
Andre langsung berdiri, ia sudah cukup untuk berbicara dengan pria yang sudah membuat adik sepupunya mabuk
" Bukan hanya kamu yang punya luka di masa lalu, tapi Najwa juga butuh 6 tahun untuk bisa sembuh dari sakit hatinya. Jauhi mereka! Kamu tidak pantas mendapatkan hati sebaik Najwa!"
Setelah itu Andre langsung buru-buru pergi
" Andre!"
Reyhan buru-buru memanggil Andre saat Andre buru-buru keluar
" Tolong! Aku benar-benar menyayangi Najwa dan Leo, jangan memintaku untuk melupakan mereka, aku tidak ingin melepaskan Najwa lagi."
" Apa mau kamu?! Kamu hanya memiliki dua pilihan, melepaskan masa lalumu atau jauhi mereka."
" Untuk masalah hati, dari Dalu hingga sekarang, aku hanya mencintai Najwa. Renata adalah adikku, rumah ini adalah rumahku yang aku bangun untuk Renata."
" Kamu mencoba untuk menipuku? Nama adik perempuanmu adalah Almira. Walaupun aku belum pernah melihat anak perempuan dari keluarga Nugraha, tapi semua kalangan bisnis juga sudah mengetahui namanya, dan dari keluarga ayah tirimu tidak memiliki anak perempuan, dia hanya memiliki anak laki-laki bernama Alvin Sanjaya."
" Aku tidak mencoba untuk menipumu, nama adikku adalah Renata Almira Nugraha, kalau tidak percaya, duduklah dulu, aku akan memberikan data adikku."
Andre hanya mengangguk, ia langsung duduk lagi. Reyhan langsung mengambil map berwarna coklat di laci, lalu langsung memberikannya pada Andre
" Ini, kamu bisa lihat sendiri."
Andre langsung mengambil map itu, ia langsung membuka dan langsung membacanya, ternyata benar, Renata adalah adik Reyhan, lalu ia langsung meletakkan map itu di meja
" Kenapa kamu dulu pergi meninggalkan Najwa?"
" Ada beberapa hal yang membuat aku meninggalkan Najwa."
" Apa kamu tau dulu Najwa mencintaimu?"
" Aku tau, untuk itu aku memilih melepaskan Najwa. Alasan pertamaku karena papahku menikah dengan Bunda Najwa. Alasan keduaku, kamu juga pasti pernah mendengar kalau Renata sakit?"
" Iya, aku pernah mendengarnya kalau adikmu meninggal karena memiliki penyakit kanker, saat itu Rendi memberi tahuku."
" Iya, hidup Renata saat itu di ponis hanya terisa 6 bulan, aku harus pergi ke Perancis untuk melanjutkan Bisnisku, dan sekaligus untuk merawat adikku di sana. Aku tidak tau kapan bisa kembali untuk menemui Najwa lagi, untuk itu aku melepaskan Najwa, aku tidak ingin belajar Najwa terganggu karena kepergianku, setidaknya dengan aku melepasnya, Najwa tidak akan memikirkanku lagi."
" Lalu kenapa kamu dulu mengatakan Bundanya Najwa seorang pelakor?"
" Aku hanya ingin Najwa membenciku dengan ucapanku, lalu melupakanku, hanya itu yang aku inginkan. Andre, aku mohon, tolong jangan memintaku untuk menjauhi Najwa, aku sama sekali tidak pernah jatuh cinta selain Najwa. Kasih aku kesempatan untuk bersamanya."
" Lalu bagaimana dengan keluargamu? Kamu tau sendiri status Leo? Jangan coba-coba kamu mengajak Najwa untuk menikah diam-diam. Aku tidak ingin Najwa sakit hati, walaupun aku tau kamu orang yang sangat mapan, harta milik peninggalan Papahmu masih cukup, tapi tetap saja aku tidak ingin Najwa di anggap wanita murahan."
Sejujurnya Reyhan juga tidak yakin kalau mereka akan setuju dengan pilihannya, terlebih lagi sekarang ibunya menikah dengan Bagas Sanjaya
" Aku mengerti, aku akan berusaha untuk menyakinkan keluargaku."
Andre mengangguk, tatapan matanya berkilat tajam, seakan sedang mencari kejujuran di mata Reyhan. Satu hal yang baru Reyhan sadari, pria di hadapannya sangat berbahaya. Entah apa yang akan di lakukan kalau Reyhan gagal menyakinkan keluarganya
" Jangan dekati Najwa sebelum kamu siap menceritakan tentang siapa Renata padanya dan satu lagi, kamu harus mendapatkan restu dari orang tuamu. Aku tidak akan melepaskan kekuargamu, jika mereka sampai menyakiti Najwa dan Leo, camkan itu."
