Najwa

Najwa
BAB. 11 Aku akan melamarmu



Sudah 1 Minggu Najwa pulang dari rumah sakit, keadaan Najwa semakin terpuruk, hatinya sangat sakit saat melihat pria yang ia cintai akan menikah, bahkan seluruh siaran televisi hampir semua memperbincangkan tentang pernikahan Alex dengan Siska Malik. Dia adalah anak dari seorang pengusaha kaya, bahkan kekayaannya lebih di atas keluarga Alex, bahkan bukan hanya itu ayahnya Siska Malik adalah seorang gubernur, jadi tidak heran kalau seluruh siaran memperbincangkan mereka. Tiba-tiba Najwa mendengar suara ayahnya yang menasehatinya


" Nak, belajarlah menjadi lebih baik dari kesalahanmu, ingat, Ayah sudah pernah mengatakan padamu, jika terjatuh maka bangunlah sendiri, sama dengan perasanmu sekarang, kamu tidak boleh terpuruk, kamu harus bangun dan membuktikan pada mereka, tanpa sosok seorang suami, kamu bisa menjaga anakmu dengan baik."


Setelah mendengar suara ayahnya, Najwa langsung mengelus perut ratanya


" Yah, aku pasti akan menjaga anak ini dengan baik, aku juga akan buktikan kalau aku mampu merawat calon buah hatiku seorang diri."


Tiba-tiba ada suara ketukan pintu


Tok-tok


" Masuk."


Andi langsung masuk ke dalam kamar Najwa, ia langsung duduk di samping Najwa. Andi memang sudah tau kalau Najwa hamil saat Najwa di rawat di rumah sakit, ibu Andi juga sedang di rawat di sana, untuk itu ia bertanya pada dokter tentang Najwa masuk ke rumah sakit, tapi ia sama sekali tidak kuatir saat itu, ia pikir Alex akan bertanggung jawab, tapi ternyata tidak, sekarang pria itu akan menikah dengan Siska Malik


" Najwa, kenapa bisa Alex menikah dengan Gadis lain? Bukan'kah kamu sendang hamil?"


Mata Najwa langsung membulat sempurna, ia sangat terkejut, saat Andi mengetahui kalau ia hamil. Andi yang melihat Najwa terkejut, ia pun langsung menjelaskannya dari mana ia tau Najwa hamil


" Aku tau saat mamah di rawat di rumah sakit, aku bertanya pada dokter, tentangmu."


" Iya Andi, begitulah kenyataan yang harus aku terima, aku terlalu bodoh hanya karena kata cinta."


" Lalu bagaimana dengan janinmu Najwa?"


Najwa hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya


" Najwa, biarkan aku menikahimu, aku tau kita adalah sahabat kecil, kita tidak saling mencintai, tapi aku tidak ingin anakmu tidak memiliki sosok seorang Ayah, jadi aku mohon, biarkan aku menjadi Ayah dari anakmu."


Andi memang serius dengan ucapannya, ia ingin menikahi sahabatnya, agar ia bisa membesarkan anak itu bersama, walaupun ia tidak mencintai sahabatnya


" Andi, sudah banyak kamu membantuku, jadi sekarang kamu jangan korbankan masa depanmu untukku, tapi aku benar-benar berterimakasih, kamu selalu ada untukku saat aku terjatuh."


" Najwa, kita adalah sahabat, tentu aku akan selalu ada untukmu. Najwa, ucapanku ini serius, nanti malam aku akan melamarmu."


" Tidak Andi, tolong jangan lakukan itu. Jika kamu ingin membantuku, tolong urus surat pindahku di kampus, aku ingin melanjutkan kuliahku di Ausi, dan satu lagi, tolong jangan sampai tau tentang kehamilanku oleh bang Andre, kalau tidak bang Andre akan membunuh Alex."


Andre Azaskia Kasna adalah kaka sepupu Najwa, ia adalah seorang mafia, siapa saja yang memiliki masalah dengan ia, jangan berharap akan tetap hidup


" Baiklah, aku akan mengurus itu semua dan punyaku juga."


" Tentu aku juga akan pindah ke Ausi, aku tidak ingin kamu sendiri Najwa, aku tidak yakin kamu bisa menjalani hidup sendiri."


" Andi, biarkan aku belajar mandiri, biarkan aku menjadi wanita tangguh, aku tidak ingin terus menjadi wanita lemah, dan bodoh."


" Aku percaya Najwa, tapi aku tidak ingin sahabatku sendiri di sana."


