Najwa

Najwa
BAB. 40 Minta bantuan



Malam ini Reyhan memutuskan untuk pulang ke rumah ibunya untuk meminta bantuan pada papah tirinya, walaupun hatinya terus menolak, tapi tidak ada cara lain, selain meminta bantuan padanya. Reyhan langsung masuk ke dalam rumah itu, ia langsung menyapa ibunya yang sedang duduk di ruang tamu


" Malam mah."


Rika langsung tersenyum saat melihat putranya datang ke rumahnya


" Malam juga Rey, tumben banget datang kemari?"


" Aku mau mengucapkan terimakasih karena tadi siang mamah sudah mau mengantar Najwa ke rumah sakit kulit temen mamah."


Memang setelah Reyhan, Najwa dan Leo makan, Rika datang ke kantor Najwa, lalu langsung mengantar Najwa ke rumah sakit kulit temannya


" Apa wanita itu yang kamu katakan saat itu Rey?"


" Iya mah, dia wanita yang selama ini aku cintai."


Reyhan memang pernah mengatakannya kalau ia telah memiliki seseorang yang di cintainya saat ibunya terus saja ingin Reyhan berkenalan dengan anak teman-teman ibunya


" Dia kemana mah?"


" Papahmu sedang mandi."


Rika tau kalau putranya menanyakan kata dia, maka putranya sedang menanyakan Bagas, entah sampai kapan putranya akan memanggil papah tirinya dengan kata Anda, dan kalau bertanya pasti dia, jelas-jelas Rika sudah menikah selama 9 tahun, tapi Reyhan masih saja tidak menerimanya. Bagas turun dari lantai atas ia langsung tersenyum saat melihat putra tirinya, tidak apa tidak pernah di anggap sebagai papah tiri, ia tetap menerima Reyhan seperti putranya sendiri, ia mencintai ibunya maka ia juga harus menerima anaknya


" Baru datang nak?"


Bagas langsung duduk di samping Reyhan. Reyhan hanya menganggukkan kepalanya


" Sepertinya ada sesuatu yang ingin kamu katakan?"


" Iya, aku ingin meminta bantuan pada Anda, apa boleh?"


Bagas langsung tersenyum senang saat mendengar pertanyaan dari putra tirinya, ia memang sudah lama menginginkan Reyhan meminta bantuannya, ia berharap dari situ hubungan mereka bisa menjadi lebih baik


" Tentu saja boleh nak, apa yang ingin papah bantu untukmu?"


Reyhan menghela nafas panjang, saat laki-laki di sampingnya selalu memanggilkan kata papah. Jujur saja Reyhan juga lelah dengan hatinya yang tidak bisa berdamai dari masa lalu


" Aku ingin Anda mencari bukti tentang kecurangan Arman Malik, setelah mendapatkannya tolong berikan padaku bukti itu."


" Untuk apa nak? Kita tidak pernah memiliki masalah dengan Arman Malik."


" Itu urusanku, Anda mau membantuku atau tidak, kalau tidak iya sudah!"


Rika hanya bisa menghela nafas berat, saat mendengar putranya sedikit membentak suaminya


" Baik, papah akan lakukan itu, beri papah waktu untuk mengungkap kecurangan Arman Malik."


" Aku lelah, aku akan istirahat di sini."


Reyhan langsung berdiri, ia baru saja melangkah dua langkah, Bagas langsung bertanya pada Reyhan


" Sampai kapan kamu akan membenci papah? Papah tau perbuatan di masa lalu tidak pernah bisa di maafkan, tapi tolong anggap papah sebagai papahmu, Rey. Papah tau Bereyen adalah papah yang baik dan tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun itu, tapi aku ini juga papah tirimu, tidak bisakah kamu memanggilku dengan panggilan papah?"


Bagas memang selalu menginginkan Reyhan memanggilnya papah, tapi sudah 9 tahun menikah dengan Rika, Reyhan masih tetap saja tidak mengakui kalau ia papah tirinya. Reyhan langsung membalikkan badan, ia langsung menatap Bagas dengan tatapan tajam


" Tidak tau, yang tersakiti bukan hanya aku atas perbuatan kalian, tapi Renata lebih tersakiti dari aku, aku tidak pernah membenci Anda, aku hanya masih belum siap untuk menerima kehadiran Anda di hidupku."


