
Najwa langsung meletakkan lagi map itu di meja, ia memutuskan untuk pulang, untuk menenangkan pikirannya
" Mas, aku pulang dulu, aku nitip Leo."
Najwa baru saja akan melangkah, pergelangan tangannya sudah di pegang oleh Reyhan. Reyhan langsung memeluk Najwa sangat erat, ia takut untuk kehilangan Najwa lagi
" Najwa, berikan aku kesempatan, aku tidak ingin kehilanganmu untuk kedua kalinya. Aku mohon Najwa."
" Aku lelah mas. Aku sudah terlalu banyak masalah, aku tidak ingin menerima penolakan dari keluargamu mas, bagaimana pun juga dia adalah papah tirimu."
" Aku akan minta restu terlebih dahulu, aku tidak ingin ada yang tersakiti atau pun kecewa. Najwa, beri aku waktu untuk menyakinkan mamah."
Najwa hanya menganggukkan kepalanya, ia juga membalas pelukan dari Reyhan. Pelukan yang Najwa rindukan sudah lama, bahkan saat di Bandra, ia ingin sekali memeluk Reyhan dan termasuk Reyhan, ia juga sudah merindukan pelukan Najwa sangat lama
" Najwa, sekali lagi aku minta maaf, sebenarnya aku ingin menikahimu saat 6 tahun yang lalu, tapi Bunda melarangku, saat itu aku tidak berpikir tentang restu mamah dan keluarga barunya, toh aku juga memakai marga Nugraha, tapi ini adalah syarat dari Andre. Aku akan buktikan pada Andre kalau aku serius Najwa."
Najwa semakin mempererat pelukannya, sambil menangis tersedu-sedu. Jujur saja Najwa juga merasa sangat bersalah, apa lagi sekarang status ia sudah berbeda, sedang Reyhan statusnya masih sama
" Apa masih tetap yakin dengan pendirian mas dari dulu? status kita sudah berbeda. Aku sudah memiliki anak mas."
" Najwa, semenjak kamu pergi ke Ausi, aku sudah menganggap Leo anakku sendiri, bukan'kah sekarang kita sudah lebih lengkap? Leo sudah menerimaku sebagai Deddy nya."
Reyhan masih memeluk erat Najwa, ia sangat bahagia, akhirnya kebohongan yang ia pendam dari dulu sudah bisa di ungkapkan, terlebih lagi Najwa tidak marah dengan kebohongan saat itu, tapi Reyhan juga mengerti kalau tadi Najwa sempat kecewa, baginya itu semua wajar siapapun akan kecewa. Setelah itu mereka langsung melepaskan pelukannya. Reyhan langsung menghapus air mata Najwa, setelah itu langsung menggenggam kedua tangan Najwa
" Terimakasih sudah menerimaku Najwa, seumur hidupku hanya kamu satu-satunya wanita yang aku cintai."
" Mas, harusnya aku yang berterimakasih karena kamu sudah mau menerimaku dan Leo."
Menurut Najwa harusnya ia yang berterimakasih dengan status yang berbeda, tapi Reyhan masih tetap menerimanya, Najwa sangat bahagia malam ini saat mendengar Reyhan juga mencintainya dari pandangan pertama, itu artinya dari dulu cintanya tidak pernah bertepuk sebelah tangan. Namun rasa malu Najwa pada Reyhan masih tetap ada, apa lagi menurut Najwa Reyhan adalah laki-laki yang sempurna, tapi bisa-bisanya mencintai ia yang tidak ada dalam kata sempurna, hanya saja sekarang ia berbeda, dulu ia selalu saja diam saat di bully, tapi kali ini ia tidak akan tinggal diam. Najwa dan Reyhan langsung duduk berdampingan, mereka berdua masih saling pandang sambil tersenyum
" Najwa, apa kamu tidak akan menjelaskan tentang foto-foto itu? Jujur saja hatiku sangat resah melihat berita di televisi yang seharian memberitakan tentangmu, itu kenapa alasan aku membawa Leo kemari, kalau tidak mungkin sampai sekarang aku tidak akan bisa menjelaskan ini semua, karena kamu masih saja menghindariku. Anggap saja Leo adalah penyelamatku."
" Brengsek! kamu menggunakan Leo demi keuntunganmu?"
" Bisa di bilang begitu, tapi bukan keuntungan, aku bilang Leo penyelamatku."
Najwa langsung mencubit pinggang Reyhan
" Jangan pernah menggunakan Leo demi keuntunganmu!"
" Sakit Najwa, apa kamu tidak ingin menjelaskan tentang foto-foto itu?"
