Najwa

Najwa
BAB. 46 Selamat ulang tahun Najwa



Alex langsung menghela nafas panjang, sebelum melanjutkan pembicaraannya, ia menatap mata Najwa dengan tatapan sendu


" Aku harus bagaimana Najwa? Aku sudah bertahan selama 6 tahun ini hanya untuk minta maaf dan ingin menembus semua keselahanku, tapi ternyata aku sudah terlambat, bukan hanya kamu yang tidak menginginkan aku, tapi juga anakku tidak menginginkan aku."


Alex memang bukan pria cengeng, tapi ia benar-benar tidak sanggup kalau Najwa dan anaknya harus menjadi milik laki-laki lain. Najwa hanya menggeleng, matanya sudah merah berkaca-kaca saat mendengar kata-kata Alex, ia langsung beranjak ke balkon. Alex menatap Najwa yang berdiri menatap langit


" Aku memang tidak pernah melupakanmu, Najwa, aku mencintaimu, tapi aku juga yang menghancurkan hatimu." batin Alex


Alex langsung melangkah ke arah Najwa, ia langsung memeluk Najwa dari belakang, betapa ia sangat merindukan saat-saat seperti mereka masih bersama dulu. Tubuh Najwa menegang, saat Alex memeluknya dari belakang


" Alex, tolong jangan seperti ini."


" Biarkan aku memelukmu seperti ini Najwa, aku sangat merindukan momen ini saat bersamamu dulu."


Alex mengeratkan pelukannya, saat Najwa meronta menginginkan ia melepaskan pelukannya


" Untuk apa aku hidup, kalau orang yang membuat aku bertahan untuk hidup tidak menginginkan aku lagi? Najwa, tidak bisakah kamu memberikan kesempatan sekali saja?"


Najwa masih terus meronta, sedangkan Alex masih terus memeluk Najwa erat


" Jangan seperti ini Alex, mari kita akhiri secara baik-baik, anggap saja kalau kita tidak pernah kenal, dan anggap juga Leo bukan anakmu."


" Maaf, aku tidak bisa, Najwa."


Hati Alex merasa sakit, apakah ia dan Najwa harus berakhir saling menyakiti lagi


" Lepas! Aku harus pulang! Mereka akan kebingungan kalau tidak bisa menghubungiku."


Alex terpaksa melepaskan pelukannya, saat Najwa berbalik badan, Alex langsung meraih tangan Najwa dan langsung meletakkan cincin berlian bermata merah itu di tangan Najwa


" Selamat ulang tahun Najwa."


Alex langsung memeluk Najwa kembali, sedangkan Najwa tidak menduga kalau Alex akan melakukan hal ini. Setelah beberapa detik, Najwa langsung mendorong Alex, untuk sedikit menjauh darinya


" Maafkan aku, aku tidak bisa menerima cincin ini Lex."


Najwa langsung meletakkan kembali cincin itu pada tangan Alex. Alex langsung meletakkan kembali cincin itu pada tangan Najwa


" Kalau kamu tidak ingin cincin itu, kamu buang saja! Cincin itu aku beli 6 tahun yang lalu, setelah sikapmu akhir-akhir itu sedikit aneh, aku langsung bertanya pada dokter kandungan, kalau itu adalah tanda-tanda kamu hamil. Najwa, sebelum kamu mengetahui kehamilanmu, aku jauh lebih tau tentang itu. Aku sangat bahagia, dan aku ingin segera melamarmu sebelum kamu mengetahui kehamilanmu, tapi semuanya gagal karena mamah tiba-tiba memaksa aku untuk menerima perjodohan gila itu."


Alex menghela nafas berat, ingatanya terlempar kembali pada masa-masa 6 tahun silam, hatinya begitu terluka


" Aku harus bagaimana Najwa? Aku benar-benar tidak rela membiarkan kamu bahagia bersama Reyhan."


" Alex.."


" Bolehkah aku memperjuangkan kamu kembali untuk kali ini Najwa?"


Najwa langsung menggeleng. Alex tersenyum pahit, saat melihat Najwa menggeleng, mungkin kesalahannya terlalu besar, hingga Najwa tidak bisa memaafkan kesalahannya, tidak seperti Najwa memaafkan Reyhan saat itu, Najwa begitu mudah memafkan laki-laki itu


" Apa ini karena kamu tidak bisa memiliki anak bersama istrimu? Hingga kamu menginginkan aku dan Leo? Atau jangan-jangan kamu seperti mereka, ingin merebut Leo dariku dengan menggunakan kata cinta?"


