Najwa

Najwa
BAB. 15 Mantan



Sudah 3 hari Najwa di Indonesia, sudah 3 hari juga Najwa menghindari Reyhan, setiap kali Reyhan datang kerumah, Najwa selalu saja pergi. Walaupun Najwa belum masuk kerja, karena ia ingin istirahat dulu, tapi tetap saja ia selalu saja ada alasan untuk tidak bertemu Reyhan. Najwa menghindari Reyhan karena takut rasa cintanya semakin besar, ia tidak tau lagi harus berbuat apa, agar bisa menghapus rasa cintanya untuk Reyhan. Sekarang Najwa sudah siap-siap bersama putranya, karena ia akan pergi ke moll bersama Andi. Tidak lama Andi datang, ia langsung turun dari mobil


" Sudah siap?"


" Sudah Om."


Andi langsung menggendong Leo, di ikuti oleh Najwa dari belakang mereka. Mereka sampai di mobil, lalu Andi langsung menjalankan mobilnya untuk pergi ke moll


" Najwa, berapa lama lagi kamu libur?"


" Tidak tau, lagian pemilik gedung pengadilan juga milikmu, jadi nanti dulu, aku juga tidak ingin buru-buru bekerja, aku ingin menghabiskan waktuku bersama Leo."


" Baiklah, tapi jangan lama-lama, kamu harus segera masuk, ingat, kamu menjadi seperti ini itu banyak perjuangan, jangan sampai karir yang kamu dapatkan menjadi sia-sia."


" Aku selalu ingat nasehatmu Andi."


" Baguslah."


Setelah sekitar 30 menit mereka sampai di moll. Mereka bertiga langsung turun dari mobil, lalu langsung memasuki moll tersebut. Andi langsung membelikan beberapa mainan untuk Leo, dan sesekali mereka sambil bercanda. Setelah 3 jam mereka belanja mainan Leo dan baju-baju, sekarang mereka memutuskan untuk pulang. Leo langsung berlari lebih dulu meninggalkan ibunya dan Andi


" Leo jangan lari-lari sayang, nanti jatuh."


Baru saja Najwa mengatakan itu, Leo sudah menabrak seseorang


Bruk...


" Aduh sakit."


Leo langsung berdiri, ia langsung menodongkak ke arah yang ia tabrak, ternyata ia menabrak seorang pria yang bertubuh kekar dan tinggi. Pria itu langsung berbicara kasar pada Leo


" Jalan itu pakai mata bodoh!"


Leo yang awalnya mau minta maaf karena sudah menabraknya, tapi ia bahkan langsung gemetar. Najwa dan Andi buru-buru menghampiri Leo


" Sudah mommy bilang, jangan lari-lari."


Najwa langsung menggendong putranya. Leo langsung memeluk ibunya sambil menangis, ia benar-benar takut dengan pria yang di hadapannya, apa lagi pria itu berbicara kasar padanya. Najwa langsung mengelus punggung Leo


" Sekarang Leo minta maaf pada Om itu, Leo tidak boleh cengeng."


Leo tidak peduli dengan ucapan ibunya, ia masih menenggelamkan kepalanya di dada ibunya, ia takut pada pria itu. Najwa yang melihat putranya ketakutan, akhirnya ia memutuskan untuk minta maaf. Najwa langsung melihat ke arah mereka, ternyata pria itu benar-benar menyeramkan, dan di temani oleh seorang Gadis yang tidak lain adalah Alena, mantan sahabatnya


" Maaf tuan, putra saya tidak sengaja menambrak tuan."


" Lain kali, jaga dia yang benar, biar tidak bikin rusuh! Benar-benar sangat mengganggu!"


" Iya tuan."


Alena yang dari tadi hanya diam dan terus memandangi wajah Najwa, akhirnya ia ingat kalau itu adalah mantan sahabatnya


" Kamu Najwa'kan? Najwa Putri Kasna?"


" Iya."


" Di-dia anakmu?"


Alena bertanya sambil terbata-bata, ia tidak menyangka Najwa bisa membesarkan anaknya seorang diri, bahkan sekarang Najwa jauh lebih cantik dari pada dulu. Najwa yang mendengar pertanyaan dari Alena, wajahnya langsung datar


" Iya."


" Tidak, tidak ada yang boleh menyentuhnya, apa lagi dari keluarga Adipati, saya tidak akan pernah sudi! Karena bagiku keluarga Adipati sama saja seperti sampah!"


