
Najwa sudah tiba di sana, Alena sudah menunggu di ruangan VIP. Najwa tidak menyangka kalau Alena datang bersama Alex, membuat ia emosi, tapi ia sudah terlanjur datang, mau tidak mau ia pun langsung duduk untuk mendengarkan cerita mereka. Alena meringis saat melihat luka di wajah Najwa
" Najwa.."
" Aku sudah berbaik hati untuk datang kemari, tapi kamu membawa bajingan ini."
" Bagaimana lukamu?"
Najwa langsung menghela nafas kasar, saat Alex terus menatapnya dengan perasaan kuatir
" Bukan'kah kalian sudah melihatnya sendiri? Untuk apa kalian pura-pura bertanya, lukaku ini tidak bisa di bilang baik-baik saja. Tidak perlu basa-basi apa mau kalian?!"
Alena sangat takut saat mendengar setiap kata yang di ucapkan Najwa
" Najwa, aku mohon, tolong cabut laporan kamu pada mamah."
Najwa langsung tertawa terkekeh, ia sudah menduganya kalau Alena akan membahas tentang laporannya
" Jangan harap! Dulu aku sudah cukup diam saat ibumu menghinaku dan menginjak-injak harga diri Bundaku, tapi sekarang aku tidak akan tinggal diam."
" Mamah sudah terlalu tua untuk berurusan dengan hukum, jadi kali ini saja maafkan mamahku, Najwa."
" Aku tidak akan melepaskannya begitu saja, kalau aku melepaskan begitu saja, entah masalah apa lagi yang akan ibumu lakukan."
" Aku jamin mamah tidak akan berbuat ulah lagi, Najwa."
" Dengan cara apa kamu bisa menjamin? Bahkan hidupmu saja sekarang sudah berantakan."
Kata-kata Najwa berhasil membungkam mulut Alena. Alena langsung menundukkan kepalanya dengan wajah merah padam. Sedangkan Alex masih betah diam membisu, hanya matanya terus menatap Najwa dari tadi
" Kalian berhentilah untuk mengusik hidupku, setelah kasus ini selesai, aku tidak ingin berurusan lagi dengan kalian."
" Tunggu Najwa."
Alex langsung buru-buru mencegat Najwa yang sudah berdiri dari duduknya
" Apa lagi?"
" Aku ingin bicara padamu."
" Tapi aku tidak."
" Sebentar saja, aku juga tidak akan menahanmu terlalu lama di sini."
Najwa terpaksa duduk lagi, sedangkan Alena, tiba-tiba saja telponnya berdering, jadi ia pergi dari ruangan itu untuk mengangkat, di ruangan itu tinggal mereka berdua. Ruangan yang sangat luas berasa sempit menurut Najwa saat hanya ada ia dan Alex
" Boleh aku bertemu dengan anaku Najwa?"
" Jangan mulai lagi, aku tidak akan pernah mengijinkan kamu untuk bertemu dengan Leo, kamu tidak pantas untuk bertemu anakku. Apa kamu masih ingat ucapanku saat di apartemen? janin dalam kandunganku bukan lagi anak kita, tapi anakku, dan itu tetap sama Alex! Sampai kapan pun Leo hanya anakku Alex!"
" Najwa, aku mohon padamu, dulu aku juga terpaksa meninggalkanmu, karena orang tuaku mengancam akan membunuhmu dan janinmu kalau aku menolak untuk menikah dengan wanita pilihannya."
" Lalu apa bedanya dengan kamu mencampakanku dan janinku, bukan'kah itu sama saja? Hari itu, seharusnya aku sudah mati terjun dari atas jembatan. Aku terlalu sakit hati, aku juga tidak berani untuk pulang,aku yakin Bunda akan sangat kecewa dengan kondisiku, lalu kamu kemana saja saat aku butuhkan?"
" Maaf."
Hanya kata maaf yang bisa keluar dari mulut Alex. Najwa hanya menggelengkan kepalanya, ia sudah tidak membutuhkan kata maaf lagi sekarang, kejadiannya sudah terlalu lama
" Najwa.."
" Aku menyesal telah mencintaimu, karena kebodohanku, anakku harus menanggung akibatnya. Sejak lahir, Leo tidak pernah merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang papah seperti anak lainnya."
" Kalau begitu kita besarkan Leo sama-sama, aku akan menebus waktu yang sudah terlewatkan."
