Najwa

Najwa
BAB. 30 Ancaman Alex



Najwa hanya tersenyum sinis sambil mengangguk paham, mungkin Alex sudah lelah dengan drama pura-pura sedih dengan mengemis-ngemis dengan kata cinta, dan sekarang Alex sudah menunjukkan sifat aslinya, yang mengatakan akan merebut Leo


" Kalau begitu ayo kita buktikan! Aku tidak takut, aku hanya akan kehilangan Leo, tapi Adipati tidak sama, kalian akan kehilangan semuanya. Apa kalian siap untuk kehilangan semuanya?! Anak perempuannya menjadi pelakor dan hamil di luar nikah, ibunya melakukan pemukulan pada pengacara, dan sekarang kebejatan anak laki-lakinya di masa lalu akan di buka di publik. Bukan'kah keluarga Adipati semuanya busuk, bahkan kalian mencoba merebut anak yang ingin kalian bunuh saat masih di dalam kandungan."


Alena langsung mendekati Najwa


" Najwa, kita bicara baik-baik, bang Alex tidak ada maksud untuk merebut Leo darimu."


Najwa menatap alena yang sudah ketakutan dengan Kemarahan Najwa, sedangkan Alex masih duduk terpaku


" Tidak ada yang perlu di bicarakan, semuanya sudah jelas.


Najwa menghela nafas kasar, emosinya semakin meluap-luap, ia tidak pernah menyangka dengan ucapan Alex, tatapan Najwa semakin menajam menatap Alex, seandainya ia tidak takut masuk penjara, rasanya ia sudah ingin membunuh Alex dengan tangannya sendiri


" Lakukan saja rencana yang ada di dalam pikiranmu itu, jangan panggil aku Najwa kalau aku tidak bisa menghancurkan keluarga Adipati. Ingat itu!"


Kini tatapan Najwa langsung beralih pada Alien


" Dan kamu Alena, kalau aku ingin mencabut tuntutanku pada ibumu boleh saja. Suruh ibumu datang ke rumahku untuk minta maaf pada Bunda, kamu juga tau bagaimana ibumu menginjak-injak harga diriku dan harga diri Bunda, tapi jika ibumu tidak ingin datang ke rumahku, jangan pernah berharap untuk mencabut tuntutanku."


Setelah mengatakan itu Najwa langsung pergi dari tempat itu. Alex dan Alena terus saja mengikuti Najwa. Alex mengikuti Najwa sambil berbicara


" Tunggu Najwa, aku belum selesai bicara padamu."


Najwa terus saja berjalan ke arah parkiran, tapi Alex langsung memegang pergelangan tangan Najwa


" Tunggu sebentar Najwa, aku belum selesai bicara."


Najwa langsung menghempaskan tangan Alex sambil menghela nafas kasar


" Bicara apa lagi? Kamu mau mengatakan bagaimana caranya kamu akan mengambil Leo dariku? Simpan saja rencanamu itu, aku akan menunggu drama apa yang akan kalian buat."


" Bukan begitu Najwa."


" Sudah aku katakan berhenti mengusik hidupku, aku benar-benar lelah berurusan dengan keluarga kalian!"


" Aku hanya ingin memohon, tolong berikan aku kesempatan kedua, ijinkan aku memperbaiki semuanya."


" Apa kamu gila? Tadi kamu sudah mengemis-ngemis dengan kata-kata cinta, dan tadi juga kamu sudah mengancamku. Apa pekerjanmu hanya untuk mengusik hidupku?"


" Aku hanya ingin di berikan kesempatan kedua."


" Kesempatan yang mana lagi? Kesempatan ingin membunuhku dengan mengambil Leo dari hidupku?"


" Najwa.."


" Cukup Alex! Apa kamu tidak bisa untuk berhenti menggangguku? Apa kamu senang selalu mengusikku? Apa kamu belum cukup mengawasi selama 6 tahun di Ausi? Bahkan seolah-olah aku ini wanita berbahaya, kamu terus mengawasku, dan sekarang orang-orangmu tidak mengawasiku lagi, tapi kamu datang untuk mengusikku. Alex, aku lelah terus berurusan dengan keluargamu. Tolong akhiri ini semua, tolong biarkan hidupku bebas."


Mata Najwa mulai berkaca-kaca, jujur saja ia sudah benar-benar lelah dengan kejadian malam ini. Tidak seharusnya Najwa datang untuk menemui Alena, hingga membuat emosinya meluap-luap


" Memang kalian semua benar-benar gila!"


" Najwa, tolong beri Abang kesempatan."


