
Setelah mendengar jawaban dari Reyhan, Najwa hanya bisa menghela nafas berat, ia tidak mengerti dengan jalan pikiran Reyhan, jelas-jelas Reyhan akan menikah, tapi ayahnya tidak tau apa-apa, bukan'kah pria itu benar-benar aneh
" Mas Rey, kenapa kau tidak mengatakan pada papah?"
" Kau tidak perlu ikut campur, tanpa restu dari si tua bangka juga, aku tetap akan menikahi Renata!
Najwa hanya bisa mengelus dada, saat mendengar ucapan Reyhan yang mengatakan ayahnya sendiri si tua bangka, entah kenapa Reyhan tiba-tiba menjadi pria dingin
" Najwa, sekarang sudah jelas semuanya, kita tidak bisa bersama, karena aku sangat mencintai Renata, dan akan menikah dengan Renata."
Najwa tidak menjawab ucapan dari Reyhan, dadanya sangat sakit, kenapa ia menjadi Gadis bodoh selama 1 tahun, mencintai pria yang sudah memiliki calon istri, bahkan calon istrinya sedang hamil. Pria yang selalu di anggap sebagai malaikat oleh Najwa, tapi kini pria itu menusuk hatinya dengan pedang tak kasap mata. Reyhan yang melihat Najwa tidak berniat menjawab ucapanya, ia langsung berbicara lagi
" Najwa, semoga kamu bisa mendapatkan pria yang lebih baik, dan ingat, jangan lagi panggil aku mas, atau pun mas Rey, panggil aku Abang, karena aku adalah Kaka tirimu, walaupun Bundamu adalah seorang."
Reyhan belum juga menyelesaikan pembicaraannya, tapi Najwa sudah memotong pembicaraan dari Reyhan
" Kau sendiri yang menyuruh aku untuk memanggilmu mas, dan kau sendiri yang menyuruh aku untuk tidak memanggilmu mas, benar-benar lucu, dan cukup jangan katakan Bunda sebagai seorang pelakor lagi! Apa masih kurang cukup kamu menyakitiku?, kalau kurang cukup kenapa tidak bunuh saja aku memakai tanganmu sendiri mas!"
Air mata Najwa semakin deras, bahkan ini lebih sakit dari pembullyan anak-anak dulu, cinta yang sudah tumbuh dari 1 tahun yang lalu, dan cinta yang semakin besar untuk Reyhan, tapi Reyhan langsung mengenalkan calon istrinya. Reyhan hanya bisa menghela nafas berat, mana mungkin ia bisa membunuh Najwa, bahkan untuk sekedar mengatakan benci saja ia sebenarnya tidak bisa mengatakan kata itu, tapi mau bagaimana lagi, menurut Reyhan sudah tidak ada harapan lagi. Setelah Reyhan diam saja, Najwa memutuskan untuk pulang, ia sudah tidak tahan lagi
" Mas Rey, jangan pernah menganggap aku sebagai adikmu, dan aku berharap kita tidak pernah bertemu lagi. Seumur hidupku, aku akan selalu membencimu!
Setelah mengatakan itu, Najwa langsung membalikkan badan, ia langsung melangkahkan kakinya. Reyhan langsung memanggil Najwa
" Najwa!"
Najwa yang di panggil namanya, ia berhenti tanpa membalikkan badan. Reyhan yang melihat Najwa berhenti, ia langsung melanjutkan pembicaraannya
" Aku akan mengabulkan keinginanmu, Najwa. Kita mungkin tidak akan pernah bertemu lagi, karena setelah menikah, aku akan tinggal di Perancis. Najwa, sekali lagi aku minta maaf."
Setelah tidak mendengar ucapan dari Reyhan, Najwa langsung lari sekencang-kencangnya ke arah jalan raya dengan air mata yang terus mengalir di pelupuk matanya, hingga ia hampir saja di tabrak oleh mobil. Najwa langsung menutup matanya saat mobil itu akan menabraknya. Pria yang sedang menyetir itu, ia langsung mengerem mendadak, lalu langsung turun bersama adiknya. Pria itu bernama Alex Adipati, berusia 21 tahun dan adiknya bernama Alena Adipati berusia 17 tahun. Alex langsung berbicara pada Najwa yang masih menutup matanya dengan kedua telapak tangannya
" Gadis, kamu tidak apa-apa?"