" Kemarin Alena mengajak aku bertemu, Alena ingin aku mencabut tuntutannya pada ibunya, dia membawa Alex. Alex ingin mengambil Leo dariku mas. Alex memaksa aku menikah dengannya, kalau tidak dia akan membongkar perselingkuhanku denganmu. Saat itu aku mengaku selingkuhanmu, saat Alex ingin bertemu dengan Leo, aku bilang pada Alex kalau Leo anak kandungmu, tapi Alex sudah tau, kalau Leo anak kandungnya. Namun masalah perselingkuhan itu, mungkin menurut Alex benar, untuk itu dia mengancamku. Aku lelah mas, terus berjuang sendiri untuk Leo dari saat mengandung Leo, dan sekarang aku harus berjuang lagi untuk Leo karena Alex akan merebut Leo."
Air mata Najwa langsung mengalir sambil mengepalkan kedua tangannya. Reyhan langsung menarik Najwa ke dalam pelukannya
" Najwa, sekarang kamu tidak berjuang sendiri lagi, masih ada aku yang akan berjuang bersamamu untuk Leo. Sudah aku duga sebelumnya, dan sepertinya perjuanganku selama ini tidak akan sia-sia. Tunggu sebentar lagi, kamu memiliki kado istimewa, kalau kamu sudah mendapatkannya, kamu tidak takut untuk kehilangan Leo, mereka tidak akan berani merebut Leo."
Najwa langsung melepaskan pelukannya, ia langsung menatap mata Reyhan
" Apa yang sedang kamu rencanakan mas? Aku tidak ingin menyeretmu ke situs yang rumit."
Reyhan langsung mencium kening Najwa sekilas, senyum di bibirnya merekah lebar
" Aku menyiapkannya sejak kalian pulang dari Ausi. Bersabarlah, aku akan secepatnya menyelesaikan semuanya, setelah selesai mereka tidak akan berani mengusik kalian."
" Aku percaya mas."
" Najwa, kalau memang restu mamah dan keluarga barunya penting untuk kalian, ijinkan aku membawa Leo pada mamah setiap hari."
" Tapi mas."
" Percayalah, mamah dan papah tiriku sangat suka dengan anak-anak, hanya cara ini yang ampuh. Jujur saja, aku tidak suka basa basi dengan papah tiriku, apa lagi aku juga tidak pernah pulang kesana, hanya sesekali saja aku kesana, itu pun mengingat pesan terakhir Renata, walaupun bagaimana pun wanita itu, dia tetap mamah kandungku."
Reyhan menghela nafas berat, ingatanya terlempar pada sidang perceraian orang tuanya dulu, kadang Reyhan juga penasaran di mana letek kekurangan papah kandungnya, hingga ibunya tega selingkuh dengan laki-laki lain. Najwa melihat kesedihan di mata Reyhan, ternyata yang di anggap oleh Najwa laki-laki sempurna, tapi kehidupannya tidak begitu sempurna, ibunya selingkuh, dan adik perempuannya meninggal, papah kandungnya meninggal
" Mas Rey tidak perlu sedih, semuanya sudah takdir."
Reyhan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum getir. Reyhan langsung menggenggam kedua tangan Najwa
" Najwa, jangan pernah tinggalkan aku, aku butuh kamu dan Leo di sisiku."
" Iya. Aku mencintaimu mas."
Yang awalnya sedih karena mengingat kejadian perceraian orang tuanya, sekarang Reyhan tersenyum lebar lagi saat Najwa mengatakan cinta padanya. Malam ini kebahagiannya semakin besar, dari pengakuan kebohongan, dan Najwa menerimanya, sekarang Najwa juga mengatakan cinta
" Seandainya waktu bisa berhenti, aku ingin sekali menghentikan waktu, kebahagiaan ini sangat besar, penantanku ingin bersamamu dari usiamu 16 tahun, akhirnya sekarang menjadi kenyataan. Najwa, harus kamu tau kalau cintaku seperti umurku yang terus bertambah, tapi tidak akan pernah bisa berkurang."
Najwa hanya bisa tersenyum lebar, rasa malunya sudah hilang, apa lagi saat Reyhan mengatakan kalau rasa cintanya semakin bertambah, ia seperti terbang di atas awan, rasanya sangat sejuk seperti tertiup angin. Reyhan langsung menarik Najwa dalam pelukannya lagi, walaupun tadi sudah berpelukan, tapi rasanya belum cukup untuk Reyhan, termasuk Najwa, Najwa juga merasa belum cukup untuk memeluk Reyhan