungkin datang, Alex sedang ada rapat penting dengan celint dari Jepang, kamu terlalu percaya diri."


" Baiklah, mari kita buktikan, rapatnya yang lebih penting, atau aku yang lebih penting baginya."


Siska langsung menghela nafas panjang, tidak ada lagi wajah angkuhnya yang tadi, dengan mata memerah, ia menatap Najwa dengan penuh harap


" Tolong sekali ini saja, hanya anak itu yang bisa menyelamatkan pernikahanku, aku janji akan merawatnya dengan baik. Tidak apa-apa Alex tidak mencintaiku, setidaknya aku masih bisa bersamanya dengan kehadiran anak itu. Tolong Najwa, lepaskan mereka untukku."


" Tidak usah merengek, 6 tahun yang lalu kamu sendiri yang memaksa Alex untuk menikahimu, kamu tau, karena keegoisanmu, anakku yang harus menanggung akibatnya. Sejak lahir dia tidak merasakan kasih sayang dari seorang papah, tapi kenapa sekarang kamu seenaknya ingin merampas dia dariku karena kamu sulit untuk punya anak. Kenapa keluarga Adipati dan kamu sama saja tidak punya malu?!"


Najwa berteriak marah, salah kalau Siska pikir air matanya akan meluluhkan hati Najwa. Najwa sudah sering bertemu dengan orang-orang yang mengeluarkan air mata palsu


" Kalau begitu jangan salahkan aku kalau sampai merebutnya secara paksa!"


" Apa kamu sudah lelah dengan memasang wajah kasihan, dan sekarang kamu menunjukkan sifat aslimu dengan mengancamku."


Tidak ada lagi wajah kasihan dan air matanya di wajah Siska. Senyumnya kembali sinis, menurut Najwa Siska lebih luar biasa dari ibu mertuanya


" Kamu pasti tau bukan? Aku tidak akan terlalu sulit untuk mendapatkan hak asuh anak untuk anak itu."


" Melihatmu seperti ini, aku jadi memikirkan kembali ajakan Alex padaku saat itu. Alex bersedia menceraikanmu asalkan aku bersedia kembali padanya, bagaimana menerutmu?"


" Wanita sialan!"


Siska langsung mendekati Najwa dengan amarah yang sudah tidak bisa ia tahan, tangannya sudah mengangkat ke atas akan menampar Najwa, tapi Alex langsung memegang pergelangan tangan Siska


" Berani sekali kamu akan menampar Najwa! Siapa yang menyuruhmu untuk datang ke sini?"


" Aku tidak perlu minta ijin padamu, seharusnya aku yang bertanya, kenapa kamu meninggalkan rapat penting untuk datang ke sini?"


" Bukan urusanmu!"


Najwa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Kepalanya sudah pening saat melihat drama rumah tangga dari mantan pacarnya


" Tolong, kalian keluar dari ruanganku!"


" Semua ini salahmu Najwa! Lihat saja aku akan membalas semuanya!"


Siska berbicara masih dengan nada berteriak


" Bawa istrimu pergi, atau aku akan memanggil satpam untuk menyeret kalian!"


" Ayo pulang!"


Alex memegang pergelangan tangan istrinya, nafasnya memburu karena emosi. Siska terus meronta-ronta, ia ingin melepaskan tangan suaminya


" Jangan memaksaku untuk berbuat kasar Siska!"


Siska langsung diam, ia tidak lagi meronta-ronta, wajahnya sudah sangat ketakutan saat Alex menatap Siska dengan tatapan tajam


" Keluar, dan tunggu aku di mobil!"


Siska tidak berbicara lagi, ia langsung pergi keluar dari situ. Najwa menatap Alex sambil mengerutkan keningnya, ia bingung kenapa Siska sangat takut dengan geretakan Alex