Najwa yang tidak merasakan sakit dan mendengar suara orang bertanya, ia langsung bertanya balik tanpa membuka telapak tangannya
" Apa aku sudah di surga?, kenapa aku tidak merasakan sakit?"
Alex yang mendengar pertanyaan dari Gadis di depannya, ia langsung menarik tangan Najwa sambil berbicara
" Gadis, kamu belum meninggal."
Najwa tidak peduli pada pria di depannya, ia langsung melihat ke arah tubuhnya, ia tidak menemukan luka sedikitpun di tubuhnya, tapi tiba-tiba ia mengingat Reyhan, ia langsung menangis lagi sambil memegang dadanya sendiri
Hiks.. hiks... hiks...
Alena yang melihat Najwa menangis, ia langsung bertanya, ia pikir Najwa syok atas apa yang menimpanya tadi
Najwa hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terus memegangi dadanya, rasanya benar-benar sesak, sesak dengan kenyataan yang ia terima hari ini. Alena langsung memeluk Najwa, walaupun ia tidak kenal dengan Gadis di hadapannya, tapi ia merasa kasihan
" Tenanglah, kamu baik-baik saja, aku tidak tau kamu menangis karena apa, tapi jika ada masalah, percayalah pasti akan ada jalan keluarnya."
Najwa hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, bagaimana ada jalan keluarnya, kalau pria yang ia cintai akan menikah dengan wanita lain, apa lagi wanita itu sudah hamil, bukan'kah sangat mustahil untuk ia bersama Reyhan. Alena langsung melepaskan pelukannya, ia langsung menatap mata Najwa
" Aku Alena Adipati, dan ini abangku, dia adalah Alex Adipati, kamu bisa memanggilku Alena dan Alex, kalau kamu?"
" Aku Najwa Putri Kasna, panggil saja aku Najwa."
" Baiklah, kamu tinggal di mana?, biar kita antar."
" Tidak perlu, terimakasih."
" Najwa, ayolah, kita pasti seumuran, kamu sekolah di mana?"
" Sekolah di SMA Melita."
" Wah kebetulan, aku juga besok akan pindah ke sekolah itu, berarti kita nanti jadi teman."
Najwa hanya menjawab dengan anggukan kepala. Alex langsung mengajak Najwa untuk di antar pulang
" Najwa, biar kita antar pulang saja, anggap saja ini permintaan maaf karena akan menabrakmu."
" Baiklah."
Mereka langsung masuk ke dalam mobil, Najwa langsung menyebutkan alamat rumahnya, lalu Alex langsung melajukan mobilnya ke alamat yang di tujukan Najwa. Najwa dan Alena langsung ngobrol-ngobrol tidak jelas di kursi penumpang, sedangkan Alex, ia sesekali melihat ke arah Najwa dari kaca spion sambil tersenyum, menurut Alex, Najwa sangat cantik dan sangat imut, membuat ia ingin menjadikan Najwa pacarnya. Setelah menempuh perjalanan 30 menit, mereka sampai di depan rumah Najwa. Najwa langsung turun dari mobil
" Terimakasih, apa kalian tidak mampir dulu?"
" Tidak, lain kali saja, aku sedang buru-buru untuk mengurus kepindahanku ke sekolah SMA melita."
" Baiklah Alena."
Alex langsung melajukan mobilnya lagi. Najwa masuk ke dalam kamarnya, ia langsung masuk ke dalam kamar mandi, lalu langsung mengguyur tubuhnya dengan air show, ia langsung menggosok-gosok kulitnya sambil berbicara
" Aku harus menghilangkan bekas pelukanku bersama pria brengsek itu! Mas Rey, tega kamu, kenapa baru sekarang kamu mengatakan kalau sudah punya calon istri mas!"
Najwa langsung meneteskan air mata lagi, kecewa, benci, menjadi satu. Setelah selesai mandi, Najwa langsung mengambil foto Reyhan yang ada di dalam laci, ia langsung membakar foto itu, sekarang ia sudah tidak ada alasan untuk menyimpan foto Reyhan
" Mas Rey, semoga kamu bahagia dengan Renata, aku sangat mencintaimu mas Rey. Tidak, aku tidak boleh mengatakan kata cinta, ingat, pria itu tidak pantas untuk kamu cintai Najwa, pria itu sudah menghina ibumu, mempermainkan hatimu, jadi jangan mengatakan cinta lagi Najwa!"
Najwa mencoba memperingatkan diri sendiri, ia tidak boleh mencintai pria yang sudah menganggap ibunya sebagai pelakor