Alena yang dari tadi diam, akhirnya membuka suara


" Lucu sekali, setelah membuat drama mengemis, lalu mengancam, dan sekarang mengemis lagi. Denger baik-baik, aku tidak akan pernah memberikan kesempatan pada laki-laki yang ingin membunuh anakku."


Mata Najwa yang awalnya sudah mulai berkaca-kaca, tapi sekarang ia sudah memasang mata tajam seperti mata elang


" Najwa, apa terlalu sulit untuk kamu memberikan kesempatan padaku? Mari kita menikah, kita akhiri permasalahan ini, atau berikan Leo padaku. Kamu bisa memiliki anak bersama Reyhan."


Najwa yang mendengar ucapan Alex, tangannya sudah mengepal, kalau saja sekarang tidak di luar, ia sudah ingin sekali menampar Alex sekali lagi


" Terbuat dari apa hatimu Alex? Kamu tidak malu datang untuk mengajak aku menikah, ingat istrimu di rumah, aku memang wanita murahan, tapi aku tidak semurahan adikmu, dan jangan pernah berharap bisa merebut Leo dariku, walaupun nyawaku menjadi taruhannya, aku akan tetap mempertahankannya. Aku mati-matian membesarkan Leo, tapi kamu memintanya, kamu memang brengsek! Bukan'kah kamu juga bisa memiliki anak bersama istrimu itu, kenapa harus mengambil Leo? Alex, bukan'kah kamu sudah ingin membunuhnya, apa kamu tidak malu datang kembali untuk memintanya?"


" Sudah aku katakan, aku akan menceraikan istriku. Najwa, dengan cara apa agar kamu mengerti dengan ucapanku?"


" Harusnya aku yang bertanya seperti itu! Sialan sekali kamu mengatakan dengan cara apa agar aku mengerti. Alex, aku sudah tidak membutuhkanmu lagi, hidupku sudah jauh lebih baik."


" Lebih baik bagaimana Najwa? Lebih baik dengan cara kamu menjadi selingkuhan Reyhan? Dan harus kamu ingat Najwa, kamu sendiri yang bilang kalau kamu adalah selingkuh Reyhan, itu artinya kamu juga tidak jauh beda dengan adikku, dan mungkin dramanya akan lebih seru di publik. Jika seorang pengacara yang tau hukum, tapi diam-diam memiliki hubungan dengan laki-laki yang sudah beristri, dan lebih parahnya lagi laki-laki itu adalah Kaka tirinya sendiri. Najwa, menikahlah denganku, aku tidak akan pernah memberitahukan perselingkuhanmu bersama Reyhan. jika kamu menolak, aku akan membongkar hubunganmu bersama Reyhan."


Alex langsung tersenyum menyeringai pada Najwa, ia memang belum pernah mendengar Reyhan bercerai, bahkan pernikahan Reyhan saja ia dengar dari Najwa saat mereka belum memiliki hubungan, dan Najwa juga pernah bilang saat di mol kalau Najwa menjadi wanita simpanan Reyhan. Najwa juga ikut tersenyum menyeringai, akhirnya ia mengerti kenapa Alex mengancamnya akan mengambil Leo dari tangannya


" Oh jadi ini rencanamu untuk mengambil Leo dariku, dengan membuka perselingkuhanku bersama Reyhan di publik? Silahkan saja kamu buka aibku."


" Apa kamu tidak takut di labrak istrinya?"


" Tidak, bukan'kah lebih bagus kalau kamu membuka aibku, setidaknya istrinya akan mundur, dan Reyhan bisa bersamaku, aku memang sudah menantikan ini sejak lama."


Najwa hanya mengikuti permainan pembicaraan Alex, walaupun Najwa tau istrinya Reyhan sudah meninggal, setidaknya ia tau rencana Alex yang akan mengambil Leo darinya


" Jangan senang dulu, keluarga Reyhan pasti tidak akan tinggal diam untuk menghancurkan hidupmu."


" Aku tidak peduli, apa lagi Reyhan juga memakai marga Nugraha, bukan Sanjaya, jadi tidak ada urusannya dengan keluarga Sanjaya."


Alex hanya menghela nafas berat, ternyata ancamannya tidak berguna apa-apa, bahkan Najwa pasti senang kalau perselingkuhannya dengan Reyhan di buka di publik


" Ternyata Najwa masih tetap sama, masih tergila-gila dengan Reyhan." batin Alex


Najwa langsung pergi dari situ masih di ikuti dengan Alex


" Najwa."


Najwa langsung lari ke arah parkiran, ia langsung masuk ke dalam mobil, lalu pergi dari situ