" Kalau pun aku normal, aku tetap tidak sudi memiliki anak dari wanita berbisa itu!"


Alex langsung melangkah masuk, di ikuti oleh Najwa di belakang. Mereka saling menatap mata


" Najwa, aku tidak akan membiarkan mereka merebut Leo darimu. Aku tidak ingin anakku merasakan hidup seperti di neraka, seperti yang aku rasakan dulu. Aku menginginkanmu dan Leo untuk menjadi pelengkap hidupku, bukan untuk menjadikan boneka orang tuaku. Ayo aku antar kamu pulang! Aku tau pasti mereka mencarimu."


Najwa menggeleng, ia tidak ingin di antara pulang oleh Alex


" Berikan saja tasku. Jika mereka tau kamu mengantar aku pulang, aku takut mereka menghabisimu."


Walaupun Najwa pernah membenci Alex, tapi ia tidak ingin Alex kenapa-napa


" Aku tidak takut, bukan'kah harusnya kamu bahagia, bisa melihat pria brengsek sepertiku mati lebih cepat."


" Alex, aku tidak sejahat itu, bagaimana pun juga kamu papah kandung anakku, aku tidak ingin kamu kenapa-napa."


" Jangan teruskan lagi kata-katamu Najwa. Kita bisa sama-sama terluka, setidaknya kita lakukan ini hanya untuk Leo."


Alex langsung memeluk Najwa lagi


" Apa aku harus menyerah kalah, saat hati Najwa sudah bukan untukku lagi, apa lagi Reyhan adalah laki-laki pertama yang Najwa cintai, jelas tidak akan mungkin aku bisa bersama Najwa lagi." batin Alex


" Terima kasih telah berjuang dan melahirkan anak kita seorang diri. Walaupun kita kembali ke 6 tahun silam, aku akan tetap memilih keputusan yang sama. Setidaknya bisa melihat kamu bahagia, dari pada aku melihat kamu tersiksa bersamaku di keluarga Adipati. Selamat ulang tahun Najwa, semoga selalu bahagia. Pasti ulang tahun kali ini kamu merasa paling bahagia dari ulang tahun ulang tahun sebelumnya, karena sekarang keinginanmu terkabul, kamu akan menikah dengan Reyhan, laki-laki yang membuat kamu jatuh cinta dalam pandangan pertama. Laki-laki yang selalu menjagamu dari dulu hingga sekarang. Kamu pasti bahagiakan sekarang? Ini keinginanmu dari dulu'kan? Bisa menikah dengan Reyhan."


Najwa langsung membalas pelukan Alex, ia memeluknya sangat erat sambil menangis, hatinya sangat sakit, tapi mau bagaimana lagi, semuanya sudah terlambat, hatinya sudah bukan milik Alex lagi


" Apa aku sanggup melepaskanmu, Najwa. Aku begitu sangat mencintaimu." batin Alex


Alex langsung melepaskan pelukannya, ia langsung menghapus air mata Najwa, lalu mencium keningnya sangat lama, mungkin ini terakhir kalinya ia bisa mencium kening wanita yang di cintainya selama ini


" Pergilah, supirku sudah menunggumu di lobby."


Alex langsung menggandeng tangan Najwa menuju pintu. Setelah di pintu, Najwa menatap Alex dengan tatapan sendu


" Najwa, semoga kamu selalu bahagia bersama laki-laki pilihanmu, kamu berhak bahagia dengannya, dia adalah laki-laki yang pantas untukmu."


Air mata Najwa kembali mengalir, ia langsung memeluk Alex kembali


" Kenapa kebenaran itu baru sekarang kamu katakan Lex, hatiku sangat sakit, lebih sakit saat kamu mencampakkan aku saat itu." batin Najwa


Alex langsung melepaskan pelukan Najwa, ia sudah tidak tahan lagi, air matanya ingin segera mengalir, tapi ia sebisa mungkin menahan air matanya di depan wanita yang ia cintai


" Pergilah."


Najwa langsung keluar dari sana. Pintu langsung Alex tutup rapat, ia langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai, dan tangisannya meledak, hatinya sangat sakit, bahkan lebih sakit


" Najwa, untuk apa lagi aku hidup, kalau kamu dan anakku tidak bisa aku miliki."


Alex menatap foto-fotonya bersama Najwa, hatinya benar-benar terluka, ia bertahan hidup untuk wanita yang di cintainya dan anaknya, tapi mereka tidak bisa ia miliki