
" Maksud kamu Reyhan Nugraha? Anak tiri Bunda kamu?"
Najwa langsung menganggukkan kepalanya, lalu ia langsung melambaikan tangan lagi untuk mengisi gelasnya yang sudah kosong, ia berkali-kali menghela nafas berat
" Kamu cinta dengan Reyhan?"
" Dia adalah cinta pertamaku bang, sebelum Bunda bersama papahnya mas Rey, aku sudah mencintainya, tepatnya bukan cinta pertamaku, tapi cinta bertepuk sebelah tangan, aku mencintainya dalam padangan pertama, mas Rey menjagaku seperti malaikat tak bersayap, saat itu usiaku masih 16 tahun, selama 1 tahun mas Rey menjagaku, tapi tidak di sangka mas Rey mengenalkan calon istrinya padaku, bahkan calon istrinya sedang hamil."
Najwa langsung meminum lagi gelas yang sudah di isi penuh oleh Bartender, rasanya sesak saat mengingat kehidupan di masa lalunya
" Lalu setelah itu?"
" Aku memutuskan untuk melupakannya bang, hingga akhirnya aku mengenal bajingan itu, aku pikir bajingan itu akan seperti mas Rey, yang akan bertanggung jawab atas kehamilanku, tapi ternyata salah, aku tidak seharusnya menilai laki-laki seperti mas Rey semua. Kalau Abang bilang aku cinta padanya? Jelas aku cinta bang, walaupun aku sudah bersama Alex, aku tidak pernah sekalipun benci dengan mas Rey, apa lagi selama 6 tahun di Ausi, mas Rey selalu saja memberikan perhatian kecil lewat pesan suara, lewat telpon."
" Lalu masalahnya di mana, Najwa? Bukan'kah ini yang kamu inginkan di ajak menikah dengan orang yang kamu cintai, harusnya kamu senang, dan Reyhan juga orang yang sudah menjaga Bundamu selama ini, bahkan saat Bundamu sakit, Reyhan yang menjagamu selama ini, walaupun aku tidak pernah bertemu dengannya, tapi aku sudah mendengar cerita dari Bundamu."
" Abang bilang senang? Bagaimana rasanya kalau Abang di ajak menikah oleh wanita yang belum Move on dari masa lalunya? Dan lebih brengseknya lagi, mas Rey mengajak aku menikah di rumahnya, bahkan di tembok dan di meja-meja penuh foto-fotonya bersama Renata."
Najwa langsung meminum lagi, hingga tiba-tiba saja air matanya mengalir lagi
" Biarpun aku tidak sempurna, tapi aku juga punya hati dan perasaan bang, mas Rey seperti sedang mengejekku, belum cukupkah di masa lalu mas Rey meninggalkan aku dan menikah dengan Renata. Walaupun aku tau saat itu mas Rey tidak memiliki hubungan apa-apa selain Kaka tiriku, tapi tetap saja aku merasakan sakit hati."
Andre akhirnya mengerti akar dari permasalahan Najwa dan Reyhan, ia hanya bisa menghela nafas berat, setelah mendengar cerita dari adik sepupunya
" Apa lagi dulu juga mas Rey bilang, kalau Bundaku adalah seorang pelakor, bang. Aku tidak ingin menerima penolakan karena di cap anak dari seorang pelakor, terlebih lagi Leo. Leo adalah anak di luar nikah. Keluarga Alex saja tidak bisa menerima anakku, apa lagi keluarga mas Rey, mereka adalah keluarga yang sangat terpandang
Najwa langsung menghabiskan minumannya. Kepala Najwa sudah mulai terasa berat, tapi setidaknya hatinya sudah sedikit lega setelah bicara dengan kaka sepupunya
" Tidak akan ada yang berani menyakiti kalian lagi. Baik keluarga Adipati, keluarga Reyhan, atau siapapun itu. Kamu pantas bahagia Najwa. Serahkan itu semua padaku, biar aku yang mengurus itu semua. Aku tidak ingin kamu terluka lagi, sudah cukup aku selama ini mendengarkan bundamu."
" Terimakasih, bang. Aku tau ko kalau Abang akan selalu ada buat aku, dan aku tau, sebelum bertindak Abang masih mau mendengarkan Bunda. Bang hatiku sakit kenapa mas Rey jahat?"
" Jangan terus berbicara Najwa. Ayo pulang! Siap-siap besok kalau kamu di semprot sama nasehat Bunda, karena kamu pulang dengan keadaan teler."
