
Tidak lama Andi sampai di bandara, dengan wajah yang sangat ceriah. Andi langsung berjalan ke arah Najwa. Najwa yang melihat Andi mendekatinya, ia langsung tersenyum, setelah sekitar 4 langkah lagi, Najwa langsung berlari kecil mendekati Andi, ia langsung memeluk Andi dengan mengalungkan tangannya di leher Andi, sambil memngakat kedua kakinya. Andi juga membalas pelukan itu, walaupun Najwa secara tiba-tiba memeluknya, ia sudah bisa menyeimbangi tubuh Najwa, karena dulu sudah pernah seperti itu saat Najwa masih di Ausi. Andi pernah menemui Najwa 1 kali saat Najwa sudah 3 bulan di Ausi. Andi di Ausi hanya 4 hari, ia hanya ingin tau tentang Najwa, tapi bersyukur karena kedua temen Najwa sangat baik, itu kenapa Andi tidak pernah menemui Najwa lagi di Ausi, karena menurut ia kehidupan sahabat kecilnya jauh lebih baik
" Aku merindukanmu Andi."
" Aku juga merindukanmu Najwa."
Mereka berdua masih terus berpelukan. Reyhan yang melihat Najwa memeluk Andi, ia hanya bisa tersenyum, walaupun senyuman itu hanya menutupi rasa kecewa yang ia dapatkan dari Najwa, kecewa karena Najwa sama sekali tidak ingin memeluknya, sedangkan pada Andi, Najwa berbeda, begitu manja. Sinta hanya menatap mereka dengan perasaan bingung, ia bingung hubungan mereka itu seperti apa, apa lagi Sinta tau bos nya sering sekali melihat foto Najwa di ruangan kerjanya, dan sering mengirim pesan suara pada Najwa, tapi di sini yang di peluk oleh Najwa pria lain. Leo yang melihat adegan itu ia langsung membuka suara
" Mommy, kenapa mommy memeluk om itu? Kenapa mommy tidak memeluk Deddy?"
Andi dan Najwa langsung melepaskan pelukannya, lalu mereka langsung melihat ke arah Leo
" Najwa, ini anakmu kenapa mengerti hal dewasa? Apa kau mengajarinya hal yang tidak jelas?"
" Tidak, itu adalah ajaran Calista dan Celara, mereka setiap melihat drama selalu saja ada Leo."
" Kamu itu sebagai orang tua yang benar dong Najwa."
" Tapi aku sibuk Andi, jadi Leo selalu aku titipkan pada mereka berdua."
Leo yang mendengar perdebatan keduanya, ia langsung bertanya lagi karena dari tadi ibunya sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari ia
" Mommy tidak sayang Deddy?"
Najwa bener-bener sangat malu setelah mendengar pertanyaan konyol dari putranya, ia langsung mengacak-acak rambutnya sendiri dengan perasaan yang benar-benar kacau, kalau ia bilang sayang, ia takut membuat salah paham pada Reyhan, kalau bilang tidak, ia takut membuat putranya kecewa. Andi yang melihat sabatnya dan Reyhan hanya diam, ia sedikit bingung pada mereka
" Apa pak Reyhan belum menceritakan tentang Renata pada Najwa." batin Andi
Andi memang sudah mengetahui kalau Renata adalah adik kandung Reyhan, saat Andi menemui Najwa di Ausi, Andi melihat pesan di ponsel Najwa dari Reyhan, bahkan Reyhan mengirim pesan 3 kali sehari, dan setelah pulang dari Ausi, Andi langsung mendatangi kantor Reyhan, di situlah Reyhan mulai menceritakan semua tentang masa lalunya dengan Renata dan Najwa. Leo yang melihat ibunya hanya diam, ia sangat kecewa, kecewa karena ibunya tidak menjawab pertanyaannya, lalu ia langsung bertanya lagi
" Apa mommy dan Deddy sedang marahan? Itu kenapa mommy tidak menjawab pertanyaan dari Leo? Atau jangan-jangan mommy suka sama om itu?"
Leo langsung menunjuk Andi dengan jari jempolnya, karena Najwa mengajari putranya menunjuk dengan jari jempol
" Celista dan Celara benar-benar meracuni pikiran Leo dengan drama konyol, bisa-bisanya dia bertanya hal bodoh." batin Najwa
Najwa langsung berjongkok, agar ia sejajar dengan putranya
" Leo, sekarang kita pulang, om Andi sudah datang."
