Najwa

Najwa
BAB. 49 Mabuk



Najwa dan Andi sampai di bar yang di maksud Shireen. Mereka sudah berdiri di depan pintu masuk bar itu


" Najwa, apa benar tidak apa-apa kita kesini? Walaupun di suruh Shireen kemari, tapi aku ragu, kalau tidak kita hubungi Shireen saja untuk keluar dari bar."


" Tidak perlu, kita masuk saja, kamu tidak perlu cemas, aku sudah terbiasa saat di Ausi."


Najwa langsung melangkah masuk tanpa ragu, di ikuti oleh Andi dengan langkah kaki yang ragu-ragu. Suara musik langsung terdengar keras, tapi Najwa tetap menikmatinya, mungkin ini adalah tempat yang tepat untuk pelarian


" Najwa, Shireen sebelah sana."


Najwa mengikuti Andi menuju tempat duduk Shireen dan teman-temannya. Shireen langsung tersenyum ramah pada Najwa dan Andi


" Akhirnya kamu datang juga. Aku bingung mencarimu kemana setelah telponmu tidak aktif."


" Kenapa mbak bisa tau kalau aku sedang bersama Andi?"


" Jelas aku tau, Andi sama kamu itu seperti terkena permen karet, sangat lengket."


Najwa mengangguk sambil tersenyum


" Selamat membuka lembaran baru mbak. Semoga cepat mendapatkan orang yang tetap untuk mbak."


" Terima kasih. Terima kasih untuk segalanya Najwa. Aku tidak salah memilihmu untuk menjadi pengacaraku, aku tau kamu pasti sangat sulit untuk menyusun rencana itu, karena aku tau Raka tidak akan mudah melepaskan Angga."


" Itu sudah menjadi tugasku sebagai pengacara mbak."


" Kenalkan Najwa, ini teman-temanku."


Teman-teman Shireen tersenyum ramah, mereka bergantian berkenalan dengan Najwa dan Andi, lalu mereka pun langsung mengobrol, minum dan tertawa. Semakin malam suasana di bar semakin padat pengunjung, bau alkohol dan asap rokok masuk ke dalam indra penciuman Najwa, tapi ia tidak peduli, ia sudah terbiasa saat di Ausi. Andi mencoba untuk menakuti Najwa, karena Najwa sudah minum terlalu banyak.


" Jangan minum terlalu banyak, Najwa, kalau sampai kamu mabuk, aku bisa-bisa khilaf."


" Lakukan saja kalau kamu mau, apa lagi hari ini aku sedang ulang tahun, jadi anggap saja kado sepesial darimu."


Walaupun Najwa sudah mabuk, tapi ia masih ingat siapa yang bicara padanya, dan tidak mungkin Andi akan melakukan hal gila. Andi langsung menggeleng sambil menghela nafas berat


" Jadi kamu hari ini ulang tahun Najwa? Kenapa datang kesini, bukan'kah harusnya kamu merayakan hari ulang tahunmu bersama pacarmu itu?"


Mata Shireen langsung menatap Najwa bingung, bukan'kah harusnya Najwa merayakannya bersama Reyhan, tapi Najwa memilih pergi ke bar. Najwa langsung memeluk lengan Shireen


" Mana ada laki-laki yang mau sama aku mbak, kalau pun ada, meraka hanya laki-laki bodoh, bisa menerima wanita cacat sepertiku."


Shireen mengerti, ia yakin kalau Najwa sedang ada masalah dengan Reyhan, ia pun akhirnya mengalihkan pembicaraan, ia tidak ingin pikiran Najwa semakin kacau


" Pengacara cantik kita sedang ulang tahun. Selamat ulang tahun Najwa."


Najwa hanya tertawa, saat mereka serempak mengucapkan selamat ulang tahun sambil mengangkat gelasnya. Kepala Najwa mulai pening, tapi ia merasa tidak memiliki beban apa-apa sekarang


" Ayo kita turun Andi."


" Najwa, jangan aneh-aneh."


" Aku hanya mau mencari keringat sebentar Andi, tolong jangan tahan aku, untuk kali ini saja, masalahku terlalu berat, aku butuh hiburan sesaat."


Andi hanya bisa mengangguk pasrah


" Mbak Shireen ayo kita turun."


" Ayo."