" Terimakasih banyak atas kebaikanmu, tapi kali ini, aku benar-benar ingin sendiri, aku akan melanjutkan kuliah di sana. Andi, tolong jaga Bunda selama aku tidak ada."


" Itu sudah pasti Najwa, kalau kamu tidak ingin aku ikut, aku pasti akan sering ke sini untuk melihat keadaan Tante."


Najwa langsung memeluk Andi sangat erat. Andi adalah sahabat yang sangat baik, bahkan ia ingin menikahi Najwa karena Najwa hamil, tapi Najwa tidak ingin menyeret sahabatnya ke dalam situasi ia, ia akan berjuang sendiri untuk membesarkan anaknya. Andi juga membalas pelukan dari Najwa, sejujurnya Andi tidak rela Najwa pergi sendiri, ia kenal siapa Najwa, Najwa adalah Gadis yang lemah lembut, ia takut Najwa kenapa-napa, tapi ia tidak bisa apa-apa selain menuruti keinginan dari sahabatnya. Menurut Andi kadang-kadang ia selalu berpikir takdir hidup Najwa tidak pernah adil, dari ayahnya meninggal dunia, anak-anak sekolah membullinya, Reyhan menikah, dan sekarang Alex juga akan menikah, tapi kalau Reyhan setidaknya tidak membuat Najwa ke dalam titik terendah, tapi Alex seperti menganggap Najwa seperti sampah


" Najwa, kamu harus buktikan pada Alex, kalau kamu bisa membesarkan anakmu sendiri, ingat, jangan pernah baik pada seseorang, selain bukan orang yang sudah kamu kenal, tapi kenapa kamu tidak menuntut Alex?"


" Aku hanya ingin menjadi lebih baik lagi, aku pasti akan buktikan kalau aku bisa menghidupi anakku tanpa bantuan siapapun. Tidak akan pernah menuntut Alex, aku percaya takdir hidup Alex dan keluarganya akan lebih menderita dari pada hidupku yang sekarang."


Andi hanya bisa menghela nafas berat, entah terbuat dari apa hati sahabatnya, hingga perbuatan yang merendahkan harga dirinya, tapi Najwa tetap saja baik. Andi dan Najwa langsung melepaskan pelukannya


" Najwa, aku berharap kamu bisa berubah menjadi lebih kuat, aku berharap kamu hanya bisa bersikap baik hanya pada orang-orang yang baik padamu. Ingat, jaga dirimu baik-baik, setelah surat pindahmu beres, aku akan menyuruh supirku mengirimnya, karena sekarang kamu tau sendiri aku sangat sibuk."


" Aku tau ndi, kamu sekarang harus kuliah untuk menjadi pengacara, tapi di sisi lain kamu juga harus mengurus perusahaan ibumu. Tidak apa-apa siapa yang mengirim surat pindah itu, sekali lagi terimakasih Andi, aku tidak tau harus dengan cara apa membalas kebaikanmu selama ini."


" Jika kamu ingin membalas kebaikanku, kamu cukup hidup dengan baik, dan jaga anakmu dengan baik, itu cara untuk membalas kebaikanmu padaku."


" Pasti Andi, aku akan lakukan itu."


" Jika sudah di Ausi, jaga dirimu baik-baik Najwa, dan jika perlu bantuan, hubungi aku, jangan pernah meminta bantuan pada ibumu, kasihan dia, sudah terlalu banyak beban yang harus dia pikul, jadi jangan sekali-kali kamu menambah bebannya lagi."


" Iya Andi, sekali lagi terimakasih."


" Kamu itu apa-apaan Najwa? Kita itu sahabat, tidak perlu terus berterimakasih."


" Iya maaf."


" Kenapa sekarang jadi minta maaf Najwa?"


Najwa hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum. Andi yang melihat senyuman sahabatnya, ia sangat senang karena sahabatnya mau tersenyum, termasuk Annisa juga ikut tersenyum, ia memang dari tadi melihat dan mendengar percakapan mereka. Annisa sangat senang, karena putrinya memiliki sahabat seperti Andi, bahkan Andi tidak menjauhi putrinya saat putrinya dalam keterpurukan, melainkan Andi datang untuk mengajak putrinya menikah


" Andi, semoga kamu mendapatkan Gadis yang pantas di sampingmu, kamu benar-benar pria yang baik, Najwa benar-benar beruntung memiliki sahabat sepertimu." batin Annisa