
Reyhan tidak membawa pulang ke rumah Najwa, ia membawa pulang ke rumahnya, ia tidak mungkin untuk mengantar pulang Najwa dengan kondisi Leo sudah tertidur pulas. Reyhan langsung membaringkan tubuh Leo di kamarnya, setelah itu ia langsung duduk di sofa bersama Najwa. Mata Najwa tidak lepas dari foto-foto yang ada di rumah Reyhan, itu adalah foto-foto Reyhan bersama Renata sambil tersenyum, membuat terpampang jelas kebahagiaan mereka
" Mas, aku mohon berhenti menganggap diri mas sebagai Deddy dari Leo, berhenti mengatakan diri sendiri dengan panggilan Deddy pada Leo, aku tau Leo menganggapmu sebagai Deddy nya, tapi aku tidak ingin masalahku semakin banyak."
" Sudah berapa kali aku katakan, aku senang Leo menganggapku sebagai seorang Deddy."
" Tapi aku keberatan mas."
" Najwa, kasih aku kesempatan untuk menikahimu, aku sangat mencintaimu, dan aku juga sangat menyayangi Leo."
Najwa langsung tertawaan terbahak-bahak, ia merasa sangat lucu saat mendengar kata cinta dari Reyhan, apa lagi Reyhan bilang cinta di rumahnya sendiri, bahkan rumah itu penuh dengan foto-foto Reyhan dan Renata
" Berhenti bilang cinta, aku tidak ingin menikah dengan laki-laki yang tidak bisa melupakan masa lalunya, terlebih lagi mas Rey juga dulu bilang kalau ibuku seorang pelakor, dan aku tidak ingin berurusan dengan ibumu mas, aku tidak ingin di cap sebagai anak dari pelakor, tolong berhenti membuat lelucon mas, aku benar-benar lelah."
" Najwa, ibumu bukan pelakor, itu semua hanya kebohongan yang aku buat."
" Cukup mas! Aku tidak ingin mendengarkan ucapanmu lagi! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menikah dengan laki-laki yang masih mencintai masa lalunya."
Najwa langsung lari keluar dari rumah Reyhan, ia bahkan meninggalkan Leo. Reyhan juga ikut lari keluar mengikuti Najwa
" Najwa, apa maksudmu?! Aku dari dulu mencintaimu!"
Najwa tidak menjawab ucapan Reyhan, ia terus saja lari, lalu langsung melambaikan tangan ke arah taksi, setelah itu ia langsung masuk ke dalam taksi, ia langsung pergi dari rumah Reyhan sambil meneteskan air mata
" Pak, kita ke Golden."
" Baik nona, apa nona tidak apa-apa?"
Supir taksi itu sangat kuatir dengan penumpangnya yang terus menangis. Najwa hanya menjawab dengan anggukan kepala. Setelah perjalanan sekitar 30 menit, mereka sampai di Golden
" Nona, kita sudah sampai di Golden."
" Terimakasih."
Najwa langsung memberikan uang, lalu ia langsung turun dari mobil, kepalanya benar-benar pusing, otaknya sudah tidak bisa mikir, untuk kali ini ia ingin melepaskan beban berat yang selalu bergelayut di hidupnya
" Najwa!"
Najwa langsung menghirup udara sebanyak-banyaknya, setelah mendengar suara yang ia kenal, yaitu Alex. Setelah itu Najwa langsung membalikkan badan. Alex menatap Najwa dengan tatapan berbinar
" Najwa, aku sudah tau Leo adalah anak kandungku, aku minta maaf, aku ingin bertemu dengan anakku."
" Kenapa hidupku hari ini sial sekali! Kenapa semua orang senang sekali mengusik hidupku? Tidak bisakah kalian membiarkan aku tenang sebentar saja?!"
Najwa langsung meneteskan air mata lagi, hari ini ia benar-benar lelah, harus bertemu banyak orang yang terus mengusik hidupnya
" Najwa, aku benar-benar minta maaf."
" Basi! Permintaan maafmu tidak akan pernah bisa mengembalikan waktu 5 tahun yang di lalui anakku tanpa seorang papah!"
" Najwa, aku mohon."
" Kamu itu memang bajingan! Jangan pernah berpikir untuk mengambil Leo dari hidupku! Kamu harus ingat, sebelum kamu bertindak, aku akan membuat keluarga kalian hancur!"
" Siapa yang bilang bahwa aku akan mengambil Leo darimu, Najwa, aku hanya ingin bertemu Leo."