" Najwa, maaf, aku sepertinya sekarang sudah gagal untuk menjagamu kali ini." batin Andi


Selama ini Andi bisa menjaganya, tapi kali ini, ia tidak bisa menjaga Najwa. Reyhan datang, ia langsung menepuk punggung Andi


" Najwa mana?"


Andi tidak berbicara, ia langsung menujuk ke arah Najwa. Reyhan melihat arah yang di maksud Andi, ia langsung menghela nafas berat, hatinya sangat sakit, saat wanita yang ia cintai mabuk


" Pulang saja, aku yang akan mengantarkan Najwa."


" Baiklah, kalau begitu aku titip Najwa, bang."


Reyhan langsung menganguk. Andi langsung pergi dari bar, bagaimana pun juga ia sangat percaya pada Reyhan, jadi ia membiarkan Reyhan untuk mengantar Najwa. Reyhan langsung berjalan ke arah Najwa, ia langsung memeluk pinggang Najwa


" Akhirnya aku mendapatkanmu."


Najwa sangat terkejut, saat ada laki-laki yang memeluknya dari belakang, suara yang tidak asing di telinganya, aroma mint di nafasnya masuk ke dalam indra penciumannya


" Bagaimana bisa mas Rey ada di sini? Terserah, dia bukan siapa-siapa lagi bagiku" batin Najwa


Reyhan membalikkan tubuh Najwa, saat Najwa masih menggoyangkan badannya dan masih mengangkat tinggi tangannya. Reyhan langsung merangkul pinggang Najwa


" Sejak kapan kamu menjadi sangat liar?"


Najwa langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Reyhan


" Bukan'kah kamu sudah tau, kalau aku lebih liar dari ini, jadi menjauhlah dariku."


Reyhan langsung menggeleng. Najwa langsung menggoyangkan badannya dengan erotis, karena pengaruh alkohol, membuat ia tidak peduli dengan apapun. Reyhan langsung menarik tangan Najwa dari grobolan orang-orang yang bergoyang


" Apa yang kamu lakukan brengsek?!"


" Ayo kita pulang,, dan jangan pernah lakukan ini lagi!"


Reyhan langsung mengangkat tubuh Najwa, karena Najwa ingin melepaskan tangan Reyhan yang menariknya


" Sialan! Kamu Reyhan. Dasar brengsek!."


Najwa bukan hanya mengumat, tapi juga memukul, menampar, dan menjambak rambut Reyhan, sedangkan Reyhan hanya diam membisu, membiarkan Najwa melampiaskan kemarahannya. Setelah mendudukkan Najwa ke kursi penumpang, Reyhan langsung menghela nafas kasar


" Aku minta maaf, kamu boleh memaki dan memukulku, tapi jangan coba-coba untuk lari dariku. Sampai ke ujung dunia pun, aku tetap akan mengejarmu."


Reyhan langsung mengelap wajah Najwa memakai tisu, lalu ia langsung mencium kening Najwa sesaat. Hati Reyhan merasa sakit saat melihat Najwa mabuk olehnya


" Jangan pernah lakukan ini lagi, maafkan aku, lagi-lagi aku harus membuatmu terjun ke dunia malam."


" Happy Birthday calon istri."


Reyhan langsung memegang tengkuk Najwa, lalu menciumnya dalam. Karena pengaruh alkohol, Najwa pun membalas ciuman itu dengan sangat ganas, ia lupa kalau laki-laki yang telah menciumnya itu adalah laki-laki yang membuatnya terjun ke dunia malam lagi, walaupun atas ajakan Shireen, tapi tetap saja hatinya mengatakan kalau ia ingin melupakan masalahnya dengan Reyhan sesaat, setidaknya memberikan waktu untuk hatinya istirahat. Tapi tiba-tiba Najwa langsung menghentikan ciumannya karena mual, ia langsung muntah, bukan hanya bajunya sendiri yang terdapat muntahan, tapi juga baju Reyhan. Reyhan tersenyum pada Najwa


" Apa sudah lebih baik?"


" Belum. aku akan lebih baik setelah melihatmu mati, dari pada melihatmu terus hidup dan menggangguku. Dasar brengsek!"


Setelah mengatakan itu, Najwa langsung tidak sadarkan diri karena pengaruh alkohol. Reyhan langsung melajukan mobilnya