" Kenapa kita tidak pulang bersama Deddy?"
Leo langsung melihat ke arah Reyhan, ia meminta jawaban pada Reyhan, apa yang ibunya katakan itu benar, atau itu hanya akal-akalan ibunya saja. Reyhan yang melihat Leo meminta jawaban dari jawaban ibunya, ia langsung jongkok di depan Leo
" Iya Leo, Deddy kesini karena ada urusan, Leo sekarang pulang dengan mommy dan om Andi, nanti Deddy akan ke rumah nenek."
Leo sangat kecewa dengan jawaban dari Reyhan, tapi ia tetap senang karena masih bisa bertemu dengan Deddy nya. Leo hanya menjawab dengan anggukan kepala. Reyhan yang melihat jawaban dari Leo, ia langsung tersenyum, lalu ia langsung mencium pipi kanan dan pipi kiri Leo
" Iya sudah Leo sekarang pulang iya."
" Iya Deddy."
Setelah itu Leo langsung melihat wajah Andi, ia melihat Andi dengan tatapan tidak suka, lalu ia langsung mengajak pulang
" Ayo om kita pulang."
" Iya Leo."
Andi langsung menggendong Leo
" Pak Rey, saya pulang dulu."
" Iya hati-hati."
" Mas Rey, aku pulang."
" Iya Najwa."
Najwa dan Andi langsung berjalan keluar dari Bandara. Reyhan masih melihat ke arah mereka, dengan perasaan campur aduk, ia senang karena Najwa sudah kembali ke Indonesia, tapi ia juga bingung apa ia masih bisa mendapatkan kembali hati Najwa, melihat Najwa yang cuek terhadap ia, ia merasa sangat kecewa. Najwa dan Andi sudah ada di mobil. Andi langsung menjalankan mobil itu untuk pulang. Leo setelah di mobil, ia langsung tidur
" Najwa, apa pak Rey belum berbicara tentang masalah masa lalunya?"
" Masa lalu apa Andi? Apa tentang Renata? Aku sudah tidak ingin mendengarkan masalah kehidupan mas Rey, aku tau, aku mungkin saja wanita yang paling bodoh, bahkan hanya perhatian kecil yang mas Rey berikan padaku, aku langsung jatuh cinta lagi padanya. Jelas-jelas mas Rey hanya menganggap aku adik tirinya, tapi aku tidak pernah bisa menganggap mas Rey sebagai Kaka tiriku, entah kenapa bahkan aku tidak pernah bisa untuk membencinya, tidak seperti aku membenci Alex, aku bisa membenci pria itu, tapi untuk mas Rey aku tidak bisa."
Andi hanya bisa menghela nafas berat dan berbicara di dalam hatinya
" Tidak seharusnya kamu membenci pak Rey, bahkan perlu kamu tau, pak Rey hingga sekarang hanya menunggumu dan terus menenggumu, perlu kamu tau pak Rey sangat tulus mencintaimu." batin Andi
Setelah itu, Andi tidak bertanya lagi, setelah melihat wajah Najwa yang murung, ia langsung melihat ke arah jalan lagi sambil sesekali memikirkan tentang Reyhan, ia yakin kalau Reyhan selama ini belum menjelaskan tentang Renata, karena mendengar jawaban dari Najwa. Najwa langsung melihat ke wajah putranya yang tertidur pulas, ia sesekali menghela nafas berat, ia tidak menyangka kalau secepatnya akan bertemu dengan Reyhan. Pria yang selama ini ia cintai, bahkan sudah membuat kesalahan besar, karena menikah dengan perempuan lain, tapi ia sama sekali masih saja tidak bisa membencinya, dan tadi saat Reyhan bersama seorang Gadis, ia masih tidak bisa membencinya
" Apa aku benar-benar bodoh dalam hal melupakan dan membenci, hingga aku masih saja tidak bisa membencinya, jelas-jelas mas Rey sudah menikah, dan tadi mas Rey juga bersama Gadis kecil, tapi aku masih saja tidak bisa membencinya, bahkan bukan hanya itu, menganggap mas Rey menjadi Kaka tiriku saja aku tidak bisa, aku masih saja mencintainya." batin Najwa