Setelah mengatakan itu Andre langsung pergi sebelum Reyhan membuka suara lagi. Reyhan juga sekarang tidak menahan Andre lagi, karena sekarang permasalahan Renata pada Andre sudah selsai. Reyhan langsung melihat foto-foto Renata di seluruh ruangan
" Renata, maafkan Abang. Abang benar-benar pengecut, Abang masih saja belum bisa menepati janjimu untuk menyampaikan maafmu pada Najwa. Sekali lagi Abang minta maaf."
...****************...
Pagi hari di kediaman Najwa
" Najwa."
Najwa menoleh ke arah samping, mendapati ibunya sedang menggeser kursi di sampingnya sambil dengan mata berkaca-kaca saat melihat luka lembam di sudut bibir Najwa yang kini tampak memburu
" Sakit?"
Najwa hanya menggelengkan kepalanya. Tangan Annisa langsung mengusap pelan di luka anak semata wayangnya
" Kamu tidak ingin menuntunnya? Dia sudah keterlaluan, bagaimana bisa orang terhormat seperti mereka bertindak sekasar ini?"
" Tentu saja aku akan menuntutnya, kali ini aku tidak akan membiarkan mereka bertindak seenaknya."
Najwa langsung memegang tangan ibunya, ia tau ibunya pasti sedih, saat melihat rekaman video kemarin sudah beredar luas
" Aku akan membuat wanita itu datang untuk minta maaf pada Bunda. 6 tahun yang lalu dia sudah menginjak-injak harga diri Bunda, sekarang sudah waktunya untuk membayar semuanya."
" Najwa, kamu masih dendam dengan mereka?"
" Semalam Alex datang lagi Bun."
" Mau apa lagi?"
" Alex ingin bertemu dengan Leo. Seperti tidak punya dosa saja, Alex bilang Leo anaknya."
Annisa mulai resah, matanya menatap ke arah piano, di mana biasanya cucu kesayangannya terlihat bahagia sambil bermain piano
" Bagaimana kalau mereka bermaksud untuk merebut Leo dari kita? Apa kamu tau, sampai sekarang Alex belum memiliki anak dari Istrinya?"
" Coba saja kalau berani! Aku akan menghancurkan mereka lebih dulu. Bunda tenang saja, sebelum aku memutuskan kembali ke sini, aku sudah memikirkannya dengan matang. Aku tidak akan tinggal diam kalau mereka berani menyentuh anakku. Leo mana Bun?"
Najwa langsung mengalihkan pembicaraan, ia tidak ingin ibunya kuatir, apa lagi kondisi ibunya juga sudah 2 hari tidak sehat, ia tidak ingin ibunya semakin sakit
" Pagi-pagi Andre sudah mengajak Leo pergi."
" Oh. Bun, tolong jangan pernah biarkan Leo dekat dengan mas Rey lagi, walaupun aku tau mas Rey anak tiri Bunda, tapi kali ini aku mohon Bun."
" Bagaimana hubunganmu dengan Reyhan Najwa?"
" Semalam mas Rey mengajak aku menikah lagi Bun."
" Kamu menolaknya lagi? Najwa, kenapa kamu tolak laki-laki baik seperti Reyhan?"
" Karena mas Rey belum melepaskan masa lalunya. Aku tidak ingin menghabiskan seumur hidupku dengan laki-laki yang tidak mencintaiku. Aku tidak butuh pernikahan semacam itu. Aku dan Leo akan tetap hidup dengan baik meski tanpa mas Rey, dan terlebih lagi, orang tua mana yang mau punya menantu dari wanita yang sudah memiliki anak di luar nikah?"
" Najwa, ada kesalah paham di antara kalian berdua, yang belum di selesaikan oleh Reyhan, kamu salah kalau mengatakan Reyhan tidak bisa melupakan masa lalunya. Najwa, Bunda hanya ingin kamu bahagia, kamu harus dengarkan Reyhan terlebih dahulu, jangan langsung marah."
" Salah paham seperti apa Bunda? Semuanya sudah jelas, jangan membelanya"
Najwa mengingat kembali kejadian semalam, hidupnya seperti lelucon, Reyhan mengajaknya menikah di depan foto-foto masa lalunya, bahkan rasanya lebih menyakitkan, dulu memang hatinya sakit, saat di tinggal menikah, tapi tidak sesakit sekarang