Mata Alex mulai berkaca-kaca, melihat wanita yang ia cintai menangis, ia memang bodoh, seandainya ia tidak takut ancaman dari kedua orang tuanya, mungkin sekarang ia tidak akan di benci oleh Najwa
" Najwa, kali ini saja, aku mohon, aku ingin bertemu dengan anakku."
Najwa sudah benar-benar tidak bisa lagi mengontrol emosinya, ia langsung melayangkan tamparan pada Alex
Plak....
" Berani sekali mulut kotormu mengatakan Leo anakmu! Anakmu sudah mati 6 tahun yang lalu, bukan'kah kamu sendiri yang membunuhnya. Apa kamu sudah lupa? Apa perlu aku ingatkan kembali ucapanmu di apartemen saat 6 tahun yang lalu?!"
Najwa langsung pergi, kepalnya sudah benar-benar pusing, apa lagi amarahnya semakin tidak bisa ia kontrol. Najwa langsung masuk Golden, ia langsung duduk di depan Bartender. Pengunjung lumayan rame karena ada live band di panggung ruang itu
" Wet Vodka martini."
Bartender hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu ia langsung menyediakan satu gelas martini di depan Najwa. Najwa langsung meneguk hingga setengah gelas, ia merasakan dingin dan pahit di mulutnya, sudah lama Najwa tidak meminumnya, ia memang bukan wanita pemabuk, tapi kedua sahabatnya selalu merayakan di bar jika mereka mendapatkan tender, karena kedua sahabatnya adalah pembisnis saat di Ausi, jadi ia pun hanya ikut-ikutan dengan mereka. Najwa langsung meneguknya lagi hingga habis
" Satu gelas lagi."
Bartender hanya menjawab dengan anggukan kepala. Najwa langsung melihat ponselnya, ia melihat banyak panggilan masuk dan pesan dari Reyhan
" Apa mas Rey sudah gila, bagaimana bisa mengajak aku menikah, tapi rumahnya penuh dengan foto-fotonya dan Renata." batin Najwa
Najwa langsung mengirimkan pesan rekaman yang di rekam saat berbicara dengan sella Adipati pada Andi. Setelah itu Najwa langsung meletakkan lagi ponselnya, lalu langsung meminum martini yang sudah di sediakan oleh Bartender hingga habis tak tersisa
" Martini bukan begitu cara minumnya, itu alkohol bukan air putih!"
Najwa langsung menoleh ke arah sebelah, ia langsung menghela nafas kasar, saat melihat Kaka sepupunya sudah ada di sampingnya
" Dari mana Abang tau aku di sini?"
Andre tidak menjawab pertanyaan dari Najwa, ia langsung meraih dagu Najwa, ia menatapnya dengan seksama
" Siapa yang berani memukulmu, Najwa?"
" Ini bukan apa-apa bang, aku akan membalasnya nanti."
" Kenapa datang ke sini sendiri? Jangan bodoh, kamu pikir mereka akan diam saja, setelah kamu mengobrak abrik keluarga mereka."
" Aku tau bang, ini wajahku buktinya."
Setelah itu, Najwa langsung minta tiga gelas lagi pada Bartender
" Tiga gelas lagi."
Bartender hanya menjawab dengan anggukan kepala. Setelah sudah di letakkan di depan Najwa. Najwa langsung meminumnya seperti orang haus. Sementara Andre, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat Najwa seperti orang harus
" Najwa, apa yang mengganggu pikiranmu? Apa ada kaitannya dengan bajingan yang mencegatmu di luar?"
" Sejak kapan Abang perhatian?"
" Najwa, kalau saja Bundamu tidak melarangku untuk membunuh bajingan itu, mungkin aku sudah membunuhnya, kamu adalah anak perempuan satu-satunya dari keluarga Kasna, aku tidak akan tinggal diam saat kamu disakiti, tapi aku bisa apa kalau Bundamu melarangku. Jadi benar kamu minum karena si brengsek itu?"
Najwa langsung menggelengkan kepalanya. Walaupun Alex adalah salah satunya, tapi bukan Alex yang sudah membuatnya terjun bebas
" Mas Rey mengajakku menikah, ini memang bukan pertama kalinya mas Rey mengajakku menikah, tapi ini pertama kalinya hatiku lebih sakit, bahkan rasa sakit itu lebih besar saat di tinggal nikah oleh mas Rey."