" Aku tidak mabuk bang!"
Najwa langsung berdiri dari kursinya, tapi tubuhnya hampir saja tersungkur kalau Andre tidak segera menangkap tubuhnya
" Ada gempa bang."
Andre hanya tertawa saat mendengar ucapan dari Najwa, sambil memapah tubuh Najwa yang berjalan pelan dan sempoyongan
Andre masih tidak bicara, ia langsung menggendong Najwa yang terus meracau tidak jelas. Andre sangat marah saat melihat adik sepupunya terluka. Sepertinya Andre sudah waktunya untuk turun tangan, ia tidak ingin Najwa terluka lagi. Tidak mungkin Andre membiarkan Najwa berjuang seorang diri. Meskipun Andre tau adik sepupunya pasti mampu melawan keluarga Adipati dan besannya, yang bukan hanya penghusa, tapi juga seorang Gubernur, tapi ia takut membuat Najwa terluka lagi. Sudah cukup 6 tahun Andre diam menuruti keinginan ibunya Najwa, tapi kali ini ia tidak akan tinggal diam, ia akan melindungi adik sepupunya dan anaknya. Setelah mengantar Najwa dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang, Andre langsung ngambil ponsel Najwa yang terus bergetar, lalu ia langsung mengangkat telpon dari Reyhan
" Tunggu aku di depan rumahmu!"
Setelah mengatakan itu, Andre langsung memutuskan sambungannya sepihak, walaupun Andre tidak pernah masuk ke dalam rumah Reyhan, tapi ia dulu pernah mengantarkan Rendi ke rumah Reyhan, jadi ia sudah tau di mana rumah Reyhan. Andre langsung menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi. Setelah sekitar 30 menit Andre sampai di rumah Reyhan. Andre turun dari mobil dengan amarah yang ia tahan. Di depan rumah sudah ada Reyhan yang menunggu
" Masuk saja dulu."
Reyhan tidak tau apa maksud kedatangan pria itu, wajahnya dingin, sorot mata yang tajam, walaupun wajahnya tidak asing, tapi membuat nyali Reyhan menciut. Andre langsung mengikuti Reyhan masuk ke dalam rumah. Baru saja sekitar 3 detik Andre langsung melayangkan tinjunya
Buk...
" Itu balasan karena sudah membuat adikku menangis!"
Reyhan meringis kesakitan sambil menatapnya terkejut. Andre langsung duduk di sofa dengan santai. Senyumnya tampak mengerikan saat matanya menyapu di setiap sudut ruangan
" Aku tidak peduli walaupun kamu adalah Kaka kandung Rendi, aku akan tetap menghancurkanmu kalau kamu sampai berani menyakiti adikku."
" Kamu siapa?"
" Andre Azaskia Kasna. Jika kau masih penasaran, bertanya saja pada adikmu."
" Kamu sebenarnya siapanya Najwa? Bukan'kah Bunda hanya memiliki satu anak, yaitu Najwa? Lalu kenapa telponku kamu yang angkat?"
" Najwa mabuk karena ulahmu, bodoh! Belum cukup dulu kamu meninggalkannya untuk menikahi Gadis lain, dan sekarang kamu datang ingin menyakitinya lagi. Jika kamu masih sayang dengan nyawamu lebih baik jauhi Najwa."
Reyhan langsung menelan ludahnya sendiri, bagaimana bisa adiknya itu memiliki teman seperti mafia, atau pria yang di hadapannya sama gilanya dengan adiknya
" Ini hanya salah paham, aku sama sekali tidak bermaksud membuat Najwa menangis. Aku benar-benar menyayangi mereka berdua."
Andre tertawa terkekeh, tangannya menunjuk foto-foto Reyhan bersama Renata
" Kamu mengajaknya menikah, tapi lihatlah! Seluruh penjuru rumahmu di penuhi fotomu bersama istrimu. Apa kamu pikir Najwa akan baik-baik saja? Kalau kamu belum siap untuk melepaskan masa lalumu, jangan pernah membawa-bawa adikku untuk ikut tersiksa karena keegoisanmu."
" Maaf, aku tidak berpikir sampai di situ."
Reyhan menyadari kebodohannya, ia masih belum menjelaskan tentang Renata pada Najwa, karena di hari itu, ia sudah menangis saat mengingat tentang masa lalu bersama Renata, hingga tidak mampu untuk menjelaskannya