
Semenjak gugatan cerai seorang model papan atas yang bernama Shireen Aurora di layangkan ke pengadilan agama, seluruh media gempar. Berita tentang perselingkuhan Raka Wiliam dan Alena Adipati, menjadi berita paling panas selama 1 Minggu ini. Tidak hanya statusnya sebagai suami dari Shireen Aurora, tapi Raka Wiliam adalah seorang pengusaha kontraktor yang cukup sukses, bahkan baru-baru ini Raka Wiliam memenangkan tender pembangunan real estate, di tambah lagi semua orang juga tau kalau Alena Adipati adalah putri kolongmerat Hasan Adipati, dan adik kandung dari pengusaha Alex Adipati. Jadi berita ini langsung mencuat dan menjadi trending topik paling di cari. Semua kolom komentar berita online, tentang pasangan itu, penuh hujatan netizen pada Alena Adipati, wanita yang bertanggung jawab atas hancurnya rumah tangga pasangan itu. Entah sudah berapa kali Najwa menghela nafas berat. Matanya masih menatap televisi di ruangannya, saat melihat wajahnya terus muncul, saat mendampingi Shireen dalam jumpa pers kemarin. Berita video dan foto-foto bukti perselingkuhan terus di tayangkan oleh media, itu memang sengaja Najwa bocorkan, untuk menyerang dan memojokkan mental lawannya. Najwa yakin mereka untuk sekedar keluar rumah saja tidak akan berani. Andi langsung masuk ke dalam ruangan Najwa
" Bagaimana Najwa? Sebentar lagi mereka akan jadi bulan-bulanan netizen. Apa bukti yang di layangkan pada mereka cukup? Apa yakin mereka tidak akan macam-macam?"
" Andi, kamu sendiri yang menyuruh aku untuk menangani kasus ini, dan kamu sendiri yang bertanya, sekarang sudah di tengah jalan, tidak mungkin aku mundur, apa lagi sekarang wajahku juga sudah masuk ke media."
Najwa langsung menghela nafas panjang, sebelum melanjutkan pembicaraannya, ia memang tidak ingin untuk memunculkan wajahnya pada media, tapi tidak ada cara lain, karena Shireen meminta untuk mendampinginya
" Kamu tenang saja Andi, aku masih memiliki bukti untuk membungkam mulut mereka, dan pasti akan memenangkan kasus ini."
" Baiklah, aku percaya padamu Najwa, kamu pasti bisa melakukan yang terbaik."
" Andi, setelah kasus ini selesai, tolong jangan pekerjanku di kurangi, aku selalu pulang malam, Leo menjadi uring-uringan, dan pagi hari Leo selalu cemberut, aku tidak ingin membuat Leo sendih, bagaimana pun juga hidupku hanya untuk Leo."
" Aku tau Najwa, kamu semakin di kenal banyak orang oleh kasus ini, bahkan wajahmu juga sudah ada di media, membuat orang tidak memuji kecerdasan dan usia mudamu saja, tapi kecantikanmu, yang jelas banyak orang ingin kamu menjadi pengacara mereka."
" Aku tau Andi, terimakasih sudah mau mengerti keadaanku, aku tidak tau lagi harus berbicara apa, selain mengucapkan terimakasih."
" Berhenti bilang terimakasih Najwa, aku paling tidak suka setiap kali kamu bilang terimakasih."
" Maaf."
Najwa langsung menundukkan kepalanya, ia bingung mau bicara apa lagi, setiap kali sahabatnya selalu mengerti kondisinya. Andi langsung berdiri, lalu ia langsung memeluk Najwa masih dengan posisi duduk
" Berhenti bilang terimakasih, berhenti bilang maaf, aku sangat senang saat melihatmu ceriah."
Najwa juga membalas pelukan itu, ia hanya menjawab dengan anggukan kepala, lagi-lagi Andi selalu mengerti tentang suasana hatinya. Najwa juga tidak pernah tau jika hidup tanpa Andi. Andi selalu berdiri di sampingnya, apapun keadaannya Andi tidak pernah meninggalkannya, membuat Najwa sangat beruntung memiliki sahabat seperti Andi. Setelah itu Andi langsung melepaskan pelukannya, ia langsung duduk lagi di samping Najwa
" Najwa, kamu masih belum mengijinkan Leo di sekolah umum? Kasihan Leo tidak memiliki teman, pasti sangat kesepian."