Najwa langsung mengambil air putih di depannya, lalu ia langsung menyiram Alex
Byur..
" Sudah aku katakan, aku tidak akan pernah kembali padamu lagi."
" Apa karena Kaka tirimu, kamu menolakku sekarang? Lalu apa bedanya aku dengan Reyhan? Reyhan pernah meninggalkanmu dan menikah dengan wanita lain? Aku pun sama seperti itu, tapi kenapa kamu memberikan Reyhan kesempatan, sedangkan padaku tidak?"
Najwa sudah tidak bisa mengontrol emosinya, setiap kali bertemu dengan Alex. Najwa langsung mendekati Alex, lalu langsung menampar Alex
Plak...
" Tutup mulutmu Alex! Jangan lagi kamu mengungkit masa laluku. Kamu dan Reyhan itu memang berbeda. Sudah aku katakan saat itu aku belum memiliki hubungan, sedangkan mereka sudah akan menikah, jadi bukan Reyhan yang salah, tapi aku yang salah. Perlu kamu tau, Reyhan adalah orang yang sudah menolongku saat aku akan terjun dari atas jembatan, tentu itu sangat berbeda, dan selama 6 tahun juga Reyhan yang sudah memberikan aku semangat."
Alex sangat terkejut, ternyata Reyhan masih tetap sama. Reyhan masih tetap menjaga Najwa seperti saat usia Najwa 16 tahun. Alex memang sudah mendengar semua cerita Reyhan dari Najwa, tapi ia tidak menyangka kalau Reyhan juga selama 6 tahun ini sudah menjaga Najwa, jelas-jelas ia mengirim 2 orang untuk menjaga Najwa secara diam-diam di Ausi, bahkan orang-orang suruhannya tidak pernah melihat Najwa bersama Reyhan, tapi sekarang Najwa bilang Reyhan yang sudah memberikan Najwa semangat. Najwa masih tetap berdiri di depan Alex
" Aku masih sangat mencintaimu Najwa."
" Tapi aku tidak, cintaku untukmu sudah mati saat 6 tahun yang lalu, saat aku memutuskan untuk terjun dari atas jembatan, saat itu juga cintaku untukmu sudah mati. Seharusnya kamu bisa melihat kalau aku sudah bukan Najwa yang polos lagi, karena Najwa yang polos itu sudah mati 6 tahun yang lalu."
Alex menghela nafas panjang sambil tersenyum getir
" Aku tidak peduli kalau sifatmu berubah, aku hanya mencintaimu Najwa, dan selama 6 tahun aku menikah, aku tidak pernah mencintai istriku. Aku sudah berkali-kali menawarkan perceraian, tapi Siska memilih untuk bertahan."
" Aku tidak berminat untuk mendengarkan drama rumah tanggamu, kita sudah tidak memiliki urusan lagi."
" Najwa, berikan aku kesempatan kedua untuk membesarkan Leo bersamamu. Aku akan berusaha menjadi papah yang baik untuk Leo."
" Kalau saja kamu mengatakan ini 6 tahun yang lalu, mungkin aku akan menangis bahagia, tapi sekarang bukan hanya aku, Leo juga sudah tidak membutuhkanmu."
" Sejauh mana hubunganmu dengan Reyhan?"
" Kamu tidak pantas bertanya seperti itu, kamu bukan siapa-siapa, jadi kamu tidak perlu tau sejauh mana hubunganku bersamanya."
" Kamu harus ingat, Reyhan juga sudah memiliki istri, dan walaupun Reyhan belum memiliki istri juga belum tentu keluarga mereka menerimamu."
" Tutup mulutmu!"
" Kalau kamu ingin menikah dengan Reyhan, serahkan Leo padaku. Aku tidak ingin Leo tau kalau kamu adalah seorang wanita simpanan."
Plak..plak..
Najwa langsung menampar bolak-balik pipi Alex. Alena yang baru saja akan masuk, ia berdiri mematung di depan pintu saat melihat kemarahan Najwa
" Coba saja kalau kamu bisa merebut Leo dariku, dan lihat apa yang akan aku lakukan untuk menghancurkan keluarga kalian! Tidak seharusnya aku datang ke sini, bahkan orang seperti kalian lebih berharga dari sampah."
" Aku tidak peduli. aku tetap menginginkan Leo, walaupun denganmu atau tanpamu, aku akan melakukan apapun untuk Leo."