Setelah itu, Najwa dan Andi langsung pergi dari situ. Sementara Alena masih diam mematung di tempat, ia tidak pernah menyangka bahwa Najwa akan mengatakan keluarganya tidak lebih dari sampah, ia tau semua ini adalah salah orang tuanya yang melarang Alex untuk bertanggung jawab, hingga tidak ada lagi ruang untuk masuk ke dalam hati mantan sahabatnya. Alena hingga sekarang ia tidak pernah membenci Najwa, walaupun Najwa sangat membencinya, ia hanya menyalahkan orang tuanya yang tidak memiliki hati nurani. Setelah sudah jauh dari mereka, Leo langsung menghentikan tangisannya, lalu ia langsung bertanya tentang orang tadi


" Mommy kenal dengan wanita tadi?"


" Mungkin saja sayang, tapi mommy sudah tidak ingat lagi siapa dia."


" Tapi dia tau nama mommy?"


" Iya, apa Leo lupa kalau nama mommy sudah banyak di berita? Jadi Leo tidak boleh sembarang berbicara dengan orang yang mengaku kenal dengan mommy, kalau Leo di culik gimana?"


" Iya mommy, Leo akan ingat nasehat mommy."


" Anak mommy memang sangat pintar."


" Andi, bisa jaga Leo sebentar? Aku ingin mencari toilet dulu."


" Iya."


Andi langsung meletakkan barang-barang yang ia pegang, lalu langsung menggendong Leo


" Leo sama om dulu, mommy, harus ke toilet dulu."


" Iya mommy."


Najwa langsung mencari toilet, sementara Andi, ia menunggu di situ, sambil melihat Najwa yang mulai menjauh, ia tau Najwa belum bisa menerima pertemuannya dengan mantan sahabatnya tadi, ia bisa melihat wajah Najwa yang di penuhi dengan emosi. Najwa langsung masuk ke dalam kamar mandi, ia langsung mencuci muka untuk menghilangkan amarahnya, apa lagi pikiran ia masih di penuhi rasa benci dan dendam


" Kenapa begitu cepat bertemu dengan keluarga sialan itu." batin Najwa


Setelah itu Najwa langsung keluar dari kamar mandi, sambil melihat ke arah ponsel, ia melihat pesan dari Reyhan, lalu ia tidak sengaja menabrak seseorang


Bruk...


Najwa langsung minta maaf, tanpa melihat wajah orang yang ia tabrak


" Maaf, tidak sengaja."


Setelah itu ia langsung melanjutkan langkah kakinya. Alex langsung mengenali suara tersebut, ia langsung memegang pergelangan tangan Najwa yang akan melewatinya


" Najwa."


Najwa langsung melihat ke arah pria itu, setelah melihat pria itu, ia langsung menghempaskan tangan Alex yang memegang pergelangan tangannya


" Najwa, apa kabar? Dan di mana anak kita sekarang?"


Jantung Najwa berdetak lebih cepat, apa lagi setelah mendengar pertanyaan dari Alex, menerut Najwa hari ini ia benar-benar sial, dari ia bertemu dengan Alena, dan sekarang bertemu dengan Alex, tapi Najwa mencoba bersikap biasa saja, apa lagi sekarang di tempat umum


" Maaf tuan, saya sama sekali tidak mengenal Anda."


" Najwa, berhenti berpura-pura tidak mengenalku, dan sekarang di mana anak kita?"


Najwa yang mendengar pertanyaan dari Alex lagi, ia langsung tertawa terbahak-bahak, menurut Najwa pertanyaan itu benar-benar sangat konyol, dan seolah-olah seperti tidak terjadi apa-apa, jelas-jelas dulu Alex menyuruh untuk menggurkannya, dan sekarang menanyakan anaknya, dan yang paling Najwa tidak suka bukan hanya itu, Alex juga mengatakan kalau janin yang ada dalam kandungannya adalah bukan hasil Alex, tapi hasil dari pria lain, mungkin itu cukup bagus untuk Najwa berpura-pura Kalau Leo bukan anak kandung Alex


" Maaf tuan Alex, sepertinya Anda juga sudah tau tentang Leo, saya tau anda menyuruh anak buah Anda untuk mencari keberadaan saya di Ausi, kenapa? Apa anda takut saya mengakui kalau Leo adalah putra Anda?"


Jantung Alex berdetak lebih kencang, setelah Najwa tau tentang anak buahnya, sebenarnya ia mengirim mata-mata hanya ingin menjaga Najwa dan anaknya