Najwa

Najwa
BAB. 39 Leo adalah anakku



Setelah Siska pergi dari ruangan Najwa, di ruangan itu tinggal ada Najwa dan Alex, tatapan sinis Alex langsung berubah menjadi tatapan sendu


" Najwa, aku minta maaf kalau Siska datang ke sini hingga membuat keributan."


" Tidak perlu basa-basi, cepat pergi dari ruanganku dan pastikan kalau istrimu tidak membuat masalah lagi di tempat kerjaku! Apa lagi masih pagi-pagi begini sudah membuat keributan benar-benar gila"


Walaupun jam sudah menunjukkan pukul 10 30WIB, tapi bagi Najwa masih pagi, karena ia sudah terbiasa datang terlambat ke pekerjaannya, apa lagi datang-datang sudah ada yang membuat kekacauan di ruangannya


" Najwa.."


" Apa lagi?!"


" Kapan kamu akan mengijinkan aku untuk bertemu dengan Leo? Aku mohon sekali ini saja, Najwa."


Najwa langsung menghela nafas panjang, lagi-lagi laki-laki ini selalu membahas Leo dan Leo


" Tidak akan pernah!


" Kenapa Najwa?"


" Karena yang Leo tau papahnya sudah meninggal!"


Alex sangat terkejut, ia menatap Najwa tidak percaya kalau Najwa mengatakan ia sudah meninggal pada anaknya


" Kenapa kamu mengatakan ini padanya Najwa?"


Najwa langsung tertawa pelan, ia merasa sangat lucu dengan pertanyaan Alex, apa lagi yang di harapkan oleh Alex, bukan'kah dulu Alex ingin membunuh anaknya sendiri


" Kalau begitu aku akan mengatakan kalau papahnya ingin membunuhnya dari saat masih di dalam kandungan."


" Najwa.."


" Kenapa kamu takut tidak di inginkan anak kandungmu sendiri?!"


" Najwa, aku hanya ingin bertemu dengannya."


" Tapi ibumu dan istrimu sudah mengancamku akan merebutnya dariku! Seandainya kamu bisa memiliki anak dengan istrimu apa kamu masih menginginkan anakku? Itulah balasan untuk kamu, dulu kamu ingin membunuh anakku dan sekarang kamu tidak memiliki anak. Apa kamu pernah berpikir ini adalah karma untukmu? Pergilah, aku harus melanjutkan pekerjanku yang belum aku selesaikan sedikitpun."


" Najwa, tolong ijinkan aku bertemu Leo."


" Bukan'kah saat itu kamu mengancamku juga ingin membuka aib perselingkuhanku? Lalu kenapa kamu tidak melakukannya?"


Alex langsung menggelengkan kepalanya, ia tidak mungkin untuk mencari bukti perselingkuhan Najwa dan membuka aibnya, ia tidak ingin kehilangan Najwa dan anaknya, ia lebih baik menyimpan rapat-rapat tentang itu


" Atau jangan-jangan kamu tau kalau Reyhan belum pernah memiliki istri? Kalau kamu tau bagus, setidaknya kamu tidak perlu membanding-bandingkan dirimu bersama Reyhan, karena Reyhan terlalu sempurna, bahkan seujung kuku pun, sifatmu dan sifat Reyhan tidak ada kemiripan sedikitpun."


Alex menggelengkan kepalanya tidak percaya, mana mungkin Reyhan belum menikah, jelas-jelas dulu Najwa sudah menceritakan semuanya padanya


" Itu pakta yang harus kamu tau Alex, pergilah, istrimu sudah menunggumu."


Najwa melihat ke arah pintu saat pintu itu di buka dengan sedikit kasar


" Mommy.."


Najwa langsung lari ke arah Leo, ia langsung memeluk Leo sangat erat sambil menggendongnya, entah kenapa Leo selalu saja datang di waktu yang tidak tepat ke ruangannya


" Leo.."


Najwa masih berdiri mematung sambil masih memeluk Leo


" Kamu sudah melihatnya, lebih baik sekarang kamu pergi."


" Najwa, boleh aku menggendongnya sebentar?"


" Jangan coba-coba ingin menggodanya, Leo tidak menyukai orang asing."


" Tapi aku bukan orang asing, aku adalah."


" Tutup mulutmu!"


" Leo.."


Leo langsung mengeratkan pelukannya pada ibunya saat Alex memanggil namanya. Reyhan masuk ke dalam ruangan Najwa


" Mau apa lagi kamu ke sini?


" Deddy."