" Untuk sementara biar tetap home schooling dulu, nanti aku tanya Mbak Shireen, agar Leo sekolah dengan Angga, karena mereka sudah berteman."
Tiba-tiba ada suara ketukan pintu
Tok-tok
Najwa yang mendengar suara ketukan pintu, ia langsung menyuruhnya untuk masuk
" Masuk.
Diana langsung masuk ke dalam
" Mbak, di luar ada nyonya Sella Adipati."
" Iya."
Diana langsung keluar lagi. Andi langsung menatap Najwa dengan tatapan kuatir
" Najwa, apa kamu mau keluar untuk menemuinya?"
" Apa kamu tidak takut? Kalau kamu mau keluar, aku akan menemuimu."
" Tidak perlu, aku sama sekali tidak takut dengannya, dan dia kesini hanya akan membuka aib baru tentang keluarga Adipati, Cctv di ruang tamu aktif'kan?"
" Iya aktif, apa yang akan kamu lakukan Najwa?"
" Aku hanya ingin bermain-main sedikit denganya, sudah aku bilang, kalau dia datang hanya akan membuka aib yang baru, jadi lihat saja besok, berita apa lagi yang akan keluar dari keluarga Adipati."
Najwa langsung tersenyum sinis, setelah mengatakan itu, sementara Andi, ia masih belum mengerti maksud dari Najwa
" Andi, kamu di sini saja, aku akan menemuinya."
" Baiklah Najwa, tapi kamu harus hati-hati, dan pastikan dia tidak akan main tangan."
" Aku tidak bisa menjamin itu Andi, yang jelas aku akan baik-baik saja."
Najwa tau Andi sangat kuatir padanya. Najwa langsung mengambil ponselnya, lalu langsung menyalakan untuk merekam percakapannya nanti, setelah itu ia langsung keluar untuk menemuinya. Najwa langsung tersenyum, saat melihat wanita setengah baya sedang duduk di sofa ruang tamu, akhirnya ia bisa membalas dendam atas hinaan 6 tahun yang lalu, walaupun melalui embel-embel sebagai pengacara dari Shireen Aurora
" Selamat siang nyonya Adipati, apa ada yang perlu saya bantu?"
Najwa langsung duduk di sofa, bersebrangan dengan sella
" Tidak perlu basa-basi, apa mau kamu? Kamu sengaja ingin menjatuhkan keluarga Adipati?"
Najwa langsung tersenyum, ia sangat puas melihat wajah merah padam wanita yang dulu menghinanya, bahkan bukan hanya menghinanya, tapi menghina ibunya juga
" Maksud Nyonya apa? Saya hanya menjalankan tugas sebagai pengacara Shireen Aurora, lalu letak kesalahan saya di mana? Hahaha... Nyonya lucu sekali. Putri Anda yang menjadi pelakor, kenapa saya yang di labrak?"
" Tutup mulutmu, kamu tidak pantas mengatakan putriku pelakor! Dasar wanita murahan!"
" Bukti sudah di depan mata, jangan pura-pura jadi korban di sini. Anda juga seorang wanita dan seorang ibu, apa Anda tidak kasihan melihat Mbak Shireen dan anaknya menderita?"
Sella langsung menatap sinis, bahkan giginya bergemelutuk karena menahan amarah
" Berhenti ikut campur tentang urusan putriku, atau kamu akan menyesal!"
" Anda sedang mengancam saya? Sayangnya saya tidak takut dengan ancaman anda, Ingat, saya bukan Najwa yang dulu."
" Saya tau, kamu hanya mencari kesempatan untuk balas dendam atas sakit hatimu dulu, tapi Alena tidak salah apa-apa, kenapa kamu tega menghancurkan masa depan Alena?"
" Saya sama sekali tidak menghancurkan masa depan siapapun nyonya. Bagaimana kalau Anda yang ada di posisi Shireen Aurora sekarang? Apa anda akan bilang wanita perusak rumah tangga Anda tidak bersalah apa-apa? Sangat murah hati sekali Anda, hingga mau berbagi suami dengan wanita lain."
Sella langsung terdiam, ia tidak mampu menjawab, ia tidak menyangka kalau Gadis yang dulu pendiam, tapi sekarang bisa melawannya
" Anda bilang saya yang menghancurkan masa depan Alena? Bukan'kah Alena sendiri yang suka rela merangkak ke atas ranjang laki-laki sudah beristri? Jadi jangan menyalahkan saya, sudah saya bilang, saya hanya seorang pengacara dari Shireen Aurora."