" Berapa lama lagi waktu yang harus papah tunggu Rey? Apa yang harus papah lakukan untuk bisa berhubungan baik seperti layaknya seorang papah dan anak?"


" Sudah aku bilang, aku tidak tau, mungkin kalau Anda bisa mengabulkan dua syarat yang aku ajukan, aku akan memikirkannya untuk menerima Anda menjadi papah tiriku."


" Syarat apa? Tolong katakan pada papah."


" Syarat pertama, Anda harus mendaptkan bukti kecurangan Arman Malik, dan yang kedua anda harus merestui hubunganku dengan Najwa."


" Papah sanggup dengan kedua syarat yang kamu ajukan nak, papah pasti secepatnya akan mendapatkan bukti kecurangan Arman Malik, dan papah juga merestui hubunganmu dengan Najwa."


" Tapi Najwa sudah memiliki anak, apa Anda tetap merestuinya?"


" Papah akan merestuinya."


" Tapi posisinya berbeda, Najwa memiliki anak di luar nikah, dan jika nama Sanjaya terseret karna masalahku bersama Najwa, apa Anda akan tetap membantuku dalam kesulitan apapun?"


" Rey, setiap orang memiliki masa lalu, tentu papah akan menerimamu, dan perlu kamu tau, walaupun kamu menyeret nama papah, atau melakukan kejahatan atas nama papah, papah akan tetap membelamu dan menerimamu, walaupun papah tau kamu tidak akan mengganti marga Nugraha menjadi Sanjaya. Papah tidak akan pernah memaksa, asalkan berikan papah kesempatan untuk menjadi papahmu."


Reyhan menghela nafas panjang, ternyata mendapatkan restu dari papah tirinya itu begitu mudah, hanya saja bagi Reyhan permintaan papah tirinya sangat berat, walaupun hanya minta di akui sebagai papah tirinya, tapi tetap saja baginya terlalu sulit


" Aku masih belum siap untuk memanggilmu papah, jadi beri aku waktu satu malam untuk berpikir, apa boleh?"


" Tentu saja, papah akan memberikan kamu waktu, terimakasih sudah datang ke rumah papah "


Reyhan yang mendengar terimakasih dari papah tirinya, ia benar-benar merasa sangat bersalah, tapi mau bagaimana lagi, hatinya masih belum bisa berdamai dengan masa lalu. Rika hanya bisa tersenyum, walaupun hatinya sangat sakit, saat mendengar putranya masih saja belum bisa menerima suaminya menjadi seorang papah. Reyhan langsung menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya. Setelah sampai di depan pintu, Reyhan sudah di tunggu oleh Alvin


" Boleh aku berbicara sebentar denganmu?"


" Aku tidak memiliki waktu untuk berbicara denganmu, aku ingin istirahat, dan kamu tidak perlu ikut campur urusanku, kamu hanya anak kecil."


" Aku tau kamu selalu menganggap aku anak kecil, aku tau kamu selalu menganggap aku orang asing, aku sudah mendengar pembicaraanmu dengan papah, aku mohon, tolong beri papah kesempatan untuk menjadi papahmu, bukan hanya kamu yang terluka disini, tapi aku juga sangat terluka atas kelakuan papah dan mamahmu di masa lalu, aku harus kehilangan mamah, mamah pergi meninggalkan aku dan berharap agar mamahmu tidak mau menerimaku, lalu papah bisa kembali lagi bersama mamah, tapi harapan itu sia-sia, papah bahkan memilih bercerai lalu menikahi mamahmu. Rey, aku mohon, tolong maafkan kesalahan papah di masa lalu, dan panggilan dia dengan panggilan papah, dia tulus menyayangimu."


" Kamu tau apa tentang ketulusan? Kamu pikir aku ingin terus membenci Papahmu? Aku juga tidak ingin seperti itu, dan yang terakhir kamu tidak perlu berbicara tentang terluka, yang lebih terluka di pernikahan itu adalah adikku, adikku saat itu perlu dukungan dari keluarga karena memiliki penyakit kangker, tapi Renata menyembunyikan semua itu karena takut membuat mamah dan papah canggung saat bertemu, untuk itu Renata menyusulku ke Perancis hanya untuk menyembunyikan penyakitnya, dan yang paling menyedihkan adalah saat-saat terakhir Renata, hanya ada aku yang menemaninya, kamu tidak pernah tau kalau adikku lebih terluka, harus menanggung semuanya sendiri."