Begitu mendengar suara Reyhan, Leo langsung berusaha turun dari gendongan ibunya, ia langsung berlari ke arah Reyhan. Wajah Alex merah padam saat melihat Leo memanggil Reyhan dengan panggilan Deddy dan langsung lari memeluk Reyhan


" Kenapa kamu menyuruh anakmu memanggilnya dengan panggilan Deddy?"


" Kenapa kamu tidak terima saat Leo memanggilku Deddy? Leo memang anakku."


" Jangan bermimpi kamu! Leo adalah anakku!"


" Tutup mulutmu Alex! Jangan bertengkar di sini, jangan membuat Leo ketakutan, lebih baik kamu pergi, istrimu sudah menunggumu terlalu lama."


" Leo.."


Alex benar-benar frustasi saat melihat Leo tidak peduli padanya, matanya menatap sedih saat melihat Leo yang meringkuk di gendongan Reyhan


" Aku tidak akan pernah membiarkan anakku memanggil orang lain Deddy. Jauhi laki-laki ini Najwa, atau aku akan benar-benar mengambil Leo darimu!"


" Jangan coba-coba untuk mengancam Najwa! Rebut saja kalau kamu bisa, tapi langkahi dulu mayatku!"


Alex dan Reyhan saling menatap tajam. Tangan Alex langsung terkepal kuat sambil gemetar karena menahan luapan emosi


" Kamu Reyhan? Aku pasti akan mendapatkan kembali Najwa dan anakku."


" Untuk menjaga Najwa dari istrimu saja tidak sanggup, apa lagi untuk melindungi dua-duanya, pengecut kamu!"


" Lihat saja, aku akan membuat perhitungan denganmu!"


Alex langsung melangkah lebar, keluar dari ruangan Najwa. Najwa langsung menutup pintu ruangannya


" Mau apa Alex ke sini?"


" Aku yang menyuruhnya untuk datang ke sini, untuk membawa istrinya pergi. Wanita itu berteriak-teriak di ruanganku seperti baru lepas dari rumah sakit jiwa."


" Leo, ayo turun nak, jangan manja seperti itu."


" Tidak mau mommy, Leo mau sama Deddy."


Najwa langsung melotot, Deddy lagi, Deddy lagi! tapi Reyhan tersenyum senang. Mereka langsung duduk di sofa. Najwa langsung mencuri ciuman di pipi anaknya yang sedang merajuk


" Kalian dari mana?"


" Mamah bilang ada urusan, jadi mamah mengantar Leo ke kantorku."


" Maaf mas, jadi kerjaanmu terganggu."


" Tidak, pak Samsul sudah 5 hari ini sudah masuk kerja, jadi kerjaan kantor untuk sementara pak Samsul yang urus."


" Lalu Sinta bagaimana?"


" Sinta aku suruh untuk melanjutkan kuliah, kasian dia masih terlalu muda."


Najwa hanya mengangguk paham sambil menatap kagum pada Reyhan, rasa cintanya semakin besar saat semakin tau keperibadian Reyhan yang terlalu baik dengan sesaorang, tapi ia tidak pernah tau kalau Reyhan tidak memiliki hubungan baik dengan papah tirinya


Reyhan langsung mencium pipi Najwa


" Kamu kenapa menatapku seperti itu? Apa kamu sedang membandingkan wajahku dengan wajah mantanmu?"


" Sok tau!"


" Deddy, Leo lapar."


" Anak Deddy mau makan apa?"


" Pasta."


" Iya sayang."


Najwa berdecik kesal melihatnya, Leo semakin hari semakin manja dengan Reyhan


" Kenapa jadi kamu yang sewot? mamah saja tidak keberatan saat Leo memanggilku dengan panggilan Deddy?"


" Iya dong! Mommy tidak asik! Marah-marah terus, entar cepat tua, kata Tante Celara juga nanti kalau tua tidak ada yang suka lagi mommy, Deddy masih terlalu tampan, nanti kalau di ambil orang bagaimana?"


Najwa hanya tersenyum saat mendengar pertanyaan dari anaknya, apa lagi saat melihat Leo merucutkan bibirnya, benar-benar sangat menggemaskan. Najwa memang sangat beruntung memiliki Leo. Leo sangat pintar dalam percakapan apapun, hanya saja Leo terlalu takut untuk melihat pertengkaran orang dewasa


" Ayo Leo kita makan."


" Tunggu Deddy, tumben di ruangan mommy tidak ada om Andi. Om Andi kemana mommy?"


" Om Andi sedang ada rapat di kantornya, jadi dia tidak bisa datang ke sini."


" Bagus, lagian kalau ada om Andi mommy juga suka memeluknya, Leo tidak suka, tapi Leo lebih suka kalau mommy memeluk Deddy."


Reyhan langsung tertawa saat mendengar ucapan Leo, sementara